Kitabummat Islam yang
diturunkankepadaNabi Muhammad melaluiwahyu yang dibawaolehJibriladalah Al
qur’an, yang memilikibeberapakeutamaan yang sesuaidengannamanyaseperti “Al
Fuqan” artinyaPembeda yang haqdan yang bathil [25;1], “AzZikr”
yaituperingatankepadamanusia [15;9], “Hukumartinyaketentuan yang harusdipatuhi
[17;39], “Burhan” yaitubukti yang meyakinkan [4;174], “Al Haq” yaitukebenaran
[17;81] dan “Ablullah” yaitutali Allah [3;103].
Al Qur’an bukanlahsekedarkita yang
mengaturtentanghubunganmanusiadenganTuhannyadantidak pula
hanyamengatururusanakheratsaja, di dalamnyaadatauhid, janjidanancaman, ibadah,
petunjukkepadakebenaran, larangandanperintah, halal dan haram, hukumislamsecaramenyeluruh,
sejarahdanperumpamaan. Selain itu juga terdapat
berbagai ilmu pengetahuan di dalamnya seperti filsafat [32;7,9], ekonomi
[45;13], moral/akhlak [21;107], seni [7;31], hukum [3;83], sosial [2;213],
politik dan pendidikan [4;28].
Demikian banyaknya kandangan al Qur’an sehingga siapa
saja yang mendapat hidayah ini tidak akan meninggalkannya bahkan tidak sedikit
ilmuan yang menyatakan diri sebagai muslim ketika menemukan kebenaran dalam
ilmu pengetahuan yang mereka gali.
Hadirnya al Qur’an ke dunia ni setelah adanya kitab-kitab
terdahulu bukan sekedar untuk dibaca saja, atau bekal untuk manusia saja, tapi
banyak sekali tujuannya Allah menurunkan kitab yang satu ini yang keaslian dan
kelestariannya lansung dijamin Allah tidak akan tercemar hingga akhir zaman,
adapun tujuan Al Qur’an diturunkan adalah;
Pertama,
memimpin manusia ke jalan selamat; terlalu banyak jalan-jalan sesat yang hadi
di dunia ini yang menyelewengkan tujuan hidup manusia, maka Al qur’an
mengarahkannya kepada keselamatan; “Dengan
Kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan
keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu
dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan
menunjuki mereka ke jalan yang lurus” [AlMaidah 5;16]
Kedua, Al
Qur’an diturunkan untuk manusia dalam rangka memelihara martabat manusia
sehingga tetap dalam posisi suci, baik dan mulia, tanpa petunjuk ini manusia
akan jatuh martabatnya karena melakukan perbuatan yang dapat menurunkan
eksistensinya; “Sesungguhnya kami Telah
menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya . Kemudian kami kembalikan
dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), Kecuali orang-orang yang
beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka bagi mereka pahala yang tiada
putus-putusnya.”[At Tin 95;4-6]
Ketiga, tujuan al Qur’an
diturunkan adalah untuk memperkenalkan Allah sebagai Tuhan yang wajib ditaati,
diibadahi, dicintai dan diimani, tanpa Al Qur’an banyak manusia yang keliru
mencari Ilah, sedangkan Al Qur’an diturunkan saja masih banyak manusia yang
keliru mengambil penyembahan; “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan
bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi
orang-orang yang berakal” [Ali Imran 3;190]
Keempat, Al Qur’an juga
diturunkan untuk kepentingan manusia yaitu memperkenalkan dirinya sebagai hamba
yang hanya wajib menyembah kepada Allah dengan segala sifat positif dan
negatifnya, tinjauan Al Qur’an terhadap manusia besifat obyektif; “Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh.
Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi
pengetahuan melainkan sedikit".[Al Isra’ 17;85]
Kelima, dengan Al Qur’an
Allah memberitahukan hukum-hukum kebenaran serta mengobati penyakit rohani yang
ada pada manusia seperti; sombong, iri, dengki dan lain-lain [10;57]
Keenam, Al Qur’an adalah
sebagai alat untuk menghidupkan manusia sebagai manusia, tanpa ini terlalu
banyak manusia yang berwatak hewan bahkan lebih sehingga menjatuhkan
martabatnya disisi mereka sendiri; “Hai
orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul
menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, Ketahuilah bahwa
Sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan Sesungguhnya
kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan”.[Al
Anfal 8;24]
Ketujuh, Al Qur’an adalah sebagai rahmat bagi manusia
[17;82] dan sebagai pembeda yang baik dan yang buruk, tanpa ini mustahil kita
akan terarah melakoni kehidupan, apalagi manusia itu cendrung kepada keburukan karena
memperturutkan hawa nafsu dan ajakan syaitan; “Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan Sebenarnya;
membenarkan Kitab yang Telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan
Injil, Sebelum (Al Quran), menjadi petunjuk bagi manusia, dan dia menurunkan Al
Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan
memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan
(siksa)”[Ali Imran 3;3-4]
Kedelapan, Al Qur’an adalah
sebuah kitab yang menjelaskan segala persoalan hidup manusia dengan gamblang,
dia kitab yang menyelesaikan masalah tanpa masalah sejak dari urusan dunia
hingga akherat,sejak dari ekonomi, politik, budaya dan segala hal yang digeluti
manusia;“Dan Sesungguhnya kami Telah
mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran Ini bermacam-macam perumpamaan.
dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah”[Al Kahfi 18;54]
Kesembilan, Al Qur’an adalah
pemberi kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dengan istiqamah dan
pemberi peringatan kepada mereka yang lalai serta pemberi kabar pertakut kepada
mereka yang kafir dan zhalim. Disamping itu
Allahpun menggunakan sindiran bahwa ada kabar gembira kepada orang-orang
kafir dengan nerakanya yang penuh dengan azab;“Demikianlah kami wahyukan kepadamu Al Quran dalam bahasa Arab, supaya
kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk
(negeri-negeri) sekelilingnya[1339] serta memberi peringatan (pula) tentang
hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. segolongan masuk
surga, dan segolongan masuk jahannam”[Asy Syura 42;7].
Kesepuluh, Al Qur’an
diturunkan Allah dalam rangka memberitahukan kepada manusia bahwa kebenaran itu
datangnya dari Allah bukan dari yang lain, selain sumber dari Allah adalah
praduga yang jauh dari kebenaran;“Kebenaran
itu adalah dari Tuhanmu sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang
yang ragu’[Al Baqarah 2;147]
Demikian banyaknya tujuan Al Qur’an diturunkan hakekatnya
hanya satu agar manusia tahu fungsi sebagai hamba yang harus mengabdikan
seluruh potensinya untuk Allah serta jangan sampai berbuat syirik, intinya
adalah menyelamatkan manusia sejak dari kehidupan di dunia hingga di akherat,
tentu saja ini akan jadi pelajaran bagi orang yang punya hati nurani dan akal
budi sehingga merebut hidayah Allah
melalui pengamalan ajaran-Nya.
Seorang
mukmin yang telah menyatakan dirinya beriman kepada Allah harus melestarikan
keimanan tersebut melalui amal perbuatan sehari-hari, termasuk aplikasi beriman
kepada kitab Allah yaitu Al Qur’an. Ada beberapakewajibanmukminterhadap Al
Qur’an yang perluditunaikanyaitu;
Pertama,
kewajibanmukminterhadap Al Qur’an
adalahmemilikikitabinisebagaimanapemilikankitaterhadapbuku-bukulainnya,
ironisekalibilabuku-bukutebaldanmahalmampukitapunyaitapi Al Qur’an
denganhargamurahtidakbisakitasediakan.
Kedua,
kewajiban lain adalahmembacanyadalamwaktudankesempatan yang tidakdibatasi.
Rasulullahmenyatakanbahwa orang beriman yang sukamembaca Al Qur’an ibaratbuah
“Turjah” ataulimau, yang rasanyalezatdanbauaromanyaharum, sedangkan orang
beriman yang tidakmaumembaca Al Qur’an ibaratbuahtamaryaitukurma,
buahnyalezattapitidakberbau,
Rasulullahbersabda,”Barangsiapamembacasatuhurufdari Al
Kitabbaginyasatuamalkebaikan, padahalsetiapkebaikandilipatgandakansepuluh kali
lipat”.
Ketiga,
kewajibanmukminterhadap al Qur’an adalahmengimaninyadengansepenuhhatibahwaituadalahwahyu Allah yang diberikankepadaNai Muhammad
sebagaikitab yang membimbingmanusiakejalan yang lurus.
Keempat, tidaklahcukup
Al Qur’an hanyadiimanidandibacasaja, karenailmu yang terkandung di
dalamnyaMahaLuassekalisehinggaperlumenguakilmutesebutmelaluitelaah,
diskusidanmempelajariisinya, Allah
menjelaskandalamsurat Shad 38;29 “IniadalahsebuahKitab
yang kami
turunkankepadamupenuhdenganberkahsupayamerekamemperhatikanayat-ayatNyadansupayamendapatpelajaran
orang-orang yang mempunyaifikiran” .
Kelima, Al Qur’an
wajibdiamalkanisinyabagi orang-orang yang mengakuberimankepadanya,
caramengamalkan al Qur’an sesuaidenganaturan yang adayaitu;
- Mengamalkan Al Qur’an dengancaramencakupsegalalapangankehidupan, tidakbolehmemilah-milah, karenaseluruhsektorhidupmanusiatercakupdalam Al Qur’an [2;208]
- Mengamalkan al Qur’an dengan kesungguhan hati tidak coba-coba dan tidak pula separuh hati [22;78].
- Mengamalkan Al Qur’an tidaklah mudah, banyak resiko yang harus ditempuh, untuk bagi orang-orang yang mau mengamalkannya harus mampu menahan derita, yang derita itu telah dialami oleh orang-orang terdahulu [29;2-3]
Keenam, kewajiban mukmin
terhadap Al Qur’an adalah dengan menda’wahkannya kepada masyarakat sesuai
dengan kemampuan sebagaimana sabda Rasululah dan firman-Nya [16;126] Cara
menyiarkan atau menda’wahkan Al qur’an itu harus sesuai dengan konsep Allah dan
Rasul-Nya seperti dengan hikmah, berani berkorban apa saja, secara obyektif
[2;259], menyentuh perasaan yang
menerimanya [36;69-70], lemah lembuh [3;159] dan teladan yang baik [33;69-70]
Kenapa
seorang mukmin dituntut untuk menyiarkan
Al Qur’an ditengah masyarakat pada setiap lapangan kehidupan 93;159],
agar nanti tidak didebat oleh Allah, mengaku beriman kepada Al Qur’an tapi
buktinya mana [4;165], agar tidak dikuasai oleh musuh-musuh islam serta tidak
terkena bencana [8;25] bahwa orang yang tidak mau berda’wah dan menyiarkan Al
Qur’an akan diturunkan bencana, yang tidak hanya mengenai orang-orang jahat
saja tapi seluruhnya akan tertimpa bencana.
Ketujuh, al Qur’an itu
wajib dipertahankan dengan segala penorbanan, apalagi keberadaannya dilecehkan
oleh kaum kafir serta dianggap rendah;“Hai
nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan
bersikap keraslah terhadap mereka. tempat mereka ialah jahannam. dan itu adalah
tempat kembali yang seburuk-buruknya.”[At Taubah 9;73]
Adapun cara
mempertahankan Al Qur’an itu adalah dengan jalan memperkokoh persatuan sehingga
kaum kuffar tidak mampu memporak-porandakan kita [49;10], siapkan kekuatan
dengan pengkaderan pencetakan da’i-da’i penyandang da’wah untuk masa depan
sehingga pembela-pembela da’wah tetap berkesinambungan [8;60], tidak lupa siap
mengorbankan harta dan jiwa jika memang itu kita dituntut untuk mempertahankan Al
Qur’an [9;20,111], serta melalui Al Qur’an pula kita bina diri untuk menjadi hamba yang baik dan
taat [15;42] dengan ketaatan tadi tentu menghasilkan ghirah [kecemburuan]
terhadap islam.
Kedelapan, Al Qur’an juga
perlu dipelihara kehormatannya dengan sebaik-baiknya, sedangkan buku-buku biasa
saja kita hargai apalagi Al Qur’an sehingga kita meletakkannya tidak
sembarangan, pasti diletakkan pada tempat yang sewajarnya, demikian pula
membacanya sesuai dengan anjuran Rasulullah yaitu tartil, perlahan dan jelas
makhraj serta tajwidnya benar. Dalam sebuah hadits Rasulullah menyampaikan
bahwa al Qur’an mengutuk orang yang membacanya, ketika kita tidak memperhatikan
bacaannya sesuai dengan yang diajarkan islam [73;4], dengan tidak melupakan
saat membawanyapun tidak sembarangan, perlakukan dengan baik, apalagi ketika Al
Qur’an dibacakan, maka dengarkan dengan baik [7;204]
Itulahkewajibanseorangmukminterhadap Al
Qur’an, walaupun Allah
menjamintentangkelestariannyatapiperjuanganummatpundimintauntukmenjaganyadarisegalagangguanmanusia-manusiajahil.MTQ
adalahsalahsatusaranauntukmenjaga al Qur’an dengansyiar-syiarnya, bilahanyaini
yang digalakkanrasanyabelumlahmemadai, bagaimanakalaudiadakan pula
MushabaqahPengamalan Al Qur’an, inilebihpenting.
Janganlahkitamemberikansanjungandanhadiahkepadapemenang
MTQ bahkandiberikesempatankepadanyauntukmenghibur Raja danPresidenmembacanya di
istana, tapisungguhtidakadilkepadapengamal-pengamal Al Qur’an dilecehkan,
dihinakan, disingkirkandanbahkandibenamkandalampenjarahinggadipenggalkepalamereka,
sejarahmasalalumengungkaphaldemikian.
Ummat islam terhadap Al Qur'an itu seperti manusia dan
kapal terbang, yang terbang tinggi melaju di angkasa sementara manusia tetap di
bumi karena tidak mau naik kapal terbang tersebut. Sedangkan ummat islam
terdahulu ketika menerima wahyu digambarkan oleh Allah menjadi tiga sikap;"Kemudian Kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih
di antara hamba-hamba kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri
mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka
ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan
dengan izin Allah. yang demikian itu adalah karunia yang amat
besar" [Al Fathir 35;32]
Ayat diatas menyebutkan tiga sikap tersebut
adalah;
1.Menganiaya Diri
Sendiri
Dengan turunnya Al Qur'an sebagai wahyu dari Allah untuk kebahagiaan
manusia hidup di dunia hingga akherat bagi kelompok ini tidak ada manfaatnya
bahkan mereka cendrung menganiaya dirinya dengan semakin banyak berbuat
kejahatan bahkan berupaya menghalang-halangi orang lain untuk mengamalkan isi
Al Qur'an. Orang ini mendapat hisab yang lama di Padang Mashar dengan
pemeriksaan yang banyak sekali sehingga menyusahkannya.
2.Golongan
Pertengahan
Golongan pertengahan ini adalah orang yang mengambil sikap antara iman dan
kafir, mereka adalah orang yang serba rajin, rajin beramal dan rajin pula untuk
berbuat kemaksiatan, tidak ada filter yang dapat menyaring kehidupannya. Karena
ada amal yang mereka kerjakan maka kelak di Padang Mashar orang ini mendapat hisab
yang cukup memudahkan.
3.Golongan Yang
Segera Dalam Kebaikan
Inilah generasi yang ganjil kata Sayid Qutb karena begitu Al Qur'an
diturunkan mereka berupaya mengitari hidupnya sesuai dengan putaran wahyu itu,
mereka berbuat sesuai dengan ajaran Al Qur'an, tak satupun contoh kehidupan
yang ditampilkan semuanya berasal dari ajaran islam yang bersandar dari Al
Qur'an dan Sunnah. Orang ini akan masuk
syurga tanpa hisab.
Sesuai
dengan tuntunan dan tuntutan dalam kehidupan seorang muslim, maka cara terbaik
untuk mewariskan Al Qur'an itu adalah;
1.Mendengarkan Al Qur'an
Salah satu bentuk da'wah ialah memperdengarkan Al Qur'an kepada masyarakat
luas, dengan bacaan Al Qur'an yang baik dan indah banyak yang tercatat dalam
sejarah orang-orang yang keras hatinya akhirnya luluh karena sentuhan Al Qur'an
sebagaimana kisah yang dialami Umar bin Khattab dan Fudhail bin Iyad.
Ketika Umar bin Khattab dengan pedang terhunus ingin mencari Muhammad, di
tengah jalan dia bertemu dengan seseorang lalu menegurnya, "Hendak kemana
engkah ya Umar, nampaknya terburu-buru benar?", dia menjawab, "Saya
akan memcari Muhammad dan membunuhnya karena dia telah mengajarkan agama baru
kepada masyarakat kita dan mengajak kita agar meninggalkan tuhan-tuhan nenek
moyang kita". Orang itu berkata, "Kalau begitu janganlah engkau
mencari Muhammad karena adikmu Fatimah sudah beriman kepada Muhammad".
Berbalik dia delapan puluh derajat
mendengarkan kata-kata yang menyudutkan itu, dia lansung menemui adiknya di
rumah. Dalam rumah itu adiknya berserta suami dan pembantunya sedang membaca
dan mempelajari Al Qur'an, dikala pintu digedor dengan keras yang diiringi oleh
teriakan Umar, Fatimah yakin kalau kedatangan kakaknya itu untuk mencegah
keislamannya.
Dikala pintu dibuka lansung Umar
mengintorigasi adiknya yang dibenarkan oleh Fatimah, maka saat itu Umar tidak
bisa membendung kemarahannya, maka dia tamparlah sang adik, tanpa perlawanan
yang berarti sang adik menantangnya agar menampar lagi, tapi Umar tidak tega,
yang akhirnya terjadilah dialoq tentang Al Qur'an yang sedang dipegang Fatimah,
Umar ingin tahu isinya, setelah dia baca maka dia pergi mencari Muhammad untuk
menyatakan keislamannya.
Seorang pemuda yang selalu berbuat
maksiat kepada Allah dengan berbagai kelakuan. Suatu malam dia sedang
menjalankan aksinya, memanjat rumah seseorang untuk mencuri, namun dia
mendengarkan bacaan Al Qur'an dikumandangkan oleh seorang wanita, dia sudah biasa
mendengarkan Al Qur'an dibacakan tapi malam ini seolah-olah isi Al Qur'an itu
ditujukan kepadanya. Dia urungkan niatnya untuk mencuri,dia turun dari rumah
itu untuk mensucikan diri kemudian bertaubat kepada Allah.
Allah
berfirman; "Dan apabila dibacakan Al Quran, Maka dengarkanlah
baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat".[Al
A'raf 7;204].
