Sejak dahulu ketika
masih di alam ruh atau di alam rahim sudah ada perjanjian manusia dengan Allah
bahwa mereka akan menjadi hamba yang taat, tunduk dan patuh, menyembah hanya kepada Allah dengan segala
kemampuannya, perjanjian itu dituangkan dalam piagam perjanjian dalam surat
dibawah ini;
''Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari
sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman):
"Bukankah Aku Ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau
Tuban kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di
hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah
orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan)",[Al A'araf 7;172]
Tapi yang
namanya perjanjian di alam ruh, sedangkan perjanjian di dunia saja manusia
cendrung lupa dan melupakan sehingga terjadilah pelanggaran perjanjian itu yang
menyebabkan rusaknya hubungan dengan Allah dan akan menerima kelak akibat
pelanggaran itu sebagai dosa yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah
di akherat.
Secaraumumperbuatandosaterbagimenjadidua,
yang pertamaadalahdosabesar.Rasulullah dalam
beberapa haditsnya secara ekspisit menjelaskan sejumlah dosa yang termasuk
dalam kategori dosa besar. Seperti syirik,
sihir, memakan harta riba, durhaka kepada orangtua, saksi palsu dan sebagainya.
Dosa seperti ini, bila sipelaku tidak sempat bertaubat,
akan mendatangkan balasan yang berat dan pedih dari Allah SWT. Artinya, taubat
dari dosa besar, masih mungkin dilakukan selama yang bersangkutan
sungguh-sungguh meninggalkan perkara dosa tersebut.
Disamping
dosa besar, ada pula dosa kecil. Umumnya sedikit orang yang memperhatikan dosa
kecil ini sebagai suatu kemaksiatan.
Padahal ampunan Allah terhadap hamba-Nya yang melakukan dosa, selama tidak
dilakukan berulang, lebih besar kemungkinan terkabulnya dibandingkan ampunan
terhadap dosa kecil yang dilakukan kembali secara berulang-ulang.
Dosa yang
dilakukan dianggap kecil akan menjadi besar oleh Allah, sebaliknya bila dosa
dianggap besar, maka ia akan menjadi kecil dalam penilaian Allah, Rasulullah
bersabda,”Sesungguhnya seorang mukmin itu melihat dosa-dosanya sepertinya ia
berada di bawah gunung besar yang ia takut menimpa dirinya. Sementara orang
yang banyak dosa itu adalah orang yang melihat dosanya seperti lalat yang ada
di hidungnya. Kemudian ia katakan begini [meremehkan]"
Anas bin
Malik Ra, diriwayatkan oleh Bukhari menyebutkan hadist,”Sesungguhnya kalian
akan melakukan suatu amal yang dalam pandangan kalian amalan tersebut lebih
kecil dari rambut, sementara kami menganggapnya dizaman Rasulullah sebagai dosa
besar”. Bilal bin Rabah mengatakan,”Jangan memandang kecilnya suatu
kemaksiatan, tetapi lihatlah pada kebesaran Zat yang engkau lakukan maksiat
terhadap-Nya”."Janganlah memandang kecil kesalahan (dosa) tetapi
pandanglah kepada siapa yang kamu durhakai" (HR. Aththusi)
Nampaknya kemaksiatan yang terjadi dimana-mana akan mendapatkan imbasnya di
sekeliling radius kehidupan manusia, artinya bukan orang yang melakukannya saja
yang mendapatkan bencana, ujian dan musibah, tapi orang lain yang tidak berdosa
juga merasakannya mungkin bahkan lebih tersiksa lagi penderitaan yang akan
dialami, Rasulullah bersabda,"Perbuatan dosa mengakibatkan sial
terhadap orang yang bukan pelakunya. Kalaudiamencelanyamakabisaterkenaujian
(cobaan).Kalaumenggunjingnyadiaberdosadankalaudiamenyetujuinyamakaseolah-olahdiaikutmelakukannya"(HR.
Ad-Dailami)
Kemaksiatan yang dilakukanmanusiadenganberbagaibentuknyamenjadikan Allah murkakepadanya, salahsatubentukmurka Allahituadalahrezeki yang diharamkan, dalamarti kata diamendapatrezekijugatapipemberian yang tidakmendatangkanberkah, ataudiamengalamisulitdalammencarirezekiitu, Rasulullahbersabda, "Tiadasesuatu yang dapatmenolaktakdirkecualidoa, dantiada yang dapatmenambahumurkecualiamalkebajikan. Sesungguhnyaseorangdiharamkanrezekibaginyadisebabkandosa yang diperbuatnya"(HR. Tirmidzidan Al Hakim)
Padasatusisi, bencanadanmusibah yang bergulir di negerikitainimemangada yang gejalaalam, sepertihujan yang terusmenerus, gunungapi yang mulaiaktiflagi, gempa yang terjadikarenaterjadinyagesekanlempengan di dalambumi, tapiituhanyasebagaisaranaataualatsajauntukmenurunkanbencana, sebabbagaimanapunpoissibumikalau Allah tidakberkehendakmakaposisi yang kritistaditidakakanterjadiperubahan, Rasulullahbersabda," Tiadaseoranghambaditimpamusibahbaik di atasnyamaupun di bawahnyamelainkansebagaiakibatdosanya. Sebenarnya Allah telahmemaafkanbanyakdosa-dosanya.LaluRasulullahmembacakanayat 30 darisuratAsySyuura yang berbunyi : "Dan apasajamusibah yang menimpakamumakaadalahdisebabkanolehperbuatantanganmusendiri. Dan Allah memaafkansebagianbesar (darikesalahan-kesalahanmu)." (MashabihAssunnah).
Orang
yang baikaqidahnya,
bersihimannyadanikhlasibadahnyapunyacita-citakemudianberhasilmeraihnya,
makadinamakandengannikmatdanberkah, tapibilakeberhasilanditerimaoleh orang yang
durhaka, hambamaksiatmakaitunamanyaistijrad, artinya Allah
memberikankepadanyatempatjatuh yang lebihtinggilagi, Rasulullahbersabda,"
Apabilakamumenyaksikanpemberian Allah
darimateriduniaatasperbuatandosamenurutkehendakNya,
makasesungguhnyaituadalahuluranwaktudanpenangguhan tempo belaka.
KemudianRasulullah Saw membacafirman Allah Swtdalamsurat Al An'amayat44 :
"Makatatkalamerekamelupakanperingatan
yang telahdiberikankepadamereka, Kami pun
membukakansemuapintu-pintukesenanganuntukmereka,
sehinggaapabilamerekabergembiradenganapa yang telahdiberikankepadamereka, Kami
siksamerekadengansekonyong-konyong, makaketikaitu,
merekaterdiamberputusasa." (HR. Ahmad danAth-Thabrani)
Rasulullahmemberikangambarankepadakitasebagaiummatnyauntuktidakmelakukanperbuatanmaksiatkarenasemua yang kitalakukanitumendatangkanbalasanuanginstandari Allah, hindarilahperbuatanmesum, tunaikan zakat, jujurdalamtakarandantimbangan, sebagaipenguasaharuslahmenegakkanhukum Allah danmenjadiakan Al Qur'an danSunnahsebagaipetunjuk, makakitaakanterhindardaribencana, tapibilasebaliknyaakanterjadibencanadenganberbagaibentuknya, Rasulullahbersabda, "Bagaimanakamuapabiladilanda lima perkara? Kalauaku (Rasulullah Saw), akuberlindungkepada Allah agar tidakmenimpakamuataukamumengalaminya. (1) Jikaperbuatanmesumdalamsuatukaumsudahdilakukanterang-teranganmakaakantimbulwabahdanpenyakit-penyakit yang belumpernahmenimpa orang-orang terdahulu. (2) Jikasuatukaummenolakmengeluarkan zakat maka Allah akanmenghentikanturunnyahujan. Kalaubukankarenabinatang-binatangternaktentuhujantidakakanditurunkansamasekali. (3) Jikasuatukaummengurangitakarandantimbanganmaka Allah akanmenimpakanpaceklikbeberapawaktu, kesulitanpangandankezalimanpenguasa. (4) Jikapenguasa-penguasamerekamelaksanakanhukum yang bukandari Allah maka Allah akanmenguasakanmusuh-musuhmerekauntukmemerintahdanmerampashartakekayaanmereka. (5) Jikamerekamenyia-nyiakanKitabullahdansunahNabimaka Allah menjadikanpermusuhan di antaramereka". (HR. Ahmad danIbnuMajah)
Bagaimanakitaakanamantinggal
di duniainibilasetiapsaatmusibahdatangsilihberganti, menyebarkanwabahpenyakit
yang dapatmembunuhmanusiasecaramassalmisalnyapenyakit flu burungdan aids yang hinggakitabelumadaobat yang
pastibisamenyembuhkannya. Musibahkering, kemarau yang panjangakanterjadibila zakat
tidakditunaikan, yang tentusajaakanmenghancurkanpertanian yang
merupakansentralkehidupanmanusia, kalaumasihadahujanitukarenakasihsayangnya
Allah kepadahewan yang ada di sekitaritu. Bilakejujurantelahhilang di
negeriini,
sehinggasejakdaripejabatselalubersikaptidakjujurkepadarakyatnyadanpedagang yang
sudahmempermainkantakarandantimbangan,
denganhalitumenjadikannegeriiniditimpapaceklik,
kekuranganpanganuntukkehidupanmanusiasehinggasangatsusahmenghadapinya,
ujungdaripacaklikituadalahterjadinyapencuriandanperampasanhak-hak orang lain.
Penguasatidakpunyanyaliuntukmenegakkan
agama ini di tengahhirukpikukkehidupanmerekabahkanmerekacendrungmelecehkan
agama denganmengambilisme-ismelain,
makadalamwaktudekatkekuasaanituakanhancurdandiambilaliholeh orang-orang yang
menguasaiummatini, yang menjadikanummatinisemakinterpurukkelembahkehinaan. Bila
Al Qur'an di
tinggalkandansunnahdiabaikanmakaakanterjadipermusuhkanhinggapeperangan yang
merugikankehidupanmanusia, danitusemuaterjaditanpadisadariolehummatini,
setelahterjadimusibahdanbencana yang demikianbarulahmerekasadar, oh iya,
tapikesadaran yang terakhirtidaklagimendatangkankebaikan, wallahu a'lam, [Cubadak Solok, 10 Zulhijjah 1431.H/ 17 Nofember 2010.M]
Referensi;
1.HaditsArbain
An Nawawi, SofyanEfendi, HaditsWeb 3.0,
2. Al Qur'an dan terjemahannya, Depag RI, 1994/1995
2. Al Qur'an dan terjemahannya, Depag RI, 1994/1995
3. Kumpulan Ceramah Praktis, Drs. Mukhlis Denros, 2009
4.1100
HaditsTerpilih, Dr. Muhammad FaizAlmath - GemaInsani Press
5.Yusuf Al Qardhawi, Halal dan Haram dalam Islam,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar