Selasa, 24 November 2015

26. Andai Aku Tahu Maksiat itu Berdosa



Sejak dahulu ketika masih di alam ruh atau di alam rahim sudah ada perjanjian manusia dengan Allah bahwa mereka akan menjadi hamba yang taat, tunduk dan patuh,  menyembah hanya kepada Allah dengan segala kemampuannya, perjanjian itu dituangkan dalam piagam perjanjian dalam surat dibawah ini;

''Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku Ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)",[Al A'araf 7;172]

Tapi yang namanya perjanjian di alam ruh, sedangkan perjanjian di dunia saja manusia cendrung lupa dan melupakan sehingga terjadilah pelanggaran perjanjian itu yang menyebabkan rusaknya hubungan dengan Allah dan akan menerima kelak akibat pelanggaran itu sebagai dosa yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah di akherat.

Secaraumumperbuatandosaterbagimenjadidua, yang pertamaadalahdosabesar.Rasulullah dalam beberapa haditsnya secara ekspisit menjelaskan sejumlah dosa yang termasuk dalam kategori dosa besar. Seperti syirik, sihir, memakan harta riba, durhaka kepada orangtua, saksi palsu dan sebagainya. Dosa seperti ini, bila sipelaku tidak sempat bertaubat, akan mendatangkan balasan yang berat dan pedih dari Allah SWT. Artinya, taubat dari dosa besar, masih mungkin dilakukan selama yang bersangkutan sungguh-sungguh meninggalkan perkara dosa tersebut.

Disamping dosa besar, ada pula dosa kecil. Umumnya sedikit orang yang memperhatikan dosa kecil ini sebagai  suatu kemaksiatan. Padahal ampunan Allah terhadap hamba-Nya yang melakukan dosa, selama tidak dilakukan berulang, lebih besar kemungkinan terkabulnya dibandingkan ampunan terhadap dosa kecil yang dilakukan kembali secara berulang-ulang.

Dosa yang dilakukan dianggap kecil akan menjadi besar oleh Allah, sebaliknya bila dosa dianggap besar, maka ia akan menjadi kecil dalam penilaian Allah, Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya seorang mukmin itu melihat dosa-dosanya sepertinya ia berada di bawah gunung besar yang ia takut menimpa dirinya. Sementara orang yang banyak dosa itu adalah orang yang melihat dosanya seperti lalat yang ada di hidungnya. Kemudian ia katakan begini [meremehkan]"

Anas bin Malik Ra, diriwayatkan oleh Bukhari menyebutkan hadist,”Sesungguhnya kalian akan melakukan suatu amal yang dalam pandangan kalian amalan tersebut lebih kecil dari rambut, sementara kami menganggapnya dizaman Rasulullah sebagai dosa besar”. Bilal bin Rabah mengatakan,”Jangan memandang kecilnya suatu kemaksiatan, tetapi lihatlah pada kebesaran Zat yang engkau lakukan maksiat terhadap-Nya”."Janganlah memandang kecil kesalahan (dosa) tetapi pandanglah kepada siapa yang kamu durhakai" (HR. Aththusi)

Nampaknya kemaksiatan yang terjadi dimana-mana akan mendapatkan imbasnya di sekeliling radius kehidupan manusia, artinya bukan orang yang melakukannya saja yang mendapatkan bencana, ujian dan musibah, tapi orang lain yang tidak berdosa juga merasakannya mungkin bahkan lebih tersiksa lagi penderitaan yang akan dialami, Rasulullah bersabda,"Perbuatan dosa mengakibatkan sial terhadap orang yang bukan pelakunya. Kalaudiamencelanyamakabisaterkenaujian (cobaan).Kalaumenggunjingnyadiaberdosadankalaudiamenyetujuinyamakaseolah-olahdiaikutmelakukannya"(HR. Ad-Dailami)

Kemaksiatan yang dilakukanmanusiadenganberbagaibentuknyamenjadikan Allah murkakepadanya, salahsatubentukmurka  Allahituadalahrezeki yang diharamkan, dalamarti kata diamendapatrezekijugatapipemberian yang tidakmendatangkanberkah, ataudiamengalamisulitdalammencarirezekiitu, Rasulullahbersabda, "Tiadasesuatu yang dapatmenolaktakdirkecualidoa, dantiada yang dapatmenambahumurkecualiamalkebajikan. Sesungguhnyaseorangdiharamkanrezekibaginyadisebabkandosa yang diperbuatnya"(HR. Tirmidzidan Al Hakim)

Padasatusisi, bencanadanmusibah yang bergulir di negerikitainimemangada yang gejalaalam, sepertihujan yang terusmenerus, gunungapi yang mulaiaktiflagi, gempa yang terjadikarenaterjadinyagesekanlempengan di dalambumi, tapiituhanyasebagaisaranaataualatsajauntukmenurunkanbencana, sebabbagaimanapunpoissibumikalau Allah tidakberkehendakmakaposisi yang kritistaditidakakanterjadiperubahan, Rasulullahbersabda," Tiadaseoranghambaditimpamusibahbaik di atasnyamaupun di bawahnyamelainkansebagaiakibatdosanya. Sebenarnya Allah telahmemaafkanbanyakdosa-dosanya.LaluRasulullahmembacakanayat 30 darisuratAsySyuura yang berbunyi : "Dan apasajamusibah yang menimpakamumakaadalahdisebabkanolehperbuatantanganmusendiri. Dan Allah memaafkansebagianbesar (darikesalahan-kesalahanmu)." (MashabihAssunnah).

