Selasa, 24 November 2015

21. Andai Aku Tahu Sombong Itu Berdosa



Manusia adalah makhluk dhaif [lemah] yang diciptakan Allah Swt melalui proses panjang yang diawali dari terpancarnya sperma hingga bertemu dengan sel telur pada sebuah rahim seorang wanita, selama sembilan sepuluh hari maka   terujudlah sang junior melalui kelahiran lazimnya seorang manusia. Kehadirannya sangat lemah sekali, tidak berdaya, bahkan rawan oleh penyakit yang dapat mengakhiri ajalnya. Melalui seleksi alam, perawatan orangtuanya dan takdir Allah lambat laun perkembangannya sangat menentukan eksistensinya sebagai ciptaan yang paling bagus dibandingkan hamba Allah yang lain, sebagaimana yang  digambarkan dalam surat At Tin 95;4-5”sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),”

            Bila manusia selama perjalanan hidupnya tetap sesuai dengan fithrah kejadian selaras kebaikan yang terimplementasikan melalui aktivitas sehari-hari, apalagi mampu meraih derajat mulia dengan prediket taqwa maka Allah dekat dengannya [49;13], posisinya masih layak ”ahsani taqwim” sebaik-baik kejadian. Apabila telah melanggar aturan Allah dengan kecongkakan dan keangkuhan maka posisinya jauh terlempar di dasar neraka jahanam ”asfala safilin”, sebagai ujud kebencian Allah kepada mereka bahkan dapat disebut dengan ”mukhtal fakhur” orang-orang yang angkuh, congkak, sombong atau merasa dirinya lebih tinggi dari orang lain, baik kedudukan, keturunan, kebagusan bentuk dan lain-lain sebagainya.

            Orang yang demikian diberikan oleh Allah berbagai ancaman yang sangat mengerikan, salah satu bentuk kesombongan itu adalah enggan menyembah Allah atau malah sombong karena banyaknya ibadah yang dilakukan dalam  rangka mendekatkan diri kepada-Nya [Al Mukmin;60] ”Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina."

            Rasulullah menyatakan dalam hadits qudsi,”Allah Ta’ala berfirman,”Kesombongan adalah selendang-Ku dan kebesaran adalah sarung-Ku, maka barangsiapa menyamai-Ku salah satu dari keduanya, maka pasti Ku lemparkan ia ke dalam jahanam dan tidak akan Ku perlihatkan lagi”{HR.Muslim, Abu Daud dan Ibnu Majah].

Takabur atau angkuh dan sombong itu terbagi menjadi dua, yaitu yang dalam batin dan yang tampak lahir, yang batin ialah yang merupakan kelakuan-kelakuan yang keluar dari anggota badan. Kelakuan – kelakuan ini amat banyak sekali bentuknya dan oleh karena itu sukar untuk dihitung dan diperinci satu persatu. Bahaya sifat ini besar sekali sedang kerusakan yang diakibatkannyapun sangat luar biasa hebatnya. Bagaimanakah tidak akan besar bahayanya, sedangkan Rasululah Saw sendiri pernah bersabda,”Tidak dapat masuk syurga seseorang yang dalam hatinya terdapat seberat debu dari sifat ketakaburan”[HR.Muslim]

            Sifat takabur ini sampai dapat tabir atau penghalang antara seseorang yang memilikinya dengan syurga. Sebabnya tidak lain  ialah karena takabur itu pulalah yang merupakan batas pemisah antara seseorang dengan akhlak dan budi pekerti kaum mukmin seluruhnya. Akhlak serta budi pekerti yang baik adalah merupakan pintu-pintu syurga, sedangkan takabur itu sendiri yang menyebabkan tertutupnya pintu-pintu tersebut.
           
            Banyak hal yang menyebabkan seseorang takabut yaitu ilmu pengetahuan, amalan dan ibadat, keturunan atau silsilah, karena ganteng dan cantik, harta kekayaan, kekuatan dan ketangkasan tubuh, banyaknya pengikut, penolong, keluarga atau kerabat dan menutupi kekurangan serta kebodohan seseorang.

