Manusia adalah makhluk dhaif [lemah] yang diciptakan Allah
Swt melalui proses panjang yang diawali dari terpancarnya sperma hingga bertemu
dengan sel telur pada sebuah rahim seorang wanita, selama sembilan sepuluh hari
maka terujudlah sang junior melalui
kelahiran lazimnya seorang manusia. Kehadirannya sangat lemah sekali, tidak
berdaya, bahkan rawan oleh penyakit yang dapat mengakhiri ajalnya. Melalui
seleksi alam, perawatan orangtuanya dan takdir Allah lambat laun
perkembangannya sangat menentukan eksistensinya sebagai ciptaan yang paling
bagus dibandingkan hamba Allah yang lain, sebagaimana yang digambarkan dalam surat At Tin 95;4-5”sesungguhnya Kami telah
menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .Kemudian Kami kembalikan
dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),”
Bila manusia selama perjalanan hidupnya tetap sesuai
dengan fithrah kejadian selaras kebaikan yang terimplementasikan melalui
aktivitas sehari-hari, apalagi mampu meraih derajat mulia dengan prediket taqwa
maka Allah dekat dengannya [49;13], posisinya masih layak ”ahsani taqwim”
sebaik-baik kejadian. Apabila telah melanggar aturan Allah dengan kecongkakan
dan keangkuhan maka posisinya jauh terlempar di dasar neraka jahanam ”asfala
safilin”, sebagai ujud kebencian Allah kepada mereka bahkan dapat disebut
dengan ”mukhtal fakhur” orang-orang yang angkuh, congkak, sombong atau merasa
dirinya lebih tinggi dari orang lain, baik kedudukan, keturunan, kebagusan
bentuk dan lain-lain sebagainya.
Orang yang demikian diberikan oleh Allah berbagai ancaman
yang sangat mengerikan, salah satu bentuk kesombongan itu adalah enggan
menyembah Allah atau malah sombong karena banyaknya ibadah yang dilakukan
dalam rangka mendekatkan diri kepada-Nya
[Al Mukmin;60] ”Dan
Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan
bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan
masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina."
Rasulullah menyatakan dalam hadits qudsi,”Allah Ta’ala
berfirman,”Kesombongan adalah selendang-Ku dan kebesaran adalah sarung-Ku, maka
barangsiapa menyamai-Ku salah satu dari keduanya, maka pasti Ku lemparkan ia ke
dalam jahanam dan tidak akan Ku perlihatkan lagi”{HR.Muslim, Abu Daud dan Ibnu
Majah].
Takabur atau angkuh dan sombong
itu terbagi menjadi dua, yaitu yang dalam batin dan yang tampak lahir, yang
batin ialah yang merupakan kelakuan-kelakuan yang keluar dari anggota badan.
Kelakuan – kelakuan ini amat banyak sekali bentuknya dan oleh karena itu sukar
untuk dihitung dan diperinci satu persatu. Bahaya sifat ini besar sekali sedang
kerusakan yang diakibatkannyapun sangat luar biasa hebatnya. Bagaimanakah tidak
akan besar bahayanya, sedangkan Rasululah Saw sendiri pernah bersabda,”Tidak
dapat masuk syurga seseorang yang dalam hatinya terdapat seberat debu dari
sifat ketakaburan”[HR.Muslim]
Sifat takabur ini sampai dapat tabir atau penghalang
antara seseorang yang memilikinya dengan syurga. Sebabnya tidak lain ialah karena takabur itu pulalah yang
merupakan batas pemisah antara seseorang dengan akhlak dan budi pekerti kaum
mukmin seluruhnya. Akhlak serta budi pekerti yang baik adalah merupakan
pintu-pintu syurga, sedangkan takabur itu sendiri yang menyebabkan tertutupnya
pintu-pintu tersebut.
Banyak hal yang menyebabkan seseorang takabut yaitu ilmu
pengetahuan, amalan dan ibadat, keturunan atau silsilah, karena ganteng dan
cantik, harta kekayaan, kekuatan dan ketangkasan tubuh, banyaknya pengikut,
penolong, keluarga atau kerabat dan menutupi kekurangan serta kebodohan
seseorang.
Kalau sekiranya manusia menyadari eksistensinya sebagai
hamba, segala kelebihan yang dimiliki semuanya itu dari Allah yang wajib
disyukuri, maka tidaklah layak dia untuk sombong,angkuh dan takabur. Kesadaran
inilah akhirnya menjadikannya seolah-olah lebih besar dari Tuhan yang
menciptakannya [Abasa ;17-22]
”Demikianlah
Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak
menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang
sangat kafir.
Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan dengan aman].
Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan dengan aman].
Maka
mereka berkata: "Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami", dan
mereka menganiaya diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka buah mulut dan
Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar
lagi bersyukur.
Dan
sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap
mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman.
Dan
tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami
dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa
yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.
Katakanlah:
" Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka
tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka
tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali
tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya”.
Perhatikanlah baik-baik isi ayat tersebut, Allah Ta’ala
menunjukkan sejalas-jelasnya kepada kita tentang asal kejadian manusia,
bagaimana keadaan waktu permulaannya, pertengahannya dan selanjutnya bagaimana
pula akhir penghabisannya.
Adapun permulaan manusia itu sama sekali tidak ada, tidak
ada sebutan sesuatupun mengenai makhluk manusia itu. Bertahun-tahun manusia itu
tetap tidak ada dan tidak disebut-sebut. Ini saja sudah cukup untuk disadari
betapa rendahnya. Resapkanlah dalam hati, adakah sesuatu benda yang lebih hina dari sesuatu yang
asalnya tidak ada itu.
Setelah itu Allah
berkenan untuk menciptakannya, yaitu dari suatu bahan yang amat kotor,
menjijikkan bila dilihat, keluar dari tempat memalukan untuk menyebutnya. Lalu
dari inilah Allah membuatnya menjadi segumpal darah, lalu dijadikan sekepal
daging dan akhirnya dijadikan tulang
yang dibungkus pula dengan daging. Itulah keadaan manusia pada permulaan
wujudnya. Jadi barulah ada sebutan manusia itu sesudah menempuh berbagai ragam
evolusi dengan sifat-sifatnya yang tersendiri, hall ihwalnya yang tertentu yang
semuanya itu menunjukkan kerendahan dan kehinaannya.
Memang Allah menjadikan manusia itu tidaklah terus
menjadi sempurna sejak permulaan, tetapi
sebagaimana kita maklumi pada pertama kalinya hanyalah berupa benda mati, tidak
dapat mendengar, melihat, merasa, bergerak, berbicara, mengambil, berfikir,
memeriksa dan lain-lain. Jadi sudah mati dulu sebelum hidupnya, lemah dulu sebelum kuatnya, bodoh dulu sebelum
pandainya, buta dulu sebelum memperoleh
petunjuk, miskin dulu sebelum kaya dan lemah dulu sebelum kuasanya [Imam Al
Gazali,Bimbingan Menuju Akhlak Mukmin]
Allah berfirman dalam surat An Nahl 16;22 ”Tuhan kamu adalah Tuhan Yang
Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka
mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang
sombong.”
Tersesatnya syaitan atau iblis setelah beriman dan
beribadah kepada Allah terletak pada sifat sombongnya yang luar biasa, walaupun
senior, hidup telah lama dibandingkan Adam serta banyak ibadah yang
dilakukan,akhirnya seluruh ibadah dan pengabdian selama ini sia-sia karena
keangkuhan dan enggan untuk sujud memberi hormat kepada Adam. Rupanya Allah
menilai seseorang bukan terletak kepada banyak atau sedikitnya ibadah, termasuk
sampai dimana letak ketaatan yang tanpa reserve dapat diujudkan dalam kehidupan
sehari-hari.
Kesesatan syaitan dan kutukan Allah kepadanya tidak
berhenti demikian saja, tapi dia berusaha mencari teman sebanyak-banyaknya,
dengan jalan menanamkan sifat-sifat negatif kepada manusia diantaranya sombong,
congkak dan takabur serta angkuh, penyakit ini semua adalah sarana untuk
menyesatkan manusia dari rel keimanan, bila tidak berhati-hati, sifat ini
dibudayakan atau dilestarikan maka akan tampillah pemimpin dan rakyat yang
sulit diatur, arogansinya sebagai upaya untuk menutupi kelemahan dirinya, Allah
berfirman dalam surat Yasin ; 60-61;
”Bukankah
Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah
syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu" dan
hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus”.
Namun demikian, orang-orang yang disebut mukhtal fakhur
yaitu mereka yang sombong, congkak, takabur
dan merasa tinggi, tetap berharap karunia dari Allah dengan
permohonan panjang lagi kontinyu, akan
tetapi dikala semua permintaan mereka itu berhasil cendrung berpaling, tidak
bersyukur atas nikmat tersebut [Al Isra’ 17;83] ”Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada
manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong;
dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.”
Ingin jadi hamba yang dihargai oleh manusia di bumi serta
dihormati oleh makhluk di langit, silahkan punya kelebihan dari orang lain
dalam berbagai asfek kehidupan dengan syarat jadilah orang yang tawadhu,
tinggikan diri dengan merendahkan hati insya Allah selamat.
Jauh sebelumnya Nabi Muhammad Saw,
memperingatkan ummat islam agar menghapus sifat-sifat jahiliyyah ketika ingin
berkomitmen dengan Islam, sabdanya, ”Empat
hal jahiliyyah yang masih berpengaruh pada ummatku yaitu;
1.Bangga dalam kedudukan sosial
Karena dia
seorang terpelajar sehingga menganggap tidak berarti baginya orang awam, atau
karena mempunyai kedudukan, lalu meremehkan posisi orang lain, baik kekayaan
maupun kedudukan.
2.Kesombongan dalam keturunan
Menganggap
rendah keturunan lain, seperti kata-kata membedakan, ”Anda orang Minang dan saya orang Jawa”. Saya mempunyai gelar di
masyarakat, karena keturunan yang saya terima sebagai kaum bangsawan, atau
keturunan orang-orang ningrat.
3.Meratapi orang mati
Tidak menerima
takdir dan tenggelam dalam duka atas kematian dengan berlarut-larut.
4.Meminta hujan kepada bintang
Meminta
sesuatu kepada selain dari Allah Swt. Bila dalam hati ummat islam masih
tertanam bangga yang berlebihan terhadap kedudukan sosial yang dimilikinya,
bersikap dan sombong karena keturunan, meratapi kematian kemudian meminta
sesuatu kepada yang lain, walau dia hidup dalam zaman modern, tidak ubahnya
berada dalam zaman jahiliyyah. Adapun sifat lain yang dilaksanakan pada masa
jahiliyyah yang ditentang oleh Nabi Muhammad yaitu;
Salah
satu watak jahiliyyah itu adalah sombong, yaitu kesombongan dalam keturunan.
Kesombongan itu pakaian Allah sehingga makhluk tidak diperkenankan untuk
memilikinya, bahkan Rasul menyatakan bahwa orang yang punya sedikit saja rasa
sombong maka Allah mengharamkan syurga baginya, Allah tidak menyukai orang yang
sombong;
"Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka
bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. mereka jika melihat
tiap-tiap ayat(Ku)], mereka tidak beriman kepadanya. dan jika mereka melihat
jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika
mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. yang demikian itu
adalah Karena mereka mendustakan ayat-ayat kami dan mereka selalu lalai dari
padanya.' [Al A'raf 7;146]
Kesombongan tidaklah berdiri
sendiri, dia terkait dengan kelebihan yang dimiliki seseorang,
diantaranya;
1.Ilmu Pengetahuan
Orang yang punya ilmu pengetahuan apalagi ilmu itu dia
peroleh dari sebuah perjuangan yang panjang, penuh dengan usaha dan upaya untuk
meraihnya kemudian keberhasilan diraih sehingga gelar keilmuan diraihnya, maka
orang itu cendrung sombong sebab dia mampu melawan kerasnya kehidupan dengan
kegigihan dan motivasi pribadinya.
Orang yang berilmu
punya peluang untuk sombong apalagi di
sekelilingnya banyak orang yang tidak berilmu sehingga menganggap orang
lain bodoh yang akhirnya merendahkan derajat orang. Otomatis menganggap diri
lebih mulia, lebih tinggi dan terpandang.
Nabi Musa pernahditanyaolehmuridnyatentang orang yang
paling pintarsaatitu, makadiamenjawabbahwadialah orang yang paling pintar.
Tidakbegitu lama Allah menegur Musa bahwamasihadahamba Allah yang
lebihpintardaripadanya. Musa bermaksudmencari orang tersebutdenganmuridnya yang
bernamaYusa' bin Nun.
"Dan (Ingatlah) ketika Musa
Berkatakepadamuridnya: "Akutidakakanberhenti (berjalan)
sebelumsampaikepertemuanduabuahlautan;
atauAkuakanberjalansampaibertahun-tahun".[Al Kahfi 18;60]
2.Amal Ibadah
Iblis
sebelumnya adalah seorang abid, orang yang banyak beribadah, bahkan digambarkan
dalam hadits bahwa tidak ada satu tempatpun di dunia ini semuanya sudah pernah
dipakai oleh iblis untuk sujud dan beribadah kepada Allah, itulah makanya dia tidak mau menerima
kehadiran nabi Adam karena dia sudah banyak amal ibadah yang dia kumpulkan
sedangkan Adam baru saja hadir, belum ada prestasi yang perlu dibanggakan.
Itulah makanya iblis dan pasukannya syaitan berusaha untuk menyesatkan manusia
sampai kapanpun, kerjanya menyuruh manusia berbuat keji dengan segala daya dan
upaya;
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti
langkah- langkah syaitan. barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan,
Maka Sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang
mungkar. sekiranya tidaklah Karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu
sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan
keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang
dikehendaki-Nya. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui’[An Nur 24;21]
3.Ketampanan dan
kecantikan
Karena kecantikan dan ketampanan membuat orang sombong
sehingga melanggar segala aturan Allah karena dia beranggapan dengan kecantikan
dan ketampanannya itu dia bisa berbuat apa saja dan apa maunya akan tercapai,
dengan modal paras itulah mereka mencari dan mereguk kesenangan dunia tanpa
memperhatikan dibolehkan atau dilarang agama, bahkan cendrung timbul
kesombongannya dikala berhadapan dengan orang-orang yang memiliki paras yang tidak
menarik, itulah makanya motivasi menikah menurut islam lebih diutamankan
masalah agamanya, walaupun dimotivasi oleh harta, nasab dan rupa tidaklah
dilarang.
Banyak
motive perkawinan yang menyimpang dari jalur yang sebenarnya; karena ingin
menguras hartanya sehingga setelah melarat tinggal dibuang saja, karena
terpaksa dengan kehendak orangtua dan lain-lainnya, sehingga akan sulit
terpelihara ketentraman dalam rumah tangga. Sering kita temukan rumah tangga
setiap hari tidak pernah aman dan tentram, keributan selalu terjadi, perang
mulut sampai alat rumah tangga melayang yang diakhiri dengan perceraian,
Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa yang
mengawini perempuan karena kekayaannya saja atau kecantikannya saja, maka Allah
akan memberikan kehinaan perempuan itu kepadanya” [Al Hadits].
4.Keturunan dan
silsilah
Orang akan sombong karena keturunan raja, raden, sultan
dan bangsawan, hal itu menimbulkan sikap hidup yang merasa lebih tinggi dan
lebih berharga dari orang lain sehingga tidak mau diatur oleh aturan yang
diberi Allah. Itulah makanya Abu Thalib, Abu Jahal dan tokoh-tokoh Quraisy
lainnya tidak mau masuk islam, bukan karena ajaran islam tidak baik dan benar
menurut mereka tapi karena kesombongan mereka, watak ini pula yang menjadikan
Fir’aun, Haman, Qarun dan Bal”am jauh dari ajaran tauhid yang dibawa Nabi Musa;
“Dan Fir'aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata:
"Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir Ini kepunyaanku dan (bukankah)
sungai-sungai Ini mengalir di bawahku; Maka apakah kamu tidak melihat(nya)?
Bukankah Aku lebih baik dari orang yang hina Ini dan yang hampir tidak dapat
menjelaskan (perkataannya)?”[Az Zukhruf 43;51-52]
5.Harta kekayaan
Dalam kehidupan sehari-hari, masalah harta kekayaan sering benar jadi alat
untuk menyombongkan diri walaupun dahulu orang tersebut hidupnyapun kekurangan
tapi setelah kaya dia bisa melupakan kesusahannya dengan menikmati segala
kekayaan dengan kesombongan, Ujud
kesombongan melalui harta nampak dalam hidup glamour, membeli hal yang belum
prioritas sampailah tanpa diduga akhirnya orang-orang yang sombong dengan
kekayaan itu melupakan Allah sehingga datang teguran dan azab Allah kepada
mereka.
Begitu
banyak sejarah yang terbentang di belakang kita yang dapat diambil sebagai
pelajaranj, tadinya mereka jaya dibawah berkah Allah akhirnya hancur berantakan
karena laknat Allah. Itu semua karena kekafiran dan keingkaran manusia
sebagaimana halnya kaum ’Ad, Tsamud, Bani Israil serta hancurnya negeri Saba’,
pada masa jayanya negeri ini dengan bendungan Maghribnya diperintah oleh
seorang Ratu bernama Bulqis yang akhirnya dapat ditaklukkan dan diislamkan oleh
Nabi Sulaiman. Karena tentram dan damainya negeri ini dengan kemakmuran
kehidupan penduduknya sehingga terukir dengan indahnya dalam Al Qur’an sebagai
sebutan ”Baldatun Thayibatun Warabbun
Ghafur” yaitu Negeri Yang Baik
Dibawah Ampunan Allah, sampai pada Dinasti Mahrib yang dilanjutkan oleh
raja-raja yang tidak cakap dalam memerintah, menyebabkan runtuhnya negeri Saba
’ pada tingkat yang paling rendah.
Ketika terjadi hujan yang lebat dengan terus menerus,
bendungan tersebut tidak mampu lagi menampung air yang semakin membanjir maka
akhirnya bendungan Maghrib tersebut jebol dan hancur dengan menelan korban yang
tidak sedikit dan negeri Saba’ hancur berantakan sebagai balasan atas kekufuran
mereka, dalam surat As Saba’ Allah menerangkan;
,”Maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar
yang menghancurkan segalanya dan Kami ganti kebun-kebun mereka itu dengan
kebun-kebun yang ditumbuhi pohon-pohon berbuah pahit dan semacam pohon cemara
dan sedikit pohon bidara”[As Saba’
34;16-17].
6.Jabatan dan
wewenang
Ada pendapat
yang mengatakan,"Biar Tekor asal Kesohor" artinya untuk meraih
kepopuleran dan jabatan tidak masalah kalau harta habis untuk itu, jabatan dan
wewenang yang tidak diiringi dengan iman
yang kuat cendrung berlaku sombong, ujud kesombongannya nampak pada
menyelewengkan jabatan, meremehkan orang lain, menekan bawahan dan menjilat
atasan.
Sebuah
ungkapan mengatakan, dikala seseorang punya jabatan yang paling rendah, dia
hanya mampu berkata, ”Apa makan kita
sekarang?”, sudah bisa memilih lauk pauk dan pangan untuk setiap makan,
statusnya mulai diperhitungkan orang dengan posisi dan fasilitas yang dimiliki,
diapun bertanya lain, ”Makan dimana kita
sekarang ?”, tidak puas hanya menikmati masakan isteri tersayang, tapi
rumah makan dan restoran silih berganti jadi langganannya, dia sudah bisa
memilih rumah makan model apa yang harus dikunjungi untuk pejabat seperti dia.
Bukan itu
saja, saat posisi itu betul-betul kuat, titelnya membuat orang takut,
jabatannya membuat orang salud, diapun bertindah sewenang-wenang dengan
mengatakan, ”Makan siapa kita sekarang?”, tidak masalah walaupun rakyat kecil
yang didera oleh kesusahan dan kepedihan hidup jadi sasaran tembaknya. Itulah
gambarannya arogansi kekuasaan yang tidak dikendalikan oleh iman, bangsa
sendiri dimakan, bila perlu anak kemenakan sendiri ditelan demi kekuasaan.
7.Kekuatan dan
ketangkasan
Kemampuan manusia dan ketangkasannya tidaklah sama sehingga kekuatan dan
ketangkasan bisa menjadikan seseorang sombong, bila ketangkasan digunakan untuk
membela kebenaran dan menegakkan agama Allah maka hal itu dibenarkan tapi
cendrung ketangkasan digunakan untuk berbuat diluar aturan islam.
Rasulullah senang dengan ummatnya yang punya kekuatan dan
ketangkasan, itulah makanya pendidikan sejak awal disampaikan beliau agar
diajarkan kepada anak dengan pandai memanah, berenang dan berkuda. Seharusnya
kekuatan dan ketangkasan yang kita miliki tidak dibanggakan dengan kesombongan
yang iseng tapi kesombongan untuk menghadapi orang-orang kafir, fasiq dan
zhalim melalui jihad fi sabilillah.
