Allah menciptakan manusia dengan perangkat yang cukup
untuk hidup di dunia ini dalam rangka memfungsikan dirinya untuk mengabdi
kepada-Nya, perangkat itu adalah pribadi yang baik, mulia dan suci
sebagaimana ayat dan hadits di bawah ini;
”Sungguh Kami telah menciptakan manusia itu
dalam sebaik-baik kejadian” [ At
Tin 95; 4]
Kalau kita
bandingkan kejadian kita dengan makhluk Allah yang lain sungguh manusia berada
dalam bentuk yang baik, fisik maupun bathinya.
Disamping itu manusiapun makhluk yang mulia dan dimuliakan Allah dengan
memberikan bekal dalam kehidupan, baik yang berada di laut ataupun di darat, Al
Isra’ 17 ; 70 membenarkannya; “Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan
anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka
rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang
sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”
Dalam sebuah
hadits Nabi bersabda, ”Tidak dilahirkan
seseorang anak melainkan dalam keadaan suci dari dosa” [HR. Muslim].
Keberadaan manusia yang baik, mulia dan suci tadi akan
jatuh ke tempat yang paling rendah karena memperturutkan hawa nafsu atau
melakukan dosa, baik besar ataupun kecil, hal lain yang menyebabkan manusia
berada pada tempat yang terpuruk karena tidak beriman kepada Allah, atau
mengaku beriman kepada Allah namun mendustakan ajaran islam yang lain, dalam
surat At Tin Allah menjelaskan pada ayat
5;”Kemudian Kami jatuhkan dia ke
tempat yang paling rendah”,
Sejak dijadikannya Nabi Adam
sebagai khalifah di dunia ini maka nilai-nilai ketuhanan telah dibekali
sehingga pengabdian dan penyembahan hanya tertuju kepada Allah, tapi karena
perjalanan sejarah yang panjang, ajaran tauhid menjadi banyak tuhan. Pada masa Yahudipun
sudah terjadi penyelewengan itu, mulanya Uzair dan Isa hanya sebagai nabi yang
diutus Allah untuk menyelematkan manusia, karena perjalanan yang panjang akhirnya kedua orang nabi ini dijadikan sebagai anak tuhan bahkan
tuhan. Pada surat At Taubah ayat 30 Allah berfirman,”Orang-orang Yahudi menjadikan Uzair anak
Allah, dan orang Nasrani menjadikan [Isa] Al Masih sebagai anak Allah, itulah
ucapan yang keluar dari mulut mereka, meniru ucapan orang-orang kafir
terdahulu. Allah mengutuk mereka, mereka menjadikan pendeta-pendeta dan
paderinya sebagai Tuhan selain dari Allah”.
Demikian pula akhirnya dengan islam, bahkan semasa masih hidup
Rasulullah ada upaya untuk merusak agama ini dengan pengakuan Musailamah
sebagai Nabi dan muncul nabi-nabi palsu lainnya. Iblis nampaknya tidak melarang
seseorang beragama islam tapi dia sesatkan dengan pasukan dengan penyesatan
terhadap ketuhanan, kenabian dan ibadah, sehingga muslimnya seseorang hanya
sebagai simbul saja tapi sebenarnya mereka telah keluar dari kalimat syahadat
dengan pengakuan dan pengamalan yang salah.
Bagaimana bumi ini tidak diguncang gempa bumi yang dahsyat berkali-kali
diserta tsunami yang menghancurkan kehidupan manusia, bencana demi bencana
terkesan tidak pernah henti di negeri ini karena terjadinya penodaan aqidah,
perusakan ajaran islam dan penghancuran nilai-nilai akhlak sebagai muslim.
Banyak sekali yang timbul di tengah masyarakat di dunia ini apalagi di negeri
kita yang mayoritas penduduknya Islam, hal-hal yang menyalahi ajaran Islam
dengan pengakuan para tokoh dan pengikut ajaran sesat itu.
Awal kekuasaan islampun telah dicemari dengan kelompok yang menyelusup
masuk ke dalam jamaah islam untuk menyesatkan agama ini, Abdullah bin Saba'
tampil untuk mengangkat dan menyanjung-nyanjung Ali Bin Abi Thalib dan keturunan sebagai orang yang
istimewa di kalangan sahabat yang lain, bahkan dihembuskan bahwa Abu Bakar,
Umar bin Khattab dan Usman bin Affan adalah orang-orang yang merampas hak Ali
sebagai Khalifah, lebih fatal lagi mereka menyatakan bahwa sebenarnya yang
berhak menerima wahyu dahulu bukanlah Muhammad tapi Ali, karena ketika itu
malaikat keliru menyampaikan wahyu kepada Muhammad. Bagaimana kita lihat mereka
membesar-besarkan cucu nabi yang bernama Hasan dan Husen bahkan diyakini dari
keturunan cucu beliau ini kelak akan turun Imam Mahdi di akhir zaman, inilah ajaran
yang diyakini oleh penganut Syiah.
Ada aliran yang mengakui Allah sebagai Tuhan tapi Nabi Muhammad
bukanlah nabi terakhir, dia nabi hanya untuk satu kurun saja, yang
kemudian dilanjutkan oleh nabi
berikutnya bernama Mirza Ghulam Ahmad, Al Qur'an merekapun tidak orisinil lagi
sebab sudah ditambah-tambah menurut kemauan pengikutnya, sudah lama dan
berkali-kali masyarakat menuntut agar aliran yang disebut dengan Ahmadiyah ini
untuk dibubarkan, bahkan ada yang menyatakan, silahkan mereka beribadah menurut
yang mereka percayai tapi jangan disebut kalau mereka bagian dari ummat
islam.
Dari hasilpenelitian LPPI
(LembagaPenelitiandanPengkajian Islam)
ditemukanbutir-butirkesesatandanpenyimpanganAhmadiyahditinjaudariajaran Islam
yang sebenarnya.Butir-butirkesesatandanpenyimpanganitubisadiringkassebagaiberikut:
1.
AhmadiyahQadyanberkeyakinanbahwaMirzaGhulam Ahmad dari India
ituadalahnabidanrasul.Siapasaja yang tidakmempercayainyaadalahkafirdanmurtad.
2.
AhmadiyahQadyanmempunyaikitabsucisendiriyaitukitabsuci “Tadzkirah”.
3.
Kitabsuci “Tadzkirah”adalahkumpulan “wahyu” yang diturunkan “Tuhan” kepada
“NabiMirzaGhulam Ahmad” yang kesuciannyasamadenganKitabSuci Al-Qur’an
dankitab-kitabsuci yang lain seperti; Taurat, ZaburdanInjil,
karenasama-samawahyudariTuhan.
4.
Orang Ahmadiyahmempunyaitempatsucisendiriuntukmelakukanibadah haji
yaituRabwahdanQadyan di India. Merekamengatakan: “Alangkahcelakanya orang yang
telahmelarangdirinyabersenang-senangdalam Haji Akbar keQadyan. Haji
keMakkahtanpa haji keQadyanadalah haji yang keringlagikasar”.Dan selamahidupnya
“Nabi” MirzaGhulam Ahmad tidakpernahpergi haji keMakkah.
5. Orang
Ahmadiyahmempunyaiperhitungantanggal, bulandantahunsendiri.
Nama-namabulanAhmadiyahadalah: 1. Suluh 2. Tabligh 3.Aman 4.Syahadah 5.Hijrah
6.Ihsan 7.Wafa 8. Zuhur 9. Tabuk 10.Ikha’ 11.Nubuwah 12.
Fatah.SedangtahunnyaadalahHijriSyamsi yang biasamerekasingkatdengan HS.Dan
tahunAhmadiyahsaatpenelitianinidibuat 1994M/ 1414H adalahtahun 1373
HS.Kewajibanmenggunakantanggal, bulan, dantahunAhmadiyahtersendiritersebut di
atasadalahperintahkhalifahAhmadiyah yang keduayaitu: Basyiruddin Mahmud Ahmad.
6.
Berdasarkanfirman “Tuhan” yang diterimaoleh “Nabi” dan “Rasul” Ahmadiyah yang
terdapatdalamkitabsuci “Tadzkirah” yang berbunyi:
Artinya: “DialahTuhan yang mengutusRasulnya “MirzaGhulam
Ahmad” denganmembawapetunjukdan agama yang benar agar
Diamemenangkannyaatassegala agama-agama semuanya. (kitabsuciTadzkirahhal.
621).
Menunjukkan BAHWA AHMADIYAH BUKAN SUATU ALIRAN DALAM ISLAM,
TETAPI MERUPAKAN SUATU AGAMA YANG HARUS DIMENANGKAN TERHADAP SEMUA AGAMA-AGAMA
LAINNYA TERMASUK AGAMA ISLAM.
7. Secararingkas,
Ahmadiyahmempunyainabidanrasulsendiri, kitabsucisendiri, tanggal, bulan
dantahunsendiri, tempatuntuk haji sendirisertakhalifahsendiri yang
sekarangkhalifah yang ke 4 yang bermarkas di London Inggrisbernama: Thahir
Ahmad. SemuaanggotaAhmadiyah di seluruhduniawajibtundukdantaattanpa reserve
kepadaperintah dia. Orang di luarAhmadiyahadalahkafir, sedangwanitaAhmadiyah
haram dikawinilaki-laki di luarAhmadiyah. Orang yang
tidakmaumenerimaAhmadiyahtentumengalamikehancuran.
8.
Berdasarkan “ayat-ayat” kitabsuciAhmadiyah “Tadzkirah”. BahwatugasdanfungsiNabi
Muhammad saw sebagaiNabidanRasul yang dijelaskanolehkitabsuciumat Islam Al
Qur’an, dibatalkandandigantioleh “nabi” orang Ahmadiyah, MirzaGhulam Ahmad.
Ada
pula aliran sesat yang dinamakan dengan Islam Jamaah, banyak kebohongan yang diajarkan oleh aliran ini. Intinya,
ajaran Islam Jama’ah yang kini bernama LDII itu adalah aliran yang berlandaskan
aneka kebohongan, baik dalam menafsirkan ayat Al-Quran maupun menerapkan Hadits
Nabi SAW, dan kelicikan dalam kehidupan sehari-hari.
LDII ituadalah jelmaandariLemkari,
jelmaandari JPID (JajasanPendidikan Islam Djama’ah), jelmaandariDarulHadits
yang sudahdilarangolehJaksaAgungSugihartotahun 1971,
dandilarangolehPangdamBrawijayaJatimtahun 1967.
Karenamerekamenganggap orang Islam di
luaraliranmerekaadalahbukanjama’ahdanbukan Islam, maka di
luargolonganmerekadianggapkafir; yang shalatdianggapkafirAhliKitab, sedang yang
tidakshalatdianggapsebagai orang musyrik.KemudianmerekamemperlaukanMuslimin di
luarmerekaitusepertimemperlakukanterhadap orang kafiratauAhliKitab.Contohnya,
tidakbolehdiberisalam. Alasannya, Rasulullahkalaukirimsuratkepada raja-raja
kafirsalamnyaberbunyi: Salaamun ‘alaa man ittaba’alhudaa.JadibukanAssalamu’alaikum.
Harta,
darah, dankehormatanMusliminselaingolonganmerekadianggap halal,
bolehdiambilasaljanganketahuan.Jikaketahuan,
makaharustobatkepadaamir.Bukansalahkarenamencuri,
tetapikenapamencurikokketahuan.Karenamerekamenggambarkan, semuaharta yang
dimilikioleh orang di luarjama’ahmerekaitusepertiperhiasan yang
dipakaiolehharimau, yang sebetulnyaharimauitutidakpantaspakaiperhiasan,
karenaperhiasanituuntukmanusia, makaperhiasantersebutbolehdiambil,
dantidakberdosa, asal jangansampaiditerkam.
Demikiangencarnya
orang-orang sesatuntukmengajakmanusia agar beradadalamkesesatanmelaluialiran
yang merekaajarkan, adaaliran yang mengakusebagainabi,
mengajarkanshalattidaksesuaidengan yang dituntunkan, memperbolehkanhidupbebas,
memperbolehkannikah lain agama, ada yang mengatakanislamini agama yang
sudahtidakrelevanlagidenganzamansehinggaperluadanya agama baru,
merekamenyatakan, kitatidakperlu agama yang
diperlukanummatmanusiazamankiniadalahnilai-nilai spiritual darisemua agama yang
dapatdipadukanmenjadisatulembaga yang disebutdengan agama baru.
Banyakpenyesatan
yang hadir di duniaini,sehinggawajarbila Allah
mengingatkanmanusiadenganberbagaimusibahdanbencanadanummatinitetapberpegangteguhpada
agama islamsecaramurnidankonsekwendenganduapedomanabadiyaitu Al Qur'an
danHadits,
tapibilaummatinitelahmelencengdariajaran yang
dituntunkanmakasia-sialahsegalabentukpenyesatanitu, apalahartinya jihad yang
dilakukanbilaintiajarannyasajasudahsesat, apamungkinsyahiddanmasuksyurga orang
yang matidalampertempuransementaraaqidah yang diyakinisudahsalah.
Aqidah
menurut bahasa dari aqoda ya’qidu- uqdatan wa aqidatan yang berarti ; ikatan,
janji dan keyakinan yang mantap. Menurut istilah adalah perkara-perkara yang dibenarkan oleh jiwa dan
hati merasa senang dan tenang karenanya serta menjadi suatu keyakinan bagi
pemiliknya yang tidak dicampuri keraguan. Aqidah Islamiyah bersumber pada Al
Qur’an, As Sunnah dan Al Ijma’. Aqidah yang terangkum dalam rukun iman, ibarat
akar pada sebuah pohon, ibarat pondasi pada sebuah bangunan, bila tukang sudah
salah memasang pondasi maka bangunan itu akan hancur dalam waktu dekat, wallahu
a'lam. .[Cubadak Solok, 1 Zulhijjah 1431.H/ 8
Nofember 2010.M]
Referensi;
1.Tasawuf,
Pluralisme, &Pemurtadan.- H Hartono Ahmad Jaiz -
- navigasi&konversike format html: nono 2005 –
- navigasi&konversike format html: nono 2005 –
2.
HaditsArbain An Nawawi, SofyanEfendi, HaditsWeb 3.0,
3. Al Qur'an dan terjemahannya, Depag RI, 1994/1995
3. Al Qur'an dan terjemahannya, Depag RI, 1994/1995
4. Kumpulan Ceramah Praktis, Drs. Mukhlis
Denros, 2009
5.1100 HaditsTerpilih, Dr.
Muhammad FaizAlmath - GemaInsani Press

Tidak ada komentar:
Posting Komentar