            Kalau sekiranya manusia menyadari eksistensinya sebagai hamba, segala kelebihan yang dimiliki semuanya itu dari Allah yang wajib disyukuri, maka tidaklah layak dia untuk sombong,angkuh dan takabur. Kesadaran inilah akhirnya menjadikannya seolah-olah lebih besar dari Tuhan yang menciptakannya [Abasa ;17-22]
            ”Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir.
            Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan dengan aman].
            Maka mereka berkata: "Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami", dan mereka menganiaya diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.
            Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman.
            Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.
            Katakanlah: " Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya”.

            Perhatikanlah baik-baik isi ayat tersebut, Allah Ta’ala menunjukkan sejalas-jelasnya kepada kita tentang asal kejadian manusia, bagaimana keadaan waktu permulaannya, pertengahannya dan selanjutnya bagaimana pula akhir penghabisannya.

            Adapun permulaan manusia itu sama sekali tidak ada, tidak ada sebutan sesuatupun mengenai makhluk manusia itu. Bertahun-tahun manusia itu tetap tidak ada dan tidak disebut-sebut. Ini saja sudah cukup untuk disadari betapa rendahnya. Resapkanlah dalam hati, adakah sesuatu  benda yang lebih hina dari sesuatu yang asalnya tidak ada itu.

            Setelah itu Allah  berkenan untuk menciptakannya, yaitu dari suatu bahan yang amat kotor, menjijikkan bila dilihat, keluar dari tempat memalukan untuk menyebutnya. Lalu dari inilah Allah membuatnya menjadi segumpal darah, lalu dijadikan sekepal daging dan  akhirnya dijadikan tulang yang dibungkus pula dengan daging. Itulah keadaan manusia pada permulaan wujudnya. Jadi barulah ada sebutan manusia itu sesudah menempuh berbagai ragam evolusi dengan sifat-sifatnya yang tersendiri, hall ihwalnya yang tertentu yang semuanya itu menunjukkan kerendahan dan kehinaannya.

            Memang Allah menjadikan manusia itu tidaklah terus menjadi sempurna sejak permulaan,  tetapi sebagaimana kita maklumi pada pertama kalinya hanyalah berupa benda mati, tidak dapat mendengar, melihat, merasa, bergerak, berbicara, mengambil, berfikir, memeriksa dan lain-lain. Jadi sudah mati dulu sebelum hidupnya, lemah dulu  sebelum kuatnya, bodoh dulu sebelum pandainya, buta  dulu sebelum memperoleh petunjuk, miskin dulu sebelum kaya dan lemah dulu sebelum kuasanya [Imam Al Gazali,Bimbingan Menuju Akhlak Mukmin]

            Allah berfirman dalam surat An Nahl 16;22 ”Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong.”

            Tersesatnya syaitan atau iblis setelah beriman dan beribadah kepada Allah terletak pada sifat sombongnya yang luar biasa, walaupun senior, hidup telah lama dibandingkan Adam serta banyak ibadah yang dilakukan,akhirnya seluruh ibadah dan pengabdian selama ini sia-sia karena keangkuhan dan enggan untuk sujud memberi hormat kepada Adam. Rupanya Allah menilai seseorang bukan terletak kepada banyak atau sedikitnya ibadah, termasuk sampai dimana letak ketaatan yang tanpa reserve dapat diujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

            Kesesatan syaitan dan kutukan Allah kepadanya tidak berhenti demikian saja, tapi dia berusaha mencari teman sebanyak-banyaknya, dengan jalan menanamkan sifat-sifat negatif kepada manusia diantaranya sombong, congkak dan takabur serta angkuh, penyakit ini semua adalah sarana untuk menyesatkan manusia dari rel keimanan, bila tidak berhati-hati, sifat ini dibudayakan atau dilestarikan maka akan tampillah pemimpin dan rakyat yang sulit diatur, arogansinya sebagai upaya untuk menutupi kelemahan dirinya, Allah berfirman dalam surat Yasin ; 60-61;
            ”Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu" dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus”.

