Jumat, 27 November 2015

50. Andai Aku Tahu Aliran Sesat itu Berdosa



Allah menciptakan manusia dengan perangkat yang cukup untuk hidup di dunia ini dalam rangka memfungsikan dirinya untuk mengabdi kepada-Nya, perangkat itu adalah pribadi yang baik, mulia dan suci sebagaimana ayat dan hadits di bawah ini;

Sungguh Kami telah menciptakan manusia itu dalam sebaik-baik kejadian   [ At Tin  95; 4]

Kalau kita bandingkan kejadian kita dengan makhluk Allah yang lain sungguh manusia berada dalam bentuk yang baik, fisik maupun bathinya.  Disamping itu manusiapun makhluk yang mulia dan dimuliakan Allah dengan memberikan bekal dalam kehidupan, baik yang berada di laut ataupun di darat, Al Isra’ 17 ; 70  membenarkannya; “Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan

Dalam sebuah hadits Nabi bersabda, ”Tidak dilahirkan seseorang anak melainkan dalam keadaan suci dari dosa” [HR. Muslim].

Keberadaan manusia yang baik, mulia dan suci tadi akan jatuh ke tempat yang paling rendah karena memperturutkan hawa nafsu atau melakukan dosa, baik besar ataupun kecil, hal lain yang menyebabkan manusia berada pada tempat yang terpuruk karena tidak beriman kepada Allah, atau mengaku beriman kepada Allah namun mendustakan ajaran islam yang lain, dalam surat At Tin Allah menjelaskan pada ayat  5;”Kemudian Kami jatuhkan dia ke tempat yang paling rendah”,

            Sejak dijadikannya Nabi Adam sebagai khalifah di dunia ini maka nilai-nilai ketuhanan telah dibekali sehingga pengabdian dan penyembahan hanya tertuju kepada Allah, tapi karena perjalanan sejarah yang panjang, ajaran tauhid menjadi banyak tuhan. Pada masa Yahudipun sudah terjadi penyelewengan itu, mulanya Uzair dan Isa hanya sebagai nabi yang diutus Allah untuk menyelematkan manusia, karena perjalanan yang panjang  akhirnya kedua orang nabi  ini dijadikan sebagai anak tuhan bahkan tuhan. Pada surat At Taubah ayat 30 Allah berfirman,”Orang-orang Yahudi menjadikan Uzair anak Allah, dan orang Nasrani menjadikan [Isa] Al Masih sebagai anak Allah, itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka, meniru ucapan orang-orang kafir terdahulu. Allah mengutuk mereka, mereka menjadikan pendeta-pendeta dan paderinya sebagai Tuhan selain dari Allah”.

Demikian pula akhirnya dengan islam, bahkan semasa masih hidup Rasulullah ada upaya untuk merusak agama ini dengan pengakuan Musailamah sebagai Nabi dan muncul nabi-nabi palsu lainnya. Iblis nampaknya tidak melarang seseorang beragama islam tapi dia sesatkan dengan pasukan dengan penyesatan terhadap ketuhanan, kenabian dan ibadah, sehingga muslimnya seseorang hanya sebagai simbul saja tapi sebenarnya mereka telah keluar dari kalimat syahadat dengan pengakuan dan pengamalan yang salah.

Bagaimana bumi ini tidak diguncang gempa bumi yang dahsyat berkali-kali diserta tsunami yang menghancurkan kehidupan manusia, bencana demi bencana terkesan tidak pernah henti di negeri ini karena terjadinya penodaan aqidah, perusakan ajaran islam dan penghancuran nilai-nilai akhlak sebagai muslim. Banyak sekali yang timbul di tengah masyarakat di dunia ini apalagi di negeri kita yang mayoritas penduduknya Islam, hal-hal yang menyalahi ajaran Islam dengan pengakuan para tokoh dan pengikut ajaran sesat itu.

Awal kekuasaan islampun telah dicemari dengan kelompok yang menyelusup masuk ke dalam jamaah islam untuk menyesatkan agama ini, Abdullah bin Saba' tampil untuk mengangkat dan menyanjung-nyanjung Ali Bin Abi  Thalib dan keturunan sebagai orang yang istimewa di kalangan sahabat yang lain, bahkan dihembuskan bahwa Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Usman bin Affan adalah orang-orang yang merampas hak Ali sebagai Khalifah, lebih fatal lagi mereka menyatakan bahwa sebenarnya yang berhak menerima wahyu dahulu bukanlah Muhammad tapi Ali, karena ketika itu malaikat keliru menyampaikan wahyu kepada Muhammad. Bagaimana kita lihat mereka membesar-besarkan cucu nabi yang bernama Hasan dan Husen bahkan diyakini dari keturunan cucu beliau ini kelak akan turun Imam Mahdi di akhir zaman, inilah ajaran yang diyakini oleh penganut Syiah.

Ada aliran yang mengakui Allah sebagai Tuhan tapi Nabi Muhammad bukanlah nabi terakhir, dia nabi hanya untuk satu kurun saja, yang kemudian  dilanjutkan oleh nabi berikutnya bernama Mirza Ghulam Ahmad, Al Qur'an merekapun tidak orisinil lagi sebab sudah ditambah-tambah menurut kemauan pengikutnya, sudah lama dan berkali-kali masyarakat menuntut agar aliran yang disebut dengan Ahmadiyah ini untuk dibubarkan, bahkan ada yang menyatakan, silahkan mereka beribadah menurut yang mereka percayai tapi jangan disebut kalau mereka bagian dari ummat islam. 

Dari hasilpenelitian LPPI (LembagaPenelitiandanPengkajian Islam) ditemukanbutir-butirkesesatandanpenyimpanganAhmadiyahditinjaudariajaran Islam yang sebenarnya.Butir-butirkesesatandanpenyimpanganitubisadiringkassebagaiberikut:
1.   AhmadiyahQadyanberkeyakinanbahwaMirzaGhulam Ahmad dari India ituadalahnabidanrasul.Siapasaja yang tidakmempercayainyaadalahkafirdanmurtad.
2.  AhmadiyahQadyanmempunyaikitabsucisendiriyaitukitabsuci “Tadzkirah”.
3.  Kitabsuci “Tadzkirah”adalahkumpulan “wahyu” yang diturunkan “Tuhan” kepada “NabiMirzaGhulam Ahmad” yang kesuciannyasamadenganKitabSuci Al-Qur’an dankitab-kitabsuci yang lain seperti; Taurat, ZaburdanInjil, karenasama-samawahyudariTuhan.
4.   Orang Ahmadiyahmempunyaitempatsucisendiriuntukmelakukanibadah haji yaituRabwahdanQadyan di India. Merekamengatakan: “Alangkahcelakanya orang yang telahmelarangdirinyabersenang-senangdalam Haji Akbar keQadyan. Haji keMakkahtanpa haji keQadyanadalah haji yang keringlagikasar”.Dan selamahidupnya “Nabi” MirzaGhulam Ahmad tidakpernahpergi haji keMakkah.
5.  Orang Ahmadiyahmempunyaiperhitungantanggal, bulandantahunsendiri. Nama-namabulanAhmadiyahadalah: 1. Suluh 2. Tabligh 3.Aman 4.Syahadah 5.Hijrah 6.Ihsan 7.Wafa  8. Zuhur  9. Tabuk 10.Ikha’ 11.Nubuwah  12. Fatah.SedangtahunnyaadalahHijriSyamsi yang biasamerekasingkatdengan HS.Dan tahunAhmadiyahsaatpenelitianinidibuat 1994M/ 1414H adalahtahun 1373 HS.Kewajibanmenggunakantanggal, bulan, dantahunAhmadiyahtersendiritersebut di atasadalahperintahkhalifahAhmadiyah yang keduayaitu: Basyiruddin Mahmud Ahmad.
6.  Berdasarkanfirman “Tuhan” yang diterimaoleh “Nabi” dan “Rasul” Ahmadiyah yang terdapatdalamkitabsuci “Tadzkirah” yang berbunyi:
Artinya: “DialahTuhan yang mengutusRasulnya “MirzaGhulam Ahmad” denganmembawapetunjukdan agama yang benar agar Diamemenangkannyaatassegala agama-agama semuanya. (kitabsuciTadzkirahhal. 621).
Menunjukkan BAHWA AHMADIYAH BUKAN SUATU ALIRAN DALAM ISLAM, TETAPI MERUPAKAN SUATU AGAMA YANG HARUS DIMENANGKAN TERHADAP SEMUA AGAMA-AGAMA LAINNYA TERMASUK AGAMA ISLAM.
7.  Secararingkas, Ahmadiyahmempunyainabidanrasulsendiri, kitabsucisendiri, tanggal, bulan  dantahunsendiri, tempatuntuk haji sendirisertakhalifahsendiri yang sekarangkhalifah yang ke 4 yang bermarkas di London Inggrisbernama: Thahir Ahmad. SemuaanggotaAhmadiyah di seluruhduniawajibtundukdantaattanpa reserve kepadaperintah dia. Orang di luarAhmadiyahadalahkafir, sedangwanitaAhmadiyah haram dikawinilaki-laki di luarAhmadiyah. Orang yang tidakmaumenerimaAhmadiyahtentumengalamikehancuran.
8.  Berdasarkan “ayat-ayat” kitabsuciAhmadiyah “Tadzkirah”. BahwatugasdanfungsiNabi Muhammad saw sebagaiNabidanRasul yang dijelaskanolehkitabsuciumat Islam Al Qur’an, dibatalkandandigantioleh “nabi” orang Ahmadiyah, MirzaGhulam Ahmad.
Ada pula aliran sesat yang dinamakan dengan Islam Jamaah, banyak kebohongan yang diajarkan oleh aliran ini. Intinya, ajaran Islam Jama’ah yang kini bernama LDII itu adalah aliran yang berlandaskan aneka kebohongan, baik dalam menafsirkan ayat Al-Quran maupun menerapkan Hadits Nabi SAW, dan kelicikan dalam kehidupan sehari-hari.
   LDII ituadalah  jelmaandariLemkari, jelmaandari JPID (JajasanPendidikan Islam Djama’ah), jelmaandariDarulHadits yang sudahdilarangolehJaksaAgungSugihartotahun 1971, dandilarangolehPangdamBrawijayaJatimtahun 1967.
   Karenamerekamenganggap orang Islam di luaraliranmerekaadalahbukanjama’ahdanbukan Islam, maka di luargolonganmerekadianggapkafir; yang shalatdianggapkafirAhliKitab, sedang yang tidakshalatdianggapsebagai orang musyrik.KemudianmerekamemperlaukanMuslimin di luarmerekaitusepertimemperlakukanterhadap orang kafiratauAhliKitab.Contohnya, tidakbolehdiberisalam. Alasannya, Rasulullahkalaukirimsuratkepada raja-raja kafirsalamnyaberbunyi: Salaamun ‘alaa man ittaba’alhudaa.JadibukanAssalamu’alaikum.
Harta, darah, dankehormatanMusliminselaingolonganmerekadianggap halal, bolehdiambilasaljanganketahuan.Jikaketahuan, makaharustobatkepadaamir.Bukansalahkarenamencuri, tetapikenapamencurikokketahuan.Karenamerekamenggambarkan, semuaharta yang dimilikioleh orang di luarjama’ahmerekaitusepertiperhiasan yang dipakaiolehharimau, yang sebetulnyaharimauitutidakpantaspakaiperhiasan, karenaperhiasanituuntukmanusia, makaperhiasantersebutbolehdiambil, dantidakberdosa, asal  jangansampaiditerkam.

            Demikiangencarnya orang-orang sesatuntukmengajakmanusia agar beradadalamkesesatanmelaluialiran yang merekaajarkan, adaaliran yang mengakusebagainabi, mengajarkanshalattidaksesuaidengan yang dituntunkan, memperbolehkanhidupbebas, memperbolehkannikah lain agama, ada yang mengatakanislamini agama yang sudahtidakrelevanlagidenganzamansehinggaperluadanya agama baru, merekamenyatakan, kitatidakperlu agama yang diperlukanummatmanusiazamankiniadalahnilai-nilai spiritual darisemua agama yang dapatdipadukanmenjadisatulembaga yang disebutdengan agama baru.

            Banyakpenyesatan yang hadir di duniaini,sehinggawajarbila Allah mengingatkanmanusiadenganberbagaimusibahdanbencanadanummatinitetapberpegangteguhpada agama islamsecaramurnidankonsekwendenganduapedomanabadiyaitu Al Qur'an danHadits,  tapibilaummatinitelahmelencengdariajaran yang dituntunkanmakasia-sialahsegalabentukpenyesatanitu, apalahartinya jihad yang dilakukanbilaintiajarannyasajasudahsesat, apamungkinsyahiddanmasuksyurga orang yang matidalampertempuransementaraaqidah yang diyakinisudahsalah.

Aqidah menurut bahasa dari aqoda ya’qidu- uqdatan wa aqidatan yang berarti ; ikatan, janji dan keyakinan yang mantap. Menurut istilah adalah  perkara-perkara yang dibenarkan oleh jiwa dan hati merasa senang dan tenang karenanya serta menjadi suatu keyakinan bagi pemiliknya yang tidak dicampuri keraguan. Aqidah Islamiyah bersumber pada Al Qur’an, As Sunnah dan Al Ijma’. Aqidah yang terangkum dalam rukun iman, ibarat akar pada sebuah pohon, ibarat pondasi pada sebuah bangunan, bila tukang sudah salah memasang pondasi maka bangunan itu akan hancur dalam waktu dekat, wallahu a'lam. .[Cubadak Solok, 1 Zulhijjah 1431.H/ 8 Nofember 2010.M]

Referensi;
1.Tasawuf, Pluralisme, &Pemurtadan.- H Hartono Ahmad Jaiz -
- navigasi&konversike format html: nono 2005 –
2. HaditsArbain An Nawawi, SofyanEfendi, HaditsWeb 3.0,
3.
Al Qur'an dan terjemahannya, Depag RI, 1994/1995
4. Kumpulan Ceramah Praktis, Drs. Mukhlis Denros, 2009
5.1100 HaditsTerpilih, Dr. Muhammad FaizAlmath - GemaInsani Press






Tidak ada komentar:

Posting Komentar