2.Membaca Al Qur'an
Buktikitamewariskan Al Qur'an
denganbaikadalahmembacanyadalamwaktudankesempatan yang
tidakdibatasi.Rasulullahmenyatakanbahwa orang beriman yang sukamembaca Al
Qur’an ibaratbuah “Turjah” ataulimau, yang rasanyalezatdanbauaromanyaharum,
sedangkan orang beriman yang tidakmaumembaca Al Qur’an
ibaratbuahtamaryaitukurma, buahnyalezattapitidakberbau,
Rasulullahbersabda,”Barangsiapamembacasatuhurufdari Al
Kitabbaginyasatuamalkebaikan, alif lam mim, itutigahuruf,
padahalsetiapkebaikandilipatgandakansepuluh kali lipat”.
Orang muslim yang membaca Al Qur'an
denganlancarmakapahalanyamerekabersamamalaikatpenuliswahyu, yang membaca Al
Qur'an
denganmengejaatautidaklancarmerekadapatduapahalayaitupahalamembacadanpahalabelajar.
"Dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya kami
adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat,
suatu dinding yang tertutup" [Al Isra'
17;45]
3.Mentadabbur Al Qur'an
Ulama besar
bernama Ibnu Taimiyah menyatakan,”Siapa yang tidak membaca Al Qur’an
berarti dia telah mencampakkannya, siapa
yang membaca Al Qur’an tapi tidak mempelajari isinya berarti dia telah
mencampakkan Al Qur’an, siapa yang telah
membaca Al Qur’an, mengkaji isinya tapi
enggan mengamalkannya berarti telah mencampakkan Al Qur’an”. Artinya kehadiran Al Qur'an tidak sebatas
dibaca saja tapi juga ditadabburi, dipelari sehingga mampu untuk diujudkan
dengan amal perbuatan." Ini
adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya
mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang
yang mempunyai fikiran" [Shaad
38;29]
Al Qur’an yang hanya sebatas dibaca, mengumpulkan pahala
saja tapi tidak memberi manfaat baginya dalam perubahan hidup padahal Rasulullah dengan Al Qur’an mampu merubah
ummat dari jahiliyah kepada kehidupan yang islami, beliau mampu menjadikan Al
Qur’an itu sebagai idiologi untuk merubah hidup sehingga prilakunya dalam
keseharian adalah terjemahan dari Al Qur’an, sabda Rasulullah,”Tidak beriman kepada Al Qur’an orang yang
menghalalkan apa-apa yang diharamkan-Nya”[HR.Turmuzi].
4.Mengajari Al Qur'an
Al Qur’an
perlu disampaikan kepada masyarakat
dengan mengajarinya atau
menda’wahkannya kepada masyarakat sesuai dengan kemampuan masing-masing
walaupun hanya sepotong ayat, sebagaimana yang disabdakan oleh
Rasulullah,"Sampaikanlah apa yang telah engkau terima dariku meskipun
hanya satu ayat"."Maka Sesungguhnya Telah kami mudahkan Al Quran
itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al Quran itu
kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya
kepada kaum yang membangkang" [Maryam 19;97].
Kenapa seorang mukmin dituntut
untuk menyiarkan Al Qur’an ditengah
masyarakat pada setiap lapangan kehidupan ?, agar nanti tidak didebat oleh
Allah, mengaku beriman kepada Al Qur’an tapi buktinya mana;" (mereka
kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan
agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya
rasul-rasul itu. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana"[An
Nia' 4;165],.
Selain itu
agar kita tidak dikuasai oleh musuh-musuh islam serta tidak terkena bencana,
bahwa orang yang tidak mau berda’wah dan menyiarkan Al Qur’an akan diturunkan
bencana, yang tidak hanya mengenai orang-orang jahat saja tapi seluruhnya akan
tertimpa bencana."Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak
khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan Ketahuilah bahwa
Allah amat keras siksaan-Nya" [Al Anfal 8;25]
Demikianlah
kewajiban seorang mukmin yang mengaku menerima