            Namun demikian, orang-orang yang disebut mukhtal fakhur yaitu mereka yang sombong, congkak, takabur  dan merasa tinggi, tetap berharap karunia dari Allah dengan permohonan  panjang lagi kontinyu, akan tetapi dikala semua permintaan mereka itu berhasil cendrung berpaling, tidak bersyukur atas nikmat tersebut [Al Isra’ 17;83] ”Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.”

            Ingin jadi hamba yang dihargai oleh manusia di bumi serta dihormati oleh makhluk di langit, silahkan punya kelebihan dari orang lain dalam berbagai asfek kehidupan dengan syarat jadilah orang yang tawadhu, tinggikan diri dengan merendahkan hati insya Allah selamat.


Jauh sebelumnya Nabi Muhammad Saw, memperingatkan ummat islam agar menghapus sifat-sifat jahiliyyah ketika ingin berkomitmen dengan Islam, sabdanya, ”Empat hal jahiliyyah yang masih berpengaruh pada ummatku yaitu;

1.Bangga dalam kedudukan sosial
Karena dia seorang terpelajar sehingga menganggap tidak berarti baginya orang awam, atau karena mempunyai kedudukan, lalu meremehkan posisi orang lain, baik kekayaan maupun kedudukan.

2.Kesombongan dalam keturunan
Menganggap rendah keturunan lain, seperti kata-kata membedakan, ”Anda orang Minang dan saya orang Jawa”. Saya mempunyai gelar di masyarakat, karena keturunan yang saya terima sebagai kaum bangsawan, atau keturunan orang-orang ningrat.

3.Meratapi orang mati
      Tidak menerima takdir dan tenggelam dalam duka atas kematian dengan berlarut-larut.

4.Meminta hujan kepada bintang
Meminta sesuatu kepada selain dari Allah Swt. Bila dalam hati ummat islam masih tertanam bangga yang berlebihan terhadap kedudukan sosial yang dimilikinya, bersikap dan sombong karena keturunan, meratapi kematian kemudian meminta sesuatu kepada yang lain, walau dia hidup dalam zaman modern, tidak ubahnya berada dalam zaman jahiliyyah. Adapun sifat lain yang dilaksanakan pada masa jahiliyyah yang ditentang oleh Nabi Muhammad yaitu;

            Salah satu watak jahiliyyah itu adalah sombong, yaitu kesombongan dalam keturunan. Kesombongan itu pakaian Allah sehingga makhluk tidak diperkenankan untuk memilikinya, bahkan Rasul menyatakan bahwa orang yang punya sedikit saja rasa sombong maka Allah mengharamkan syurga baginya, Allah tidak menyukai orang yang sombong;

"Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku)], mereka tidak beriman kepadanya. dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus memenempuhnya. yang demikian itu adalah Karena mereka mendustakan ayat-ayat kami dan mereka selalu lalai dari padanya.' [Al A'raf 7;146]

            Kesombongan tidaklah berdiri  sendiri, dia terkait dengan kelebihan yang dimiliki seseorang, diantaranya;

1.Ilmu Pengetahuan
            Orang yang punya ilmu pengetahuan apalagi ilmu itu dia peroleh dari sebuah perjuangan yang panjang, penuh dengan usaha dan upaya untuk meraihnya kemudian keberhasilan diraih sehingga gelar keilmuan diraihnya, maka orang itu cendrung sombong sebab dia mampu melawan kerasnya kehidupan dengan kegigihan dan motivasi pribadinya.
Orang yang berilmu punya peluang untuk sombong apalagi di  sekelilingnya banyak orang yang tidak berilmu sehingga menganggap orang lain bodoh yang akhirnya merendahkan derajat orang. Otomatis menganggap diri lebih mulia, lebih tinggi dan terpandang.
Nabi Musa pernahditanyaolehmuridnyatentang orang yang paling pintarsaatitu, makadiamenjawabbahwadialah orang yang paling pintar. Tidakbegitu lama Allah menegur Musa bahwamasihadahamba Allah yang lebihpintardaripadanya. Musa bermaksudmencari orang tersebutdenganmuridnya yang bernamaYusa' bin Nun.
           
"Dan (Ingatlah) ketika Musa Berkatakepadamuridnya: "Akutidakakanberhenti (berjalan) sebelumsampaikepertemuanduabuahlautan; atauAkuakanberjalansampaibertahun-tahun".[Al Kahfi 18;60]

2.Amal Ibadah
Iblis sebelumnya adalah seorang abid, orang yang banyak beribadah, bahkan digambarkan dalam hadits bahwa tidak ada satu tempatpun di dunia ini semuanya sudah pernah dipakai oleh iblis untuk sujud dan beribadah kepada Allah,  itulah makanya dia tidak mau menerima kehadiran nabi Adam karena dia sudah banyak amal ibadah yang dia kumpulkan sedangkan Adam baru saja hadir, belum ada prestasi yang perlu dibanggakan. Itulah makanya iblis dan pasukannya syaitan berusaha untuk menyesatkan manusia sampai kapanpun, kerjanya menyuruh manusia berbuat keji dengan segala daya dan upaya;

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, Maka Sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. sekiranya tidaklah Karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui’[An Nur 24;21]

3.Ketampanan dan kecantikan
            Karena kecantikan dan ketampanan membuat orang sombong sehingga melanggar segala aturan Allah karena dia beranggapan dengan kecantikan dan ketampanannya itu dia bisa berbuat apa saja dan apa maunya akan tercapai, dengan modal paras itulah mereka mencari dan mereguk kesenangan dunia tanpa memperhatikan dibolehkan atau dilarang agama, bahkan cendrung timbul kesombongannya dikala berhadapan dengan orang-orang yang memiliki paras yang tidak menarik, itulah makanya motivasi menikah menurut islam lebih diutamankan masalah agamanya, walaupun dimotivasi oleh harta, nasab dan rupa tidaklah dilarang.

Banyak motive perkawinan yang menyimpang dari jalur yang sebenarnya; karena ingin menguras hartanya sehingga setelah melarat tinggal dibuang saja, karena terpaksa dengan kehendak orangtua dan lain-lainnya, sehingga akan sulit terpelihara ketentraman dalam rumah tangga. Sering kita temukan rumah tangga setiap hari tidak pernah aman dan tentram, keributan selalu terjadi, perang mulut sampai alat rumah tangga melayang yang diakhiri dengan perceraian, Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa yang mengawini perempuan karena kekayaannya saja atau kecantikannya saja, maka Allah akan memberikan kehinaan perempuan itu kepadanya” [Al Hadits].

4.Keturunan dan silsilah
            Orang akan sombong karena keturunan raja, raden, sultan dan bangsawan, hal itu menimbulkan sikap hidup yang merasa lebih tinggi dan lebih berharga dari orang lain sehingga tidak mau diatur oleh aturan yang diberi Allah. Itulah makanya Abu Thalib, Abu Jahal dan tokoh-tokoh Quraisy lainnya tidak mau masuk islam, bukan karena ajaran islam tidak baik dan benar menurut mereka tapi karena kesombongan mereka, watak ini pula yang menjadikan Fir’aun, Haman, Qarun dan Bal”am jauh dari ajaran tauhid yang dibawa Nabi Musa;

“Dan Fir'aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata: "Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir Ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai Ini mengalir di bawahku; Maka apakah kamu tidak melihat(nya)? Bukankah Aku lebih baik dari orang yang hina Ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?”[Az Zukhruf 43;51-52]

5.Harta kekayaan
            Dalam kehidupan sehari-hari, masalah harta kekayaan sering benar jadi alat untuk menyombongkan diri walaupun dahulu orang tersebut hidupnyapun kekurangan tapi setelah kaya dia bisa melupakan kesusahannya dengan menikmati segala kekayaan dengan kesombongan,  Ujud kesombongan melalui harta nampak dalam hidup glamour, membeli hal yang belum prioritas sampailah tanpa diduga akhirnya orang-orang yang sombong dengan kekayaan itu melupakan Allah sehingga datang teguran dan azab Allah kepada mereka.

Begitu banyak sejarah yang terbentang di belakang kita yang dapat diambil sebagai pelajaranj, tadinya mereka jaya dibawah berkah Allah akhirnya hancur berantakan karena laknat Allah. Itu semua karena kekafiran dan keingkaran manusia sebagaimana halnya kaum ’Ad, Tsamud, Bani Israil serta hancurnya negeri Saba’, pada masa jayanya negeri ini dengan bendungan Maghribnya diperintah oleh seorang Ratu bernama Bulqis yang akhirnya dapat ditaklukkan dan diislamkan oleh Nabi Sulaiman. Karena tentram dan damainya negeri ini dengan kemakmuran kehidupan penduduknya sehingga terukir dengan indahnya dalam Al Qur’an sebagai sebutan ”Baldatun Thayibatun Warabbun Ghafur” yaitu Negeri Yang Baik Dibawah Ampunan Allah, sampai pada Dinasti Mahrib yang dilanjutkan oleh raja-raja yang tidak cakap dalam memerintah, menyebabkan runtuhnya negeri Saba ’ pada tingkat yang paling rendah. 

            Ketika terjadi hujan yang lebat dengan terus menerus, bendungan tersebut tidak mampu lagi menampung air yang semakin membanjir maka akhirnya bendungan Maghrib tersebut jebol dan hancur dengan menelan korban yang tidak sedikit dan negeri Saba’ hancur berantakan sebagai balasan atas kekufuran mereka, dalam surat As Saba’ Allah menerangkan;

,”Maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar yang menghancurkan segalanya dan Kami ganti kebun-kebun mereka itu dengan kebun-kebun yang ditumbuhi pohon-pohon berbuah pahit dan semacam pohon cemara dan sedikit pohon bidara”[As Saba’ 34;16-17].

6.Jabatan dan wewenang
Ada pendapat yang mengatakan,"Biar Tekor asal Kesohor" artinya untuk meraih kepopuleran dan jabatan tidak masalah kalau harta habis untuk itu, jabatan dan wewenang  yang tidak diiringi dengan iman yang kuat cendrung berlaku sombong, ujud kesombongannya nampak pada menyelewengkan jabatan, meremehkan orang lain, menekan bawahan dan menjilat atasan.

Sebuah ungkapan mengatakan, dikala seseorang punya jabatan yang paling rendah, dia hanya mampu berkata, ”Apa makan kita sekarang?”, sudah bisa memilih lauk pauk dan pangan untuk setiap makan, statusnya mulai diperhitungkan orang dengan posisi dan fasilitas yang dimiliki, diapun bertanya lain, ”Makan dimana kita sekarang ?”, tidak puas hanya menikmati masakan isteri tersayang, tapi rumah makan dan restoran silih berganti jadi langganannya, dia sudah bisa memilih rumah makan model apa yang harus dikunjungi untuk pejabat seperti dia.

Bukan itu saja, saat posisi itu betul-betul kuat, titelnya membuat orang takut, jabatannya membuat orang salud, diapun bertindah sewenang-wenang dengan mengatakan, ”Makan siapa kita sekarang?”, tidak masalah walaupun rakyat kecil yang didera oleh kesusahan dan kepedihan hidup jadi sasaran tembaknya. Itulah gambarannya arogansi kekuasaan yang tidak dikendalikan oleh iman, bangsa sendiri dimakan, bila perlu anak kemenakan sendiri ditelan demi kekuasaan.

7.Kekuatan dan ketangkasan
            Kemampuan manusia dan ketangkasannya tidaklah sama sehingga kekuatan dan ketangkasan bisa menjadikan seseorang sombong, bila ketangkasan digunakan untuk membela kebenaran dan menegakkan agama Allah maka hal itu dibenarkan tapi cendrung ketangkasan digunakan untuk berbuat diluar aturan islam.

            Rasulullah senang dengan ummatnya yang punya kekuatan dan ketangkasan, itulah makanya pendidikan sejak awal disampaikan beliau agar diajarkan kepada anak dengan pandai memanah, berenang dan berkuda. Seharusnya kekuatan dan ketangkasan yang kita miliki tidak dibanggakan dengan kesombongan yang iseng tapi kesombongan untuk menghadapi orang-orang kafir, fasiq dan zhalim melalui jihad fi sabilillah.

Doktor Abdullah Azzam seorang motor jihad di Afghanistan yang syahid bersama dua orang anak lelakinya, pernah menyatakan kepada keluarga muslim,”Jadikanlah keluargamu seperti sarang harimau sehingga ditakuti oleh musuh-musuhmu, jangan kau jadikan sebagai sarang domba niscaya dia akan diterkam srigala”, artinya rumah tangga muslim sejak awal sudah mempersiapkan kandidat mujahid dalam keluarganya yang siap dikirim ke medan jihad kapan dibutuhkan. Allahpun sejak risalah ini diturunkan telah menyampaikan agar ummat ini siap  siaga menghadapi segala kemungkinan yang merongrong kewibawaan islam;

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”[Al Anfal 8;60]

8.Banyak pengikut, penolong dan kerabat
            Banyak pengikut, penolong dan kerabat  bisa menjadikan orang sombong sehingga merendahkan orang lain, karena mereka merasa aman dari segala gangguan orang lain, dia punya prajurit yang bisa mengerjakan pekerjaan apa saja semua bisa dikerahkan, dengan banyak kerabat dia tidak merasa canggung untuk pergi kemanapun sebab sudah ada orang yang siap menolong dan mendukungnya.

            Namun jumlah yang banyak apalagi dengan kesombongan dapat dikalahkan oleh jumlah yang sedikit, sebagai mana perang Uhud, setelah menang dalam perang Badr ada rasa bangga di hati ummat islam sehingga perang Uhud agak diabaikan, waktu Rasul memberi nasehat agar pasukan pemanah yang ada di atas bukit jangan meninggalkan lokasi sebelum perang usai, perang masih berkecamuk dengan dahsyatnya sudah nampak tanda-tanda kemenangan itu, musuh banyak yang tewas dan ghanimah sudah berjatuhan di bawah bukit, keyakinan yang bercampur baur dengan kesombongan akhirnya mereka meninggalkan bukit, saat itulah Khalid bin Walid dari balik bukit dengan kekuatan pasukannya menghantam pertahanan ummat islam sehingga perang itu berakhir dengan kekalahan ummat islam,    perang Tabuk juga demikian, ummat islam yang ketika itu jumlah mereka sudah banyak dengan perlengkapan senjata yang  cukup memadai, karena kesombongan mereka yakin akan menang tapi akhirnya kucar kacir dihantam pasukan kafir.

Sombong tidaklah berdiri sendiri demikian saja, orang yang punya watak ini tidaklah aman dari kemurkaan Allah, karena sebagai hamba apa yang dapat dibanggakan sebab semua adalah titipan Allah semata, adapun akibat-akibat sombong itu adalah;

1.Menerima siksa dari Allah                                                        
            Karena kesombongan itu merendahkan orang lain padahal manusia dihadapan Allah sama saja kecuali karena nilai taqwanya, dan merasa lebih dari orang lain adalah sikap yang tidak terpuji maka kelak mereka akan menerima siksa dari Allah

"Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, Maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, Maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari pada Allah" [An Nisa' 4;173].


2.Amalnya sia-sia
            Bagaimanapun kebaikan dan amal yang diliki sangat banyak tapi dibangga-banggakan bahkan disombongkan kepada manusia maka amal itu akan sia-sia sebab keshalehan amal seseorang harus diujudkan dalam ketundukan dan tawadhu'. Amal yang sia-sia karena sombong  akan mengantar seseorang ke neraka.

"Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan" [Al A'raf 7;40]

3.Kekal dalam neraka
            Kesombongan tidak hanya masuk neraka saja karena amal sia-sia  tapi dalam nerakapun mereka tidak sebentar bahkan kekal di dalamnya, hanya izin Allah dan Syafaat dari Rasulullah saja mereka akan keluar dari neraka itu.

"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya'' [Al A'raf 7;36]

Begitu banyaknya resiko watak sombong bagi kehidupan kita, maka sebaiknya janganlah dipelihara ke sombongan itu, sombong itu adalah pakaian Allah sedangkan manusia hanya makhluk yang menyandarkan seluruh hidupnya dari kemahagagahan Allah semata, wallahu a'lam. [Cubadak Solok, 15 Ramadhan 1431.H/ 25 Agustus 2010]. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar