Media yang
hadirketengahmasyarakatmemuatberbagairubrikdiantaranyarubrikbintanganda, yang
isinyamemberikanramalankehidupanmanusiaberdasarkanbintangkelahiran, demikian
pula di pusat-pusatkeramaianadapara normal atau yang
tidakmaudisebutdukunmeramalnasib orang
denganmelihatgaristelapaktanganatautanda-tandakhusus yang adapada orang yang
diramal, bahkandalam dialog
sehari-hariketikasedangmeninjaumasadepanseseorangselaludikaitkandenganramalannasib.
Ajaran islam tidak membenarkan seorang mukmin untuk
mempercayai ramalan bintang yang kesemuanya itu mengandung unsur perbuatan
syaitan, ramalan bintang itu seperti yang sering ada di media massa membuat
remaja dan orangtua mempercayainya, sebagai contoh orang yang mempunyai bintang Scorpio dari tanggal kelahiran 23 Oktober sampai 22
Nofember menyatakan; Tugas baru memerlukan konsentrasi, tak usah hiraukan mulut
usil orang lain. Tetaplah pada prinsif, keuangan sangat menyenangkan, hari yang
baik pada hari Rabu, jangan melakukan perjalanan pada hari Sabtu, asmara
menggembirakan.
Padahal bintang itu
ditinjau dari ajaran Islam memiliki hikmah tersendiri, bintang itu gunanya
untuk menjaga langit dari syaitan [Al Mulk 67;5,;"Sesungguhnya kami
Telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan kami jadikan
bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan kami sediakan bagi mereka
siksa neraka yang menyala-nyala"
Bintang merupakan
perhiasan langit dan bintang juga petunjuk bagi manusia;"Dan dialah
yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam
kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya kami Telah menjelaskan tanda-tanda
kebesaran (kami) kepada orang-orang yang Mengetahui" [Al An'am 6;97]
Ada beberapa
julukan untuk para peramal yaitu Munajjin yaitu peramal yang menggunakan
horoscop, Rasul adalah peramal yang mempergunakan goresan di pasir atau
kertas, Arraf adalah peramal yang mempergunakan telapak tangan atau
melihat tahi lalat dan Kahin adalah peramal yang mempergunakan sihir. Apapun
namanya bahkan dizaman ini disebut dengan nama Para Normal maka tetaplah
dilarang dalam islam, Rasulullah bersabda;"Siapa yang datang kepada
peramal lalu menanyakan sesuatu kepadanya kemudian membenarkannya maka tidak
diterima shalatnya selama empat puluh hari" [HR. Muslim].
Ramalan itu tak lebih dari sebuah lemparan orang buta ke
tengah-tengah lapangan yang penuh dengan manusia. Kalau ada yang kena dengan
lemparan itu, bukanlah karena kemahiran sibuta
tetapi karena banyaknya manusia yang berjubel di lapangan. Allah telah
menentukan nasib manusia sejak masih dalam masa azali, tentang lahir dan
meningalnya, tentang rezeki dan jodohnya, semua itu berada dalam kekuasaan
Allah, manusia tidak ada kemampuan meramalkannya, begitu juga halnya tentang
beberapa ramalan tentang akan terjadinya kiamat, yang terbaru menyatakan bahwa
kiamat itu akan terjadi tahun 1012.
SuatuhariketikaRasulullahsedangberdialoqdenganparasahabatnya,
tiba-tibadatanglahseoranglelakidenganpakaianputih-putihdanbertanya; "ApakahImanitu?"Rasulullahmenjawab,"Imanialahengkaupercayadanmeyakini
Allah, Malaikat-Nya, hariakherat,
paraRasuldanyakinadanyahariberangkit".Selanjutnya orang
itubertanyalagi"Apakah Islam itu?", Rasulullahmenjawab,"Islam
ialahhendaknyakamumenyembah Allah,
janganmenyekutukannya, mendirikanshalat, mengeluarkan zakat
danpuasapadabulanRamadhan". Orang itubertanyalagi,"ApakahIhsan",
Rasulullahmenjawab,"Hendaklahkamumenyembah Allah, seolah-olahkamumelihat-Nya,
jikakamutidakmelihat-NyapastiDiamelihatmu".Orang
itubertanyalagi,"KapanKiamatakanterjadi?"Rasulmenjawab,"Aku yang
ditanyajugatidaktahu".
Ketika ditanyakan tentang kapan kiamat datang, maka Rasul
menyatakan tidak tahu, karena memang berita kiamat itu tidak ada yang tahu
siapapun kecuali Allah semata, Allah berfirman;”Makanya tidaklah yang mereka tunggu-tunggu
melainkan hari kiamat yaitu kedatanganya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena
sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka
kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?” [Muhammad 47;18]
Dari ayat di atas Allah menerangkan bahwa kiamat akan
datang dengan tiba-tiba tanpa diketahui oleh siapapun dan kapanpun datangnya,
dia merupakan rahasia Allah, tak seorang makhlukpun diberi tahu oleh Allah,
akan tetapi Allah memberikan tanda-tanda yang mengiringi kejadian yang luar
biasa.
