Rabu, 25 November 2015

34. Andai Aku Tahu Meninggalkan Dakwah Berdosa



Keharmonisanhidupdalammasyarakatdenganmengamalannilai-nilaiislamsangatdituntutdalam demi terujudnyamasyarakatMadaniyaitumasyarakat yang berbudaya, beraqidahtauhid, berbudipekerti  yang baikdanberamal yang shaleh, semuaituhasildaripekerjaanbesar yang dilakukanolehRasulullahmelaluida'wah yang kemudianakanberlanjutterushinggaakhirzamanmelaluilisanparaulamadanda'i, apakemaksiatandankemungkaranterlalubanyakhadir di duniainisehinggasemuaelemensepertiparapemimpin, orang yang punyakekuasaandanwewenanguntuktampilmemerangikemungkaranitu, demikian pula halnyalebih optimal lagidilakukanolehparamubalighdanda'imelaluinasehatdanpetuahnyadarisatumimbarkemimbarlainnya, sedangmasyarakatluas yang tidakpunyakekuasaan, tidakbisamenyampaikannasehatkepadaummatini, makamerekaharusmembencikemungkaranitumelaluihatinyadanberdoa agar kemungkaranitusirna.  
Dari Abu Sa’id Al-Khudrirodhiallohu ‘anhudiaberkata: AkumendengarRosulullohsholallahu ‘alaihiwasallambersabda: “Barangsiapa di antara kalian melihatsuatukemungkaranhendaklahiamengubahdengantangannya; jikatidakmampu, makadenganlisannya; jikaiamasihtidakmampu, makadenganhatinyadanituadalahselemah-lemahnyaiman.” (HR. Muslim)
Kemungkaranadalahsemua yang dinilaijelekolehsyariat, yaitu yang hukumnya haram.Kemungkaran yang diubahadalah yang terlihatmataatau yang sejajardengankedudukanmata, danmengubahnyaketikamelihatkemungkarantersebut.Kemungkaran yang tidakterlihatmatatapidiketahuimasukdalampembahasannasihat.Dan yang diubahadalahkemungkarannya.Adapunpelakunyamakamasalahtersendiri.
"Hendaklahkamuberamarma'ruf (menyuruhberbuatbaik) danbernahimungkar (melarangberbuatjahat).Kalautidak, maka Allah akanmenguasakanatasmu orang-orang yang paling jahat di antarakamu, kemudian orang-orang yang baik-baik di antarakamuberdo'adantidakdikabulkan" (do'amereka). (HR. Abu Zar)
"Wahaisegenapmanusia, menyerulahkepada yang ma'rufdancegahlahdari yang mungkarsebelumkamuberdo'akepada Allah dantidakdikabulkansertasebelumkamumemohonampunandantidakdiampuni.Amar ma'ruftidakmendekatkanajal.SesungguhnyapararobiYahudidanrahibNasraniketikamerekameninggalkanamarma'rufdannahimungkar, dilaknatoleh Allah melaluiucapannabi-nabimereka.Merekajugaditimpabencanadanmalapetaka" (HR. Ath-Thabrani)
 
"Masihtetapadadarisegolonganumatku yang menegakkanperintah Allah.Tidakmenghambatdantidakmengecewakanmereka orang-orang yang menentangnyasampaitibakeputusan Allah.Merekamasihtetapkonsisten (mantap / teguh) baikdalamsikapmaupunpendiriannya"(HR. Bukharidan Muslim)
 
"Jihad paling afdholialahmenyampaikanperkataan yang adil di hadapanpenguasa yang zalimdankejam."(HR. AththusidanAshhabussunan)

Mengubahkemungkarantidaksamadenganmenghilangkankemungkaran. Olehkarenaitutelahdikatakanmengubahkemungkaranjikatelahmengingkarinyadenganlisannyaatauhatinya, walaupuntidakmenghilangkankemungkaranitudengantangannya.

Batasankewajibanmengubahkemungkaranterikatdengankemampuanataudugaankuat.Artinya, jikaseorangmemilikikemampuanuntukmenghilangkankemungkarandengantanganmakawajibuntukmenghilangkandengantangannya.Demikianjugajikadidugakuatpengingkarandenganlisanakanberfaedahmakawajibmengingkaridenganlisannya. Adapunpengingkarandenganhatimakawajibbagisemuanya, karenasetiapmuslimpastimampuuntukmengingkaridenganhatinya. Mengingkaridenganhatinyayaitu, meyakinikeharamankemungkaran yang dialihatdanmembencinya.

            Namunbilakemungkaransudahmenjadirahasiaumum, merebakdimana-manasehinggaperbutanmaksiat, perbuatankejidansebangsanyatidakadatempat  yang kosongselainadadisitumakatunggusajalahhancurnyanegeriitudalamwaktu yang tidakterlalu lama, apalagiusahauntukmemperbaikinyamelaluida'wahtidakdikerjakanmakaakanberakhirsemuanyadengankehancuran.
Tugas da’wah itu beruntun terus, secara estafet dari masa ke masa, dari zaman ke zaman, dimana ada orang islam, dimana seseorang telah menjadi muslim, ia harus berda’wah dan beramar ma’ruf dan bernahi mungkar, sejak dari rasulullah hingga para ulama sekarang ini.

Para ulamalah yang menerima amanat, atau memikul amanat dari Allah dan Rasulullah untuk melanjutkan da’wah dengan mengembangkan islam melalui ilmunya. Orang lain berda’wah dengan hartanya, dengan tenaganya, dengan buah fikirannya tetapi para ulama adalah orang yang berda’wah dengan ilmu, harta, tenaga, fikiran, jiwa dan raganya;”Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar imannya” [Al Hujurat 49;15].

Rasulullah bersabda, ”Ulama-ulama ummatku adalah sama derajatnya dengan nabi-nabi Bani Israil”. Jika ditakdirkan hadits ini shahih, maka sesuailah artinya dengan maksud hadits yang menyatakan, ”Ulama itu adalah pewaris nabi”, bila dikatakan bahwa ulama itu pewaris para nabi maka yang diwarisinya adalah ilmunya. Bila ilmunya ulama adalah ilmunya para nabi maka tanggungjawab para nabi pada umumnya adalah amar ma’ruf nahi mungkar kepada siapapun.

Tugas seorang ulama, kiyai, ustdz, da’i dan juru da’wah atau  mubaligh tidaklah ringan karena dia sebagai obor dan teladan, tempat bertanya ummat dari segala persoalan dan tempat bersandar dari kebimbangan, dia ibarat sang dokter. Walaupun demikian, Allah memberi tugas berat kepada siapa saja yang telah menyandang predikat muslim dan da’i untuk meluruskan pandangan ummat agar berberak bersama islam dan berjalan menuju jalan Allah, dalam surat An Nahl 16;125 diterangkan;”Ajaklah manusia itu ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta beragumentasilah dengan mereka dengan cara yang baik pula”. 

Rasulullah menegaskan kepada ummatnya, ”Sampaikanlah apa yang telah anda terima dariku meskipun hanya satu ayat”. Ini menunjukkan betapa pentingnya da’wah demi keselamatan hidup manusia di dunia hingga akherat. Bahkan seorang syaikh bernama Dr. Musthafa Mashur menyatakan, ”Nahnu Du’at qabla kulli syai’” artinya kami adalah da’i sebelum menjadi sesuatu apapun.

Target da’wah secara umum yaitu terciptanya fardhul muslim, pribadi-pribadi yang komit dengan nilai-nilai islam serta siap untuk memperjuangkan kebenaran ini. Mereka adalah pribadi yang ”Salamatul fikrah” yaitu  pemikiran yang tidak terkontaminasi oleh isme yang jahiliyyah. ”Shahihul ibadah” yaitu ibadah yang hanya mengacu kepada sunnah Rasulullah, ”Salimul Aqidah” artinya aqidah yang bersih dari syirik, nifaq dan fasiq, dan ”Mathinul Khuluq” yaitu akhlak yang solid yang menjadikan Rasulullah sebagai teladannya.
Apa jadinya kelak bila tidak lagi ada orang yang mengajak kepada yang ma'ruf dan tidak lagi melarang perbuatan mungkar, otomatis da'wah telah ditinggalkan maka kecelakaan dan kehancuran akan terjadi seiring dengan bencana yang datangnya secara tiba-tiba. Banyak hal yang menyebabkan sang da'i meninggalkan da'wah diantaranya syaitan, penguasa yang zhalim, kekuatan kafir serta isme-isme lainnya, DR. Daud Rasyid dalam tulisannya Musuh dan Tantangan Dakwah [Ciber Sabili, Selasa, 13 Juli 2010 05:43  menyatakan tentang peranan besar syaitan untuk mengajak dai meninggalkan pekerjaan mulia ini. jika konsep sebuah da`wah seperti yang diukir oleh Rasulullah saw. dipastikan akan menghadapi berbagai sandungan, mulai dari kerikil kecil, hingga tembok beton. Andaikan da`wah Rasulullah saw dahulu hanya sekadar mengajarkan pembersihan jiwa kepada kaum Quraisy, niscaya tak akan ditentang oleh Abu Lahab, Abu Jahal dan sekutu-sekutunya. Namunkarenada`wah yang dibawaNabi saw itumengandungmaknaperombakantatanan, penghancuranideologidanmembangunsistembaru, sehinggakafirQuraisymati-matianmenghadangda`wahitu. Hal initidakhanyaberlakuuntukseorangNabi Muhammad saw. saja, tetapitetapberlakubagisetiap orang yang mengikutijejaknya.

Musuhbebuyutanda`wahdanda`i yang paling terdepanadalahsyaitan.Syaitanadalahmusuhlegendarisummatmanusiasejakzaman Adam a.s. Syaitantelahbersumpahkepada Allah swt. akanmenyesatkansemuamanusia, kecualihamba Allah yang beriman. Namun orang berimansekalipuntakpernahluputdarisasaransyaitan.Pengecualianituhanyakarenadisebabkanketidakmampuansyaitanmenaklukkankelompoktersebut.Dalamkonteksda`wah, syaitantampilsebagaipenggodaatasda`iuntukmenggagalkanda`wahnya.Berbagaicara yang dilakukanolehsyaitan, di antaranya: melemahkandanmementahkansemangat sang da`I agar iatidakbersungguh-sungguhdalammisinya. Kadangkalaterlintasdalampikiranda`I, da`wahiniberjalansudahsekian lama, namuntidakadaperubahanberartidalamkehidupanmasyarakat.

Sehingga yang munculberikutnyaadalahkeputusasaan, pessimisme, danfutur.Bentuk lain penggagalanda`wahsampaipadamengotorikeikhlasanniatparada`i. Ketikada`wahdiawalidenganmotivasi yang tidaklillahita`ala, makaujungdarida`wahitusudahdapatdiperhitungkan (kegagalan).Bahkanketikasebuahda`wahmengalamikesuksesan, syaitantidaktinggal diam. Iamengatakankepadasida`I, keberhasilaninisemuaadalahkarenakecerdasanmu, kepiawaianmudansegalakehebatan sang da`Idisebutnyasatupersatu. Syaitanjugaseringmenggunakansiasatpecahbelah.Sebuahorganisasida`wahseringmengalamiperpecahan, karenaperbedaanpandanganantarasesamaaktifisnya.

Dalamkasussepertiini, syaitanmenghasutmereka, danmenanamkankecurigaanantarasatudenganlainnya, sehingga rasa persaudaraandankeakrabanparapendukungda`wahmulailunturdanpadasaatnyaterputus.Untukmengantisipasihal-halsepertiinilah, da`i yang berpengalaman, menanamkankepadamad`uw-nya (obyekda`wah) semangatmahabbah (cintasesama), sikapketerbukaan/transparansi, dan rasa percayapadasesamasaudara.Inisemuamerupakanpilar-pilarpentinguntukmengkandaskanusahasyaitandalammelakukanpecahbelah.

Walaupunbagaimanatantangandakwah yang dihadapiseorangda'i, makaseharusnyadiatidakakanmundurdarigelangganginikalaumenghendakiduniaini paling tidaknegerinyalepasdaribencana, Allah tidakmengukurhasil yang dilakukanseseorangtapiperjuanganuntukitu yang menjadikannyaterlepasdaribencanadanmusibah, Wa Allahu a’lam [Cubadak Solok, 4 Zulhijjah 1431.H/ 11 Nofember 2010.M]

Referensi;
1.DrDaudRasyid, Musuh dan Tantangan Dakwah , Ciber Sabili, Selasa, 13 Juli 2010 05:43
2.Ringkasan Syarah Arba’in An-Nawawi - Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh - http://muslim.or.id Penyusun: Ustadz Abu Isa Abdulloh bin Salam (Staf Pengajar Ma’had Ihyaus Sunnah, Tasikmalaya)
3. Al Qur'an dan terjemahannya, Depag RI, 1994/1995
4. Kumpulan Ceramah Praktis, Drs. Mukhlis Denros, 2009
5.1100 HaditsTerpilih, Dr. Muhammad FaizAlmath - GemaInsani Press


Tidak ada komentar:

Posting Komentar