Minggu, 29 November 2015

56. Andai Aku Tahu Kultus Individu Berdosa





Kultusindividuartinyamenjadikanseseorang yang dipuja, disanjung, dibesarkandandifigurkansecaraberlebih-lebihan, apakah orang tersebutorangtua, guru, tokohmasyarakat, pemimpin, ulama, pendetabahkanmungkinNabi.Dalamislamkitabolehmemujiseseorangsebatasbenarapa yang dilakukannya, kitajugabolehmemfigurkanseseorangselama orang tersebutberbuatsesuaidenganaturandanmencontohkehidupanRasulullah. Islam mengajarkankepadaummatnya agar janganmengkultuskandirisendiriwalaupunmemilikikelebihandalam agama, apakahdiaseorangNabi,  ulamaataupunseorang yang shalehsebagaimanafirman Allah surat Ali Imran 3;79;
“Tidakwajarbagiseseorangmanusia yang Allah berikankepadanya Al Kitab, Hikmahdankenabian, laluDiaberkatakepadamanusia: "Hendaklahkamumenjadipenyembah-penyembahkubukanpenyembah Allah." akantetapi (diaberkata): "Hendaklahkamumenjadi orang-orang rabbani, karenakamuselalumengajarkan Al kitabdandisebabkankamutetapmempelajarinya”.

Pengkultusindividuan yang dilakukanmasyarakatkepada orang-orang tertentubanyakkitatemukandalamkehidupansehari, bukanhanyasebatasmemujadanmenyanjung orang tersebutsetinggilangittapikuburannyapundijadikansebagaisaranauntukmemulyakan orang tersebutsecaraberlebih-lebihanhinggamenjadikanaktivitasitubergelimangdengansyirik, bid’ahdankurafat.
Dalamrealiatassehari-hariH.Muh.Nur Abdurrahman mengungkapkanbeberapabentukpengkultusan yang terjadi, diamenyatakansebagaimanatulisannyaberikutini;
Firman Allah SWT: “Makahariini Kami selamatkanbadanengkau, supayamenjaditandabagi orang-orang sesudahengkau” (10:92).

TatkalaFiraunmenjelangmautditenggelamkan Allah SWT di dasarLautMerah, laluterjadilah dialog, bahwaFiraunmenyatakanberimankepada Allah SWT, tetapi Allah SWT menjawab, mengapabarusekarangmauberiman, danselanjutnya Allah SWT berfirmansepertiayat (10:92). SiapakahFiraunitu yang ditenggelamkan Allah SWT?Nabi Musa AS berhadapandengan 2 FiraundariDinasti ke-19, yaituFiraun Ra-Mose II (1298 - 1232) Seb.MdanFiraunMern-Ptah (1232 - 1224) Seb.M.FiraunMern-Ptahinilah yang diselamatkanbadannya, kemudianmayatnyaterdampar di pinggirLautMerahsebelahbarat, dipungutrakyatnya, laludimumikan.Satu-satunyamumiFiraun di dalam museum di Cairo yang mengandunggaramadalahmumiFiraunMern-Ptah.SepeninggalFiraunMern-Ptahterjadikhaos di Mesirselama 24 tahun (1224 -1200) Seb.M.