Doktor Abdullah Azzam seorang motor jihad di Afghanistan yang syahid bersama dua orang anak
lelakinya, pernah menyatakan kepada keluarga muslim,”Jadikanlah keluargamu
seperti sarang harimau sehingga ditakuti oleh musuh-musuhmu, jangan kau jadikan
sebagai sarang domba niscaya dia akan diterkam srigala”, artinya rumah tangga
muslim sejak awal sudah mempersiapkan kandidat mujahid dalam keluarganya yang
siap dikirim ke medan jihad kapan dibutuhkan. Allahpun sejak risalah ini
diturunkan telah menyampaikan agar ummat ini siap siaga menghadapi segala kemungkinan yang
merongrong kewibawaan islam;
Dan siapkanlah untuk menghadapi
mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat
untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan
musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang
Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan
dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”[Al
Anfal 8;60]
8.Banyak pengikut,
penolong dan kerabat
Banyak pengikut, penolong dan kerabat bisa menjadikan orang sombong sehingga
merendahkan orang lain, karena mereka merasa aman dari segala gangguan orang
lain, dia punya prajurit yang bisa mengerjakan pekerjaan apa saja semua bisa
dikerahkan, dengan banyak kerabat dia tidak merasa canggung untuk pergi
kemanapun sebab sudah ada orang yang siap menolong dan mendukungnya.
Namun jumlah yang banyak apalagi dengan kesombongan dapat
dikalahkan oleh jumlah yang sedikit, sebagai mana perang Uhud, setelah menang
dalam perang Badr ada rasa bangga di hati ummat islam sehingga perang Uhud agak
diabaikan, waktu Rasul memberi nasehat agar pasukan pemanah yang ada di atas
bukit jangan meninggalkan lokasi sebelum perang usai, perang masih berkecamuk
dengan dahsyatnya sudah nampak tanda-tanda kemenangan itu, musuh banyak yang
tewas dan ghanimah sudah berjatuhan di bawah bukit, keyakinan yang bercampur
baur dengan kesombongan akhirnya mereka meninggalkan bukit, saat itulah Khalid
bin Walid dari balik bukit dengan kekuatan pasukannya menghantam pertahanan
ummat islam sehingga perang itu berakhir dengan kekalahan ummat islam, perang Tabuk juga demikian, ummat islam
yang ketika itu jumlah mereka sudah banyak dengan perlengkapan senjata
yang cukup memadai, karena kesombongan
mereka yakin akan menang tapi akhirnya kucar kacir dihantam pasukan kafir.
Sombong
tidaklah berdiri sendiri demikian saja, orang yang punya watak ini tidaklah
aman dari kemurkaan Allah, karena sebagai hamba apa yang dapat dibanggakan
sebab semua adalah titipan Allah semata, adapun akibat-akibat sombong itu
adalah;
1.Menerima siksa dari Allah
Karena kesombongan itu merendahkan orang lain padahal
manusia dihadapan Allah sama saja kecuali karena nilai taqwanya, dan merasa
lebih dari orang lain adalah sikap yang tidak terpuji maka kelak mereka akan
menerima siksa dari Allah
"Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh,
Maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian
dari karunia-Nya. adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, Maka
Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan
memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari pada
Allah" [An Nisa' 4;173].
2.Amalnya sia-sia
Bagaimanapun kebaikan dan amal yang diliki sangat banyak tapi
dibangga-banggakan bahkan disombongkan kepada manusia maka amal itu akan
sia-sia sebab keshalehan amal seseorang harus diujudkan dalam ketundukan dan
tawadhu'. Amal yang sia-sia karena sombong
akan mengantar seseorang ke neraka.
"Sesungguhnya orang-orang yang
mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali
tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka
masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah kami memberi
pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan" [Al A'raf 7;40]
3.Kekal dalam neraka
Kesombongan tidak hanya masuk neraka saja karena amal sia-sia tapi dalam nerakapun mereka tidak sebentar
bahkan kekal di dalamnya, hanya izin Allah dan Syafaat dari Rasulullah saja
mereka akan keluar dari neraka itu.
"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan
menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka
kekal di dalamnya'' [Al A'raf 7;36]
Begitu banyaknya resiko watak sombong bagi kehidupan
kita, maka sebaiknya janganlah dipelihara ke sombongan itu, sombong itu adalah
pakaian Allah sedangkan manusia hanya makhluk yang menyandarkan seluruh
hidupnya dari kemahagagahan Allah semata, wallahu a'lam. [Cubadak Solok, 15
Ramadhan 1431.H/ 25 Agustus 2010].
Tidak ada komentar:
Posting Komentar