Orang yang kosong imannya, rusak aqidahnya, hancur
kepribadiannya menjadikan ramalan nasib sesuatu yang final dalam hidupnya
sehingga dia enggan untuk berusaha menentukan nasib dengan bekerja keras, sikap
apatis dan jadi orang yang berfaham fatalisme, sehingga ketika ada kepentingan
untuk mencari pekerjaan selalu dia pertaruhkan dari dahulu nasibnya kepada
peramal, atau memulai sebuah bisnis tidak lepas dari peran peramal untuk menentukan
keberuntungan apa yang akan didapat. Ramalan nasib melalui horoscop marak kita
temui dimedia masa bahkan menyediakan forum khusus untuk menghadirkan para
peramal guna menyingkap keberuntungan
apalagi menjelang tahun baru, ada-ada saja statemen yang muncul dari fikiran
para peramal tentang kejadian yang akan dialami ummat ini, khususnya hal-hal
yang akan membahayakan hidup manusia, karena negeri ini memang sarang bencana
karena masyarakatnya jauh dari nilai-nilai tauhid sehingga wajar saja bencana
dan musibah datang silih berganti sehingga wajar juga kalau peramal,
menyebutkan musibah apa lagi yang kelak
akan terjadi.
Karena
pengaruh ramalan yang menghiasi fikiran manusia sehingga seluruh aktivitas
tidak lepas dari menggantungkan nasibnya kepada peramal, agenda besar yang
menjadi sebuah program pribadi ataupun daerah dan perusahaan bisa dibatalkan
karena tidak sesuai dengan ramalan dari seorang dukun, padahal sejak awal islam
mengajarkan kepada ummatnya melalui lisan Rasulullah untuk menghindari segala
yang berkaitan dengan syirik, "Barangsiapa membatalkan maksud
keperluannya karena ramalan mujur-sial maka dia telah bersyirik kepada Allah. Para
sahabatbertanya, "Apakahpenebusannya, yaRasulullah?"Beliaumenjawab,
"Ucapkanlah: "Ya Allah, tiadakebaikankecualikebaikanMu,
dantiadakesialankecuali yang Engkautimpakandantidakadailah (tuhan / yang
disembah) kecualiEngkau." (HR. Ahmad)
Nasibmanusiaditangan Allah,
hidupdanmatinyaberadadalamkekuasaan-Nya,
walaupunseluruhmanusiamerencanakanuntukmencelakakannyakalau Allah
telahmenentukanuntukselamatmakaselamatlah orang itudansebaliknyawalaupunseluruh
orang berusahauntukmenolongnya agar selamatkalau Allah
telahmentakdirkandiacelakamakatidakada orang yang
mampuuntukmenyelamatkannya.Rasulullahbersabda,"Ramalanmujur-sialadalahsyirik.
(Beliaumengulanginyatiga kali) dantiap orang
pastiterlintasdalamhatinyaperasaandemikian, tetapi Allah
menghilangkanperasaanitudenganbertawakal.(HR. Bukharidan Muslim).
Sebagai
manusia kita hanya dituntut untuk berusaha dan berdoa, usaha yang maksimal
hingga tetes keringat, tenaga dan bila perlu darah yang terakhir, do'a yang
berkali-kali dikala susah ataupun dikala senang, karena Rasulullah menyatakan
dalam hadits, barangsiapa yang berdo'a
dikala lapang dan dikala senang maka doanya akan dikabulkan dikala sempit dan
dikala susah, intinya kita bertawakkal yaitu berusaha dahulu barulah masalah
hasil keputusannya di tangan Allah, karena dalam perjuangan tidak mesti
dituntut keberhasilan tapi nilai perjuangan itu sudah dijadikan sebagai ibadah,
nasib kita di tangan Allah, baik dan buruknya nasib kita dalam genggeman-Nya,
sehingga tidak layak seorang mukmin melibatkan dukun dalam hidupnya untuk
menentukan nasibnya kedepan, selain hal itu tidak rasional juga bertentangan
dengan ketauhidan aqidah islam, wallahu a'lam
[Cubadak Solok, 28 Zulqaidah 1431.H/ 5 Nofember 2010.M]
Referensi;
1. HM.As'ad El Hafidy, Kangker Tauhid, leh Media Da'wah
Jakarta, 1990
2.
HaditsArbain An Nawawi, SofyanEfendi, HaditsWeb 3.0,
3. Al Qur'an dan terjemahannya, Depag RI, 1994/1995
3. Al Qur'an dan terjemahannya, Depag RI, 1994/1995
4. Kumpulan Ceramah Praktis, Drs. Mukhlis
Denros, 2009
5.Fiqih Quran &Hadist Swaramuslim.netOkt 2004 -
Maret 2006
Tidak ada komentar:
Posting Komentar