Selasa, 24 November 2015

22. Andai Aku Tahu Meramal Nasib Berdosa



Media yang hadirketengahmasyarakatmemuatberbagairubrikdiantaranyarubrikbintanganda, yang isinyamemberikanramalankehidupanmanusiaberdasarkanbintangkelahiran, demikian pula di pusat-pusatkeramaianadapara normal atau yang tidakmaudisebutdukunmeramalnasib orang denganmelihatgaristelapaktanganatautanda-tandakhusus yang adapada orang yang diramal, bahkandalam dialog sehari-hariketikasedangmeninjaumasadepanseseorangselaludikaitkandenganramalannasib.

Ajaran islam tidak membenarkan seorang mukmin untuk mempercayai ramalan bintang yang kesemuanya itu mengandung unsur perbuatan syaitan, ramalan bintang itu seperti yang sering ada di media massa membuat remaja dan orangtua mempercayainya, sebagai contoh orang yang mempunyai  bintang Scorpio dari  tanggal kelahiran 23 Oktober sampai 22 Nofember menyatakan; Tugas baru memerlukan konsentrasi, tak usah hiraukan mulut usil orang lain. Tetaplah pada prinsif, keuangan sangat menyenangkan, hari yang baik pada hari Rabu, jangan melakukan perjalanan pada hari Sabtu, asmara menggembirakan.

            Padahal bintang itu ditinjau dari ajaran Islam memiliki hikmah tersendiri, bintang itu gunanya untuk menjaga langit dari syaitan [Al Mulk 67;5,;"Sesungguhnya kami Telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala"

 Bintang merupakan perhiasan langit dan bintang juga petunjuk bagi manusia;"Dan dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya kami Telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (kami) kepada orang-orang yang Mengetahui" [Al An'am 6;97]

Ada beberapa julukan untuk para peramal yaitu Munajjin yaitu peramal yang menggunakan horoscop, Rasul adalah peramal yang mempergunakan goresan di pasir atau kertas, Arraf adalah peramal yang mempergunakan telapak tangan atau melihat tahi lalat dan Kahin adalah peramal yang mempergunakan sihir. Apapun namanya bahkan dizaman ini disebut dengan nama Para Normal maka tetaplah dilarang dalam islam, Rasulullah bersabda;"Siapa yang datang kepada peramal lalu menanyakan sesuatu kepadanya kemudian membenarkannya maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari" [HR. Muslim].

            Ramalan itu tak lebih dari sebuah lemparan orang buta ke tengah-tengah lapangan yang penuh dengan manusia. Kalau ada yang kena dengan lemparan itu, bukanlah karena kemahiran sibuta  tetapi karena banyaknya manusia yang berjubel di lapangan. Allah telah menentukan nasib manusia sejak masih dalam masa azali, tentang lahir dan meningalnya, tentang rezeki dan jodohnya, semua itu berada dalam kekuasaan Allah, manusia tidak ada kemampuan meramalkannya, begitu juga halnya tentang beberapa ramalan tentang akan terjadinya kiamat, yang terbaru menyatakan bahwa kiamat itu akan terjadi tahun 1012.

SuatuhariketikaRasulullahsedangberdialoqdenganparasahabatnya, tiba-tibadatanglahseoranglelakidenganpakaianputih-putihdanbertanya; "ApakahImanitu?"Rasulullahmenjawab,"Imanialahengkaupercayadanmeyakini Allah, Malaikat-Nya, hariakherat, paraRasuldanyakinadanyahariberangkit".Selanjutnya orang itubertanyalagi"Apakah Islam itu?", Rasulullahmenjawab,"Islam ialahhendaknyakamumenyembah Allah,  janganmenyekutukannya, mendirikanshalat, mengeluarkan zakat danpuasapadabulanRamadhan". Orang itubertanyalagi,"ApakahIhsan", Rasulullahmenjawab,"Hendaklahkamumenyembah Allah, seolah-olahkamumelihat-Nya, jikakamutidakmelihat-NyapastiDiamelihatmu".Orang itubertanyalagi,"KapanKiamatakanterjadi?"Rasulmenjawab,"Aku yang ditanyajugatidaktahu".
           
Ketika ditanyakan tentang kapan kiamat datang, maka Rasul menyatakan tidak tahu, karena memang berita kiamat itu tidak ada yang tahu siapapun kecuali Allah semata, Allah berfirman;”Makanya tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat yaitu kedatanganya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila hari kiamat sudah datang?” [Muhammad 47;18]

            Dari ayat di atas Allah menerangkan bahwa kiamat akan datang dengan tiba-tiba tanpa diketahui oleh siapapun dan kapanpun datangnya, dia merupakan rahasia Allah, tak seorang makhlukpun diberi tahu oleh Allah, akan tetapi Allah memberikan tanda-tanda yang mengiringi kejadian yang luar biasa.

            Orang yang kosong imannya, rusak aqidahnya, hancur kepribadiannya menjadikan ramalan nasib sesuatu yang final dalam hidupnya sehingga dia enggan untuk berusaha menentukan nasib dengan bekerja keras, sikap apatis dan jadi orang yang berfaham fatalisme, sehingga ketika ada kepentingan untuk mencari pekerjaan selalu dia pertaruhkan dari dahulu nasibnya kepada peramal, atau memulai sebuah bisnis tidak lepas dari peran peramal untuk menentukan keberuntungan apa yang akan didapat. Ramalan nasib melalui horoscop marak kita temui dimedia masa bahkan menyediakan forum khusus untuk menghadirkan para peramal guna menyingkap  keberuntungan apalagi menjelang tahun baru, ada-ada saja statemen yang muncul dari fikiran para peramal tentang kejadian yang akan dialami ummat ini, khususnya hal-hal yang akan membahayakan hidup manusia, karena negeri ini memang sarang bencana karena masyarakatnya jauh dari nilai-nilai tauhid sehingga wajar saja bencana dan musibah datang silih berganti sehingga wajar juga kalau peramal, menyebutkan musibah apa lagi yang  kelak akan terjadi.

Karena pengaruh ramalan yang menghiasi fikiran manusia sehingga seluruh aktivitas tidak lepas dari menggantungkan nasibnya kepada peramal, agenda besar yang menjadi sebuah program pribadi ataupun daerah dan perusahaan bisa dibatalkan karena tidak sesuai dengan ramalan dari seorang dukun, padahal sejak awal islam mengajarkan kepada ummatnya melalui lisan Rasulullah untuk menghindari segala yang berkaitan dengan syirik, "Barangsiapa membatalkan maksud keperluannya karena ramalan mujur-sial maka dia telah bersyirik kepada Allah. Para sahabatbertanya, "Apakahpenebusannya, yaRasulullah?"Beliaumenjawab, "Ucapkanlah: "Ya Allah, tiadakebaikankecualikebaikanMu, dantiadakesialankecuali yang Engkautimpakandantidakadailah (tuhan / yang disembah) kecualiEngkau." (HR. Ahmad)

Nasibmanusiaditangan Allah, hidupdanmatinyaberadadalamkekuasaan-Nya, walaupunseluruhmanusiamerencanakanuntukmencelakakannyakalau Allah telahmenentukanuntukselamatmakaselamatlah orang itudansebaliknyawalaupunseluruh orang berusahauntukmenolongnya agar selamatkalau Allah telahmentakdirkandiacelakamakatidakada orang yang mampuuntukmenyelamatkannya.Rasulullahbersabda,"Ramalanmujur-sialadalahsyirik. (Beliaumengulanginyatiga kali) dantiap orang pastiterlintasdalamhatinyaperasaandemikian, tetapi Allah menghilangkanperasaanitudenganbertawakal.(HR. Bukharidan Muslim).

Sebagai manusia kita hanya dituntut untuk berusaha dan berdoa, usaha yang maksimal hingga tetes keringat, tenaga dan bila perlu darah yang terakhir, do'a yang berkali-kali dikala susah ataupun dikala senang, karena Rasulullah menyatakan dalam hadits,  barangsiapa yang berdo'a dikala lapang dan dikala senang maka doanya akan dikabulkan dikala sempit dan dikala susah, intinya kita bertawakkal yaitu berusaha dahulu barulah masalah hasil keputusannya di tangan Allah, karena dalam perjuangan tidak mesti dituntut keberhasilan tapi nilai perjuangan itu sudah dijadikan sebagai ibadah, nasib kita di tangan Allah, baik dan buruknya nasib kita dalam genggeman-Nya, sehingga tidak layak seorang mukmin melibatkan dukun dalam hidupnya untuk menentukan nasibnya kedepan, selain hal itu tidak rasional juga bertentangan dengan ketauhidan aqidah islam, wallahu a'lam [Cubadak Solok, 28 Zulqaidah 1431.H/ 5 Nofember 2010.M]

Referensi;
1. HM.As'ad El Hafidy, Kangker Tauhid, leh Media Da'wah Jakarta, 1990
2. HaditsArbain An Nawawi, SofyanEfendi, HaditsWeb 3.0,
3.
Al Qur'an dan terjemahannya, Depag RI, 1994/1995
4. Kumpulan Ceramah Praktis, Drs. Mukhlis Denros, 2009
5.Fiqih Quran &Hadist  Swaramuslim.netOkt 2004 -  Maret 2006






Tidak ada komentar:

Posting Komentar