Dalam museum di Cairo tersimpansuratdariNabi Muhammad SAW dalamhuruf yang betul-betulgundul, tidakbertitikdantidakberbaris“dari Muhammad hamba Allah danRasulNya, kepadaMuqawqis, pembesarQibthi (Copti). SuratituditutupdenganFirman Allah SWT “Katakanlah, haiAhliKitab, marilahkamu(berpegang) kepadakalimat yang sama di antara kami dankamu (bahwa) tiada yang kitasembahselain Allah, dantiadakitamempersekutukanNyadengansesuatupun, dantiadasetengahkitamengangkatsetengahmenjadi puja-pujaanselain Allah. Kalaumerekaberpaling, makakatakan, jadisaksilahkamu, bahwa kami orang-orang Islam’’ (3:64).
Yattakhidzaba'dhuna- ba'dhanarba-ban, setengahkitamengangkatsetengahmenjadi puja-pujaan, itulah yang disebutkultusindividu, memuja orang.MuqawqispembesarCoptiberagamaNasranidengantheologialiran Arius Alexander, yang tidakmengkultuskanNabi 'Isa AS, yang tidakmenganuttrinitas, yang sekarangaliranitudikenaldenganunitarian Christian. SuratNabi Muhammad SAW yang membukahubungandiplomatikantaraMadinahdengan Al QahirahitumembuahkanperkawinanantaraNabi Muhammad SAW denganSitti Maria Al Qibthi, yang melahirkan Ibrahim, yang meninggaltatkala di Madinahterjadigerhanamataharipenuh.Untukmenghindarkankultusindividu, Nabi Muhammad SAW mengeluarkanmaklumatbahwatidakadahubungannyaantarakematian Ibrahim dengangerhanamatahari.

Baru-baruiniRoeslan Abdul Ganimenyatakankegusarannya, dalamhubungannyadenganperingatan 100 tahun Bung Karno, karenaadanyatendensiuntukmengkultusindividukan Bung Karno. SedangkansemacamRoeslan Abdul Gani, yang dikenaldenganjulukanJubirUsman (juru-bicaraManipol-Usdek), penganutsetiaajaran Bung Ksrnomenjadigusar, betapa pula kita yang selektifterhadapajaran Bung Karno, tentulogiskalaulebihgusarlagi.
Intiajaran Bung Karnoterletakdalam "Pancasila" yang diperkenal-kannyapada 1 Juni 1945, yaitu: 1.Kebangsaan Indonesia. 2.Internasio-nalisme. 3.Mufakat. 4.KesejahteraanSosial. 5.Ketuhanan yang berkebuda-yaan. Sebelumnya, pada 29 Mei 1945, Mr.Moh.Yamintelahmengemukakanterlebihdahululimaasas, tetapiiabelumberikannama, sepertiberikut: 1.Peri Kebangsaan. 2.PeriKemanusiaan. 3.PeriKe-Tuhanan. 4.PeriKerakyatan. 5.Kesejahteraan Rakyat. Dituliskandengan "Pancasila" (di antaraduatandakutip), karena "Pancasila" ala Bung Karnoitutidaklahkonstitusional, berhubungredaksionaldansusunansilanyaberbedadenganalinea ke-4 Pembukaan UUD-1945.Silapertama, Ketuhanan Yang MahaEsa, hanyadiletakkanpadaurutankelimadenganredaksionalKetuhanan yang berkebudayaan.
Asaskebangsaan yang diletakkanpadaurutanpertamamempunyaikonsekwensilogismempersatukannasionalisme, agama dankomunisme, yang disingkat Bung KarnomenjadiNasakom.ArtinyapemerintahandengankoalisiNasakomitubercikal-bakaldari "Pancasila" ala Bung Karno.PemerintahanNasakominimenjadikan orang-orang komunis "naikdaun" danmencapakaiklimaxnyadenganpemberontakankomunisjilidkeduapada 30 September 1965, yang dihancurkanolehOrdeBaru.
SecarajujurpatutdihargaijasaOrdeBarudalamhalmenghancurkankomunisme.NamunkesalahanOrdeBarudenganmenanamkanpohon KKN tidaklahdapatdimaafkan.Sehinggapatutdiwaspadai "come back"-nyaOrdeBarudalampercaturanpolitik. Namun yang haruslebihdiwaspadailagiialah "come back"-nyaOrde Lama denganajaran Bung KarnoNasakom, yang bercikal-bakaldari "Pancasila" kelahiran 1 Juni 1945, yang meletak-kankebangsaanpadaurutanpertama yang membuahkanNasakomitu.[H.Muh.Nur AbdurrahmanKultusIndividu, Makassar, 17 Juni 2001].
Pengkultusankepadasesuatudankepadaseseorangsudahberlansungsejakdahulukalabahkanmenjadikannyamelebihikekuasaan Allah, halinidilakukanolehorang-orang jahiliyyahsebagaimana yang digambarkan Allah dalamsuratYunus 10;18
”Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: "mereka itu adalah pemberi syafa'at kepada kami di sisi Allah". Katakanlah: "Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?" Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu)."[ Yunus 10;18]

            Yang termasuk berdo'a kepada orang shaleh adalah;
-          mengagungkan orang shaleh dengan berlebihan
Pengagungan yang berlebihan itu hingga mengkramatkan kuburannya dan menjadikan segala apa yang ada pada orang tersebut dianggap dapat mendatangkan berkah seperti sisa air minum dan sisa makanan.

-          menganggap orang shaleh itu dapat menyelamatkan
Sehingga dilakukanlah berbagai ritual di kuburan orang shaleh tersebut untuk memohon syafaat dan berkah, hingga pembacaan Al Qur’an dan melakukan shalat dalam kawasan makam itu, selain itu banyak hal syirik lainnya yang dilakukan diantaranya menebar kembang sekian macam, menyedekahkan makanan dan minuman di kubur tersebut serta bertapa didalamnya.

-          bernazar kepada orang shaleh lewat kuburan
Allah hanya membolehkan kita bernazar pada hal-hal yang sesuai dengan syariat saja, tapi pengkultusan itu terjadi dikala diniatkan nazat kepada kuburan orang tertentu seperti orang-orang shaleh.

Dahulu Allah mengutus Uzair dan Isa sebagai nabi  untuk menyampaikan risalah kebenaran kepada bangsa Yahudi dan Nasrani, tapi kemudian terjadi pengkultusan sehingga kedua nabi ini mereka jadikan sebagai anak Tuhan. 

"Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al masih itu putera Allah". Demikianlah itu Ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?[At Taubah 9;30].

Seperti halnya ajaran Syi’ah yang mengawali kesesatannya dari pengkultusan terhadap Ali bin Abi Thalib yang dilakukan oleh orang-orang yang berusaha untuk merusak aqidah islam seperti Abdullah bin Saba’, dalam buku Diantara Aqidah Syi’ah, Menguak Kesesatan Aqidah Syi’ah yang disusun oleh Syaikh Abdullah bin Muhammad As-Salafimengungkapkanhalini;

Firqah ini tumbuh tatkala muncul seorang Yahudi mendakwakan dirinya sudah masuk Islam, namanya Abdullah bin Saba'. Mendakwakan kecintaan terhadap ahli bait, dan terlalu memuja-muji Ali, dan mendakwakan, bahwa Ali punya wasiat untuk mendapatkan khalifah, kemudian ia mengangkat Ali sampai ke tingkat Ketuhanan, hal ini diakui oleh buku-buku syi'ah sendiri.
Al Qummi berkata dalam bukunya "Al Maqaalaat wal Firaq”: “Ia mengakui keberadaannya, dan menganggapnya orang pertama yang berbicara tentang wajibnya keimaman Ali, dan raj’iyah Ali, dan menampakkan celaan terhadap Abu Bakar, Umar dan Utsman serta seluruh sahabat, seperti yang dikatakan oleh An Nubakhti di bukunya "Firaqus Syi'ah". Sebagaimana Al Kissyi mengatakan demikian juga di bukunya yang dikenal dengan "Rijaalul Kissyi". Pengakuan adalah tuan argumen (argumen yang akurat), dan mereka-mereka ini semuanya adalah syaikh-syaikh besar Rafidhah.”
Al Baghdadi berkata : “Kelompok Sabaiyah adalah pengikut Abdullah bin Saba' yang telah berlebih-lebihan (dalam memuji) Ali, dan mendakwakan, bahwasanya Ali adalah nabi, kemudian bersikap berlebih-lebihan lagi, sehingga ia mendakwakan bahwasanya Ali adalah Allah.”
Al Baghdadi berkata juga : “Adalah ia (Abdullah bin Saba') anak orang berkulit hitam, asal usulnya adalah orang Yahudi dari penduduk Hirah (Yaman), lalu mengumumkan keislamannya, dan menginginkan agar ia mempunyai kerinduan dan kedudukan di sisi penduduk negeri Kufah, dan ia juga menyebutkan kepada mereka, bahwasanya ia membaca di Taurat, bahwa sesungguhnya bagi tiap-tiap nabi punya orang yang diwasiatkan, dan sesungguhnya Ali adalah orang yang diwasiatkan Muhammad Sholallahu ‘alaihi wassalam.”
Dan As Syahrastaani menyebutkan dari ibnu Saba', bahwasanya ia adalah orang yang pertama kali menyebarkan perkataan keimaman Ali secara nas / telah ditetapkan, dan ia menyebutkan juga dari kelompok Sabaiyah, bahwa kelompok ini adalah firqah (golongan) yang pertama sekali  mengatakan masalah ghaibah dan akidah raj’iyah, kemudian syiah mewarisinya setelah itu, meskipun mereka itu berbeda, dan pecahan golongan mereka banyak. Perkataan tentang keimaman dan kekhilafan Ali merupakan nas dan wasiat, itu merupakan dari kesalahan-kesalahan Ibnu Saba'. Yang akhirnya syi'ah sendiri berpecah menjadi golongan-golongan dan perkataan-perkataan yang banyak sampai puluhan golongan dan perkataan.
Begitulah syiah membuat bid'ah dalam perkataan tentang keyakinan wasiat, raj’iyah, ghaibah, bahkan perkataan menjadikan imam-imam sebagai tuhan, karena mengikuti Ibnu Saba' orang yahudi itu.[Syaikh Abdullah bin Muhammad As-Salafi,Penerjemah,MuhammadElviSyams, Lc.,Sumberbukudarimaktabah Abu Salma, http:dear.to/abusalma].
Kesesatansyi’ahitupadasatusisimengangkatnamaahlul bait setinggi-tingginyadanmerendahkangolongan yang tidakahlul bait serendah-rendahnya, sebagaimana yang disampaikanolehUstadz Abu Abdirrahman al-Atsary Abdullah Zain dalam tulisannya berikut ini;
Ahlul bait adalah: keluarga Ali, ‘Aqil, Ja’far dan Abbas. Tidak diragukan lagi (menurut Ahlus Sunnah) bahwa istri-istri nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk ahlul bait karena Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Haiistri-istriNabi, kamusekaliantidaklahsepertiwanita yang lain, jikakamubertakwa.Makajanganlah kalian tundukdalamberbicarasehinggaberkeinginanlah orang yang adapenyakitdalamhatinya, danucapkanlahperkataan yang baik, danhendaklahkamutetap di rumahmudanjanganlahkamuberhiasdanbertingkahlakuseperti orang-orang jahiliah yang dahuludandirikanlahsholat, tunaikanlah zakat dantaatilah Allah danRasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksudhendakmenghilangkandosadarikamu, (hai) ahlul bait danmembersihkankamusebersih-bersihnya.” (QS. Al Ahzab: 32-33)
Ayatinimerupakandalil yang sangatjelasbahwaistri-istriNabishallallahu ‘alaihiwasallamtermasukahlul bait (keluarga) nya.
Ahlusunnahmencintaidanmengasihiahlul bait, mencintaidanmengasihiparasahabatNabishallallahu ‘alaihiwasallam.Akan tetapimereka (Ahlusunnah) jugameyakinibahwatidakada yang ma’shummelainkanhanyaRasulullahshallallahu ‘alaihiwasallam. Di antarakeyakinanmerekajuga: wahyutelahterputusdenganwafatnyaNabishallallahu ‘alaihiwasallam, tidakada yang mengetahuihal yang gaibkecualihanya Allah subhanahuwata’ala, dantidakseorang pun dariparamanusia yang telahmatibangkitkembalisebelumharikiamat. Jadi, kitaAhlusunnahmenjunjungtinggikeutamaanahlul bait danselalumendoakanmereka agar senantiasamendapatkanrahmat Allah subhanahuwata’ala, tidaklupakitajugaberlepasdiridarimusuh-musuhmereka.
Di pihaklain, orang-orang Rafidhah (RafidhahadalahsalahsatujulukankelompokSyi’ah. Julukaninidisebutkanolehulamakontemporermereka Al Majlisydalamkitabnya Bihar al-Anwar hal 68, 96 dan 97.Kata-kata Rafidhah berasal dari fi’il rafadha yang berarti menolak. Adapun asal muasal mengapa mereka digelari Rafidhah, ada berbagai versi. Antara lain:
1.    Karena mereka menolak kekhilafahan Abu Bakar dan Umar.
2.    Versi lain mengatakan karena mereka menolak agama Islam. (lihat Maqalat al-Islamiyin, karya Abu al-Hasan al-Asy’ary jilid I, hal 89).
Selain berlebih-lebihan dalam mengagung-agungkan imam-imam mereka dengan mengatakan bahwasanya mereka itu ma’shum dan lebih utama dari para nabi dan para rasul, mereka juga melekatkan sifat-sifat tuhan di dalam diri para imam, hingga mengeluarkan mereka dari batas-batas kemakhlukan! Tidak diragukan lagi bahwa ini merupakan sikap ghuluw (berlebih-lebihan) yang paling besar, paling jelek, paling rusak dan paling kufur.
Di antara sikap ekstrem mereka, klaim mereka bahwa para imam mengetahui hal-hal yang gaib, dan mereka mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi, tidak terkecuali. Mereka mengetahui apa-apa yang ada dalam hati, apa-apa yang ada dalam tulang belakang kaum pria dan apa-apa yang ada dalam rahim kaum wanita. Mereka juga mengetahui apa yang telah lalu dan yang akan datang hingga hari kiamat.
Al Kulainy dalam kitabnya al-Kaafi -yang mana ini merupakan kitab yang paling shahih menurut Rafidhah-, dia telah mengkhususkan di dalamnya bab-bab yang menguatkan sikap ekstrem tersebut. Contohnya: di jilid I, hal 261, dia berkata, “Bab bahwasanya para imam mengetahui apa yang telah lalu dan apa yang akan datang, serta bahwasanya tidak ada sesuatu apapun yang tersembunyi dari pengetahuan mereka.” Dia juga telah meriwayatkan dalam halaman yang sama dari sebagian sahabat-sahabatnya bahwa mereka mendengar Abu Abdillah ‘alaihis salam (yang dia maksud adalah Ja’far ash-Shadiq) berkata, “Sesungguhnya aku mengetahui apa-apa yang ada di langit dan di bumi, aku mengetahui apa-apa yang ada di dalam surya dan aku mengetahui apa yang telah lalu serta yang akan datang.”
Dia juga berkata dalam jilid I, hal 258, “Bab bahwasanya para imam mengetahui kapan mereka akan mati dan mereka tidak akan mati kecuali dengan kemauan mereka sendiri.”
Di antara bukti-bukti sikap ekstrem orang-orang Syi’ah, klaim mereka para imam memiliki kekuasaan untuk mengatur alam semesta ini semau mereka; mereka bisa menghidupkan orang yang telah mati, juga menyembuhkan orang yang buta, orang yang terkena kusta, kemudian dunia akhirat milik para imam, mereka berikan kepada siapa saja sesuai dengan kehendak mereka.
Al-Kulainy di jilid I, hal 470 meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Bashir bahwa ia bertanya kepada Abu Ja’far ‘alaihis salam, “Apakah kalian pewaris nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Dia menjawab, “Benar!” Lantas aku bertanya lagi, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pewaris para nabi mengetahui apa yang mereka ketahui?” “Benar!”, jawabnya. Aku kembali bertanya, “Mampukah kalian menghidupkan orang yang sudah mati dan menyembuhkan orang yang buta dan orang yang terkena penyakit kusta?” “Ya, dengan izin Allah”, sahutnya.”
Husain bin Abdul Wahab dalam kitabnya ‘Uyun al-Mu’jizat hal 28 bercerita bahwasanya, Ali pernah berkata kepada sesosok mayat yang tidak diketahui pembunuhnya, “Berdirilah -dengan izin Allah- wahai Mudrik bin Handzalah bin Ghassan bin Buhairah bin ‘Amr bin al-Fadhl bin Hubab! Sesungguhnya Allah dengan izin-Nya telah menghidupkanmu dengan kedua tanganku!” Maka berkatalah Abu Ja’far Maytsam, Sesosok tubuh itu bangkit dalam keadaan memiliki sifat-sifat yang lebih sempurna dari matahari dan bulan, sembari berkata, “Aku dengar panggilanmu wahai yang menghidupkan tulang, wahai hujjah Allah di kalangan umat manusia, wahai satu-satunya yang memberikan kebaikan dan kenikmatan. Aku dengar panggilanmu wahai Ali, wahai Yang Maha Mengetahui.” Maka berkatalah amirul-mu’minin, “Siapakah yang telah membunuhmu?” Lantas orang tersebut memberitahukan pembunuhnya.
Berkata al-Kasany dalam kitabnya ‘Ilm al-Yaqin fi Ma’rifati Ushul ad-Din jilid II, hal 597, “Semua makhluk diciptakan untuk mereka (para imam), dari mereka, karena mereka, dengan mereka dan akan kembali kepada mereka. Karena -tanpa diragukan lagi- Allah subhanahu wa ta’ala menciptakan dunia dan akhirat hanya untuk mereka. Dunia dan akhirat untuk mereka dan milik mereka. Para manusia adalah budak-budak mereka!”
Dengarlah salah seorang syaikh mereka Baqir al-faly yang mengatakan bahwasanya Nabiyullah Isa ‘alaihis salam mendapatkan kehormatan untuk menjadi budak Ali rodhiallahu ‘anhu, “Wahai para manusia, beberapa hari yang lalu telah dirayakan hari kelahiran Isa al-Masih, yang telah mendapatkan kehormatan untuk menjadi budak Ali bin Abi Thalib!”
Berkata Imam mereka Ayatullah al-Khomeini di dalam kitabnya Al-Hukumah al- Islamiyah hal 52, “Sesungguhnya para Imam memiliki kedudukan terpuji, derajat yang tinggi dan kekuasaan terhadap alam semesta, di mana seluruh bagian alam ini tunduk terhadap kekuasaan dan pengawasan mereka.[Virus Syi’ah Waspadalah, Biarkan Syi’ah Bercerita tentang Kesesatan Agamanya, Ustadz Abu Abdirrahman al-Atsary Abdullah Zain(Mahasiswa S2, Universitas Islam Madinah).
Kultus individu juga nampak pada masyarakat islam tradisional, mereka mengkultuskan para ulama yang shaleh dengan julukan wali, dianggap memiliki keramah dan berkah yang dapat diberikan kepada orang-orang yang mencintainya, menjadikan kubur-kubur mereka sebagai tempat mengadu dan bernazar, ramai dikunjungi pada hari-hari tertentu apalagi dibulan Ramadhan hari-hari besar islam lainnya, hal itu tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah dan para ulama yang shalehpun tidak pernah mengajak ummat islam melakukan itu, tapi kebodohan ummatlah yang melanggengkan kultus individu tersebut, padahal segala syirik yang dilakukan mengantarkan seseorang kepada kesesatan,  Wallahua’lam [CubadakSolok, 14 Syawal 1432.H/ 12 September 2011.M].


Tidak ada komentar:

Posting Komentar