            Orang yang baikaqidahnya, bersihimannyadanikhlasibadahnyapunyacita-citakemudianberhasilmeraihnya, makadinamakandengannikmatdanberkah, tapibilakeberhasilanditerimaoleh orang yang durhaka, hambamaksiatmakaitunamanyaistijrad, artinya Allah memberikankepadanyatempatjatuh yang lebihtinggilagi, Rasulullahbersabda," Apabilakamumenyaksikanpemberian Allah darimateriduniaatasperbuatandosamenurutkehendakNya, makasesungguhnyaituadalahuluranwaktudanpenangguhan tempo belaka. KemudianRasulullah Saw membacafirman Allah Swtdalamsurat Al An'amayat44 :

"Makatatkalamerekamelupakanperingatan yang telahdiberikankepadamereka, Kami pun membukakansemuapintu-pintukesenanganuntukmereka, sehinggaapabilamerekabergembiradenganapa yang telahdiberikankepadamereka, Kami siksamerekadengansekonyong-konyong, makaketikaitu, merekaterdiamberputusasa." (HR. Ahmad danAth-Thabrani)


Rasulullahmemberikangambarankepadakitasebagaiummatnyauntuktidakmelakukanperbuatanmaksiatkarenasemua yang kitalakukanitumendatangkanbalasanuanginstandari Allah, hindarilahperbuatanmesum, tunaikan zakat, jujurdalamtakarandantimbangan, sebagaipenguasaharuslahmenegakkanhukum Allah danmenjadiakan Al Qur'an danSunnahsebagaipetunjuk, makakitaakanterhindardaribencana, tapibilasebaliknyaakanterjadibencanadenganberbagaibentuknya, Rasulullahbersabda, "Bagaimanakamuapabiladilanda lima perkara? Kalauaku (Rasulullah Saw), akuberlindungkepada Allah agar tidakmenimpakamuataukamumengalaminya. (1) Jikaperbuatanmesumdalamsuatukaumsudahdilakukanterang-teranganmakaakantimbulwabahdanpenyakit-penyakit yang belumpernahmenimpa orang-orang terdahulu. (2) Jikasuatukaummenolakmengeluarkan zakat maka Allah akanmenghentikanturunnyahujan. Kalaubukankarenabinatang-binatangternaktentuhujantidakakanditurunkansamasekali. (3) Jikasuatukaummengurangitakarandantimbanganmaka Allah akanmenimpakanpaceklikbeberapawaktu, kesulitanpangandankezalimanpenguasa. (4) Jikapenguasa-penguasamerekamelaksanakanhukum yang bukandari Allah maka Allah akanmenguasakanmusuh-musuhmerekauntukmemerintahdanmerampashartakekayaanmereka. (5) Jikamerekamenyia-nyiakanKitabullahdansunahNabimaka Allah menjadikanpermusuhan di antaramereka". (HR. Ahmad danIbnuMajah)

            Bagaimanakitaakanamantinggal di duniainibilasetiapsaatmusibahdatangsilihberganti, menyebarkanwabahpenyakit yang dapatmembunuhmanusiasecaramassalmisalnyapenyakit flu burungdan  aids yang hinggakitabelumadaobat yang pastibisamenyembuhkannya. Musibahkering, kemarau yang panjangakanterjadibila zakat tidakditunaikan, yang tentusajaakanmenghancurkanpertanian yang merupakansentralkehidupanmanusia, kalaumasihadahujanitukarenakasihsayangnya Allah kepadahewan yang ada di sekitaritu. Bilakejujurantelahhilang di negeriini, sehinggasejakdaripejabatselalubersikaptidakjujurkepadarakyatnyadanpedagang yang sudahmempermainkantakarandantimbangan, denganhalitumenjadikannegeriiniditimpapaceklik, kekuranganpanganuntukkehidupanmanusiasehinggasangatsusahmenghadapinya, ujungdaripacaklikituadalahterjadinyapencuriandanperampasanhak-hak orang lain.

            Penguasatidakpunyanyaliuntukmenegakkan agama ini di tengahhirukpikukkehidupanmerekabahkanmerekacendrungmelecehkan agama denganmengambilisme-ismelain, makadalamwaktudekatkekuasaanituakanhancurdandiambilaliholeh orang-orang yang menguasaiummatini, yang menjadikanummatinisemakinterpurukkelembahkehinaan. Bila Al Qur'an di tinggalkandansunnahdiabaikanmakaakanterjadipermusuhkanhinggapeperangan yang merugikankehidupanmanusia, danitusemuaterjaditanpadisadariolehummatini, setelahterjadimusibahdanbencana yang demikianbarulahmerekasadar, oh iya, tapikesadaran yang terakhirtidaklagimendatangkankebaikan,  wallahu a'lam, [Cubadak Solok, 10 Zulhijjah 1431.H/ 17 Nofember 2010.M]

Referensi;
1.HaditsArbain An Nawawi, SofyanEfendi, HaditsWeb 3.0,
2.
Al Qur'an dan terjemahannya, Depag RI, 1994/1995
3. Kumpulan Ceramah Praktis, Drs. Mukhlis Denros, 2009
4.1100 HaditsTerpilih, Dr. Muhammad FaizAlmath - GemaInsani Press
5.Yusuf Al Qardhawi, Halal dan Haram dalam Islam,


 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar