Selasa, 24 November 2015

17. Andai AkuTahu Kufur Nikmat Berdosa



Terlalubanyaknikmat yang sudahdilimpahkan Allah kepadamanusia di duniaini, bilaadaupayauntukmenghitungnyamakasungguhtidakterhitungsudahberapanikmattersebutkitareguk, makakewajibankitauntukmengembalikandanmembalasnikmatitudengansyukurkepadaPemberinikmatyaitu Allah SWT.Bersyukurkepada Allah jugadiiringiberterimakasihkepadakeduaorangtuakarenademikianmulianyaorangtuadalampandanganislamkarenaorangtuasudahberupayauntukmengandung, mendidikdanmembesarkandengansukadanduka. Namuntidaklahditerima rasa terimakasihseseorangbilamelupakanbersyukurkepadaAllah;"Dan kami perintahkankepadamanusia (berbuatbaik) kepadadua orang ibu- bapanya; ibunyaTelahmengandungnyadalamkeadaanlemah yang bertambah- tambah, danmenyapihnyadalamduatahun.bersyukurlahkepadakudankepadadua orang ibubapakmu, Hanyakepada-Kulahkembalimu" [Lukman 31;14]

Memangtidaksamarezeki yang diterimaolehsemuamanusia, halitusudahmenjadirahasia Allah sejakzamanazali, manusiahanyapunyakewajibanuntukberusahamengaisrezeki, bilamendapatkan yang banyakmakawajibbersyukurdanbilamendapatkankekuranganmakabersabar, Dari Abu HurairahRadliyallaahu 'anhubahwaRasulullahShallallaahu 'alaihiwaSallambersabda: "Lihatlah orang yang berada di bawahmudanjanganmelihat orang yang berada di atasmukarenahalitulebihpatut agar engkausekaliantiakmenganggaprendahnikmat Allah yang telahdiberikankepadamu." MuttafaqAlaihi.

Ternyatakelebihanhartadariseseorangkarenamendapatnikmatdari Allah tidakbolehmenimbulkan rasa irisebabakanmenjadikankitameremehkannikmat yang diberikan Allah, yang dibolehkankitairiadalahketikaseseorangbanyakamalibadahnya, sehinggaterangsanguntukmelakukanibadahlebihbaiklagi.   Duahalapabiladimilikiolehseseorangdiadicatatoleh Allah sebagai orang yang bersyukurdansabar.Dalamurusan agama (ilmudanibadah) diamelihatkepada yang lebihtinggilalumenirudanmencontohnya.Dalamurusanduniadiamelihatkepada yang lebihbawah, lalubersyukurkepada Allah bahwadiamasihdiberikelebihan. (HR. Tirmidzi)

Namunkadangkalamanusiatidakmenyadarinikmat yang diberikan Allah kepadnyakarenahalitudianggapbiasasajadansudah lama dinikmati, tapisetelahhilangbarulahterasabahwanikmatitupentingsekali,"Ada duakenikmatan yang membuatbanyak orang terpedayayakninikmatsehatdanwaktusenggang (Artinya, saat-saatsehatdanwaktusenggang / luang orang seringmenggunakannyauntukmelakukanperbuatan yang sia-siadanterlarang). (HR. Bukhari)

            Bilanikmat yang diberikan Allah itutidakdisyukuribahkandikufurimakaadaefek lain yang akandirasakannyaapalagitidakmembayarkanhak-hak orang atasnikmatitusebagaimana yang disabdakanolehRasulllah,  "MembesarnyakenikmatanAllah bagiseseorangadalahbertambahbanyaknyakebutuhan orang kepadanya (banyakdibutuhkan orang). Tetapibarangsiapaengganmemenuhikebutuhan-kebutuhan orang-orang itumakadiatelahmembiarkankenikmatanitulenyap."(HR. Al-Baihaqi)

"Dan (ingatlahjuga), tatkalaTuhanmumemaklumkan; "Sesungguhnyajikakamubersyukur, pasti kami akanmenambah (nikmat) kepadamu, danjikakamumengingkari (nikmat-Ku), MakaSesungguhnyaazab-Ku sangatpedih".

Bukanlahsyukurnamanyabilanikmat yang diberikan Allah digunakanuntukhal-hal yang tidakadamanfaatnyaapalagijelas-jelasmendatangkanmudharat, bukanlahsyukurnamanyabilahartauntukberjudi, mabuk-mabukan, pelesiranataumembelisesuatu yang jauhkeperluan.Syukurituharusdiujudkanpadatigaasfek, asfeklisanmakasyukurdiucapkandengankalimatmembesarkannama Allah denganucapan "Alhamdulillah", asfekhati, syukurtadidirasakanbenarolehhatidenganperasaansenangdanbahagiamenerimanikmatitu, sedangkanasfekketigayaituamal, artinyasegalanikmatitudigunakansesuaidengankehendak yang memberinikmat. Dengantigahalituakanmenambahpemberian Allah kepadahamba-Nyadengannikmat-nikmatlain, tapibiladikufurimakaazab Allah menanti.

Imam Al Gazali terhadap penggunaan atau pembelanjaan uang, beliau membagi dalam dua jalan;

1.Digunakan kepada jalan kebajikan. Dana tersebut digunakan untuk pribadi dalam hal ibadah, seperti ibadah haji, sedekah, zakat atau sebagai pembantu ibadah seperti makan dan minum. Dapat pula digunakan kepada manusia lain dlam bentuk derma, membela sahabat, melindungi nama baik seseorang atau menggaji pegawainya. Digunakan dalam masyarakat dalam bentuk amal-amal sosial.

2.Digunakan kepada jalan kejahatan. Dana yang digunakan pada perbuatan maksiat, seperti perjudian, pelacuran, minum yang haram [memabukkan], kepada keperluan yang tidak berguna dalam ujud plesiran dan permainan [berfoya-foya]. Perbuatan berfoya-foya itu melalaikan ingat kepada Allah, yaitu sibuk dengan masalah ekonomi, mengumpulkan harta sehingga untuk mendekatkan diri  kepada Allah tidak ada waktu.

Begitu banyak sejarah yang terbentang di belakang kita yang dapat diambil sebagai pelajaranj, tadinya mereka jaya dibawah berkah Allah akhirnya hancur berantakan karena laknat Allah. Itu semua karena kekafiran dan keingkaran manusia sebagaimana halnya kaum ’Ad, Tsamud, Bani Israil serta hancurnya negeri Saba’, pada masa jayanya negeri ini dengan bendungan Maghribnya diperintah oleh seorang Ratu bernama Bulqis yang akhirnya dapat ditaklukkan dan diislamkan oleh Nabi Sulaiman. Karena tentram dan damainya negeri ini dengan kemakmuran kehidupan penduduknya sehingga terukir dengan indahnya dalam Al Qur’an sebagai sebutan ”Baldatun Thayibatun Warabbun Ghafur” yaitu Negeri Yang Baik Dibawah Ampunan Allah, sampai pada Dinasti Mahrib yang dilanjutkan oleh raja-raja yang tidak cakap dalam memerintah, menyebabkan runtuhnya negeri Saba ’ pada tingkat yang paling rendah. 

            Terjadilah perebutan kekuasaan silih berganti, saling bertengkar merebut harta warisan dan merebut mahkota serta saling bunuh bahkan terjadi perang antar saudara. Akhirnya kerajaan yang dipegang oleh Ibnu Amin al Azdi yang lalai dengan fungsinya sebagai raja pemimpin rakyat. Dia tidak mempunyai sifat-sifat utama, bahkan pengecut, pengkhianat negeri, bejat moral, lalim, melalaikan segala amanat yang seharusnya dilaksanakan oleh seorang raja. Bendungan Maghribpun tidak diperhatikan lagi, dinding dan pintunya mulai rusak yang kian berat, batu-batunya pada lepas, disana-sini terdapat lubang menganga yang sangat menyedihkan, karena rakyat semakin melarat dan sengsara, seluruh penduduk telah melupakan ajaran Allah dan mengingkari nikmat Allah, mereka merusak semua bangunan umum termasuk bendungan raksasa itu yang setiap saat mengancam mereka.

            Ketika terjadi hujan yang lebat dengan terus menerus, bendungan tersebut tidak mampu lagi menampung air yang semakin membanjir maka akhirnya bendungan Maghrib tersebut jebol dan hancur dengan menelan korban yang tidak sedikit dan negeri Saba’ hancur berantakan sebagai balasan atas kekufuran mereka, dalam surat As Saba’ Allah menerangkan;”Maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar yang menghancurkan segalanya dan Kami ganti kebun-kebun mereka itu dengan kebun-kebun yang ditumbuhi pohon-pohon berbuah pahit dan semacam pohon cemara dan sedikit pohon bidara”[As Saba’ 34;16-17].

Peringatan Allah tersebut bukan berarti kita dilarang mencari kebahagiaan di dunia, namun yang perlu menjadi perhatian kita adalah bahwa kita harus mengusahakan sesuai dengan kehendak Allah, sesuatu hal yang mustahil Allah menimpakan azab-Nya tanpa sebab dan tanpa kesalahan manusia. Semua malapetaka, laknat yang dialami ummat sebelumnya menjadi renungan kita dan pelajaran yang sangat berharga untuk meninjau kembali musibah yang kian datang dengan bertubi-tubi sejak dari banjir, gunung meletus, tanah longsor, hasil panen tidak menjadi dan musibah lain, ini baru peringatan ringan yang ditunjukkan Allah. wallahu a'lam, [Cubadak Solok, 6 Zulhijjah 1431.H/ 13 Nofember 2010.M]

Referensi;
1.HaditsArbain An Nawawi, SofyanEfendi, HaditsWeb 3.0,
2.
Al Qur'an dan terjemahannya, Depag RI, 1994/1995
3. Kumpulan Ceramah Praktis, Drs. Mukhlis Denros, 2009
4.1100 HaditsTerpilih, Dr. Muhammad FaizAlmath - GemaInsani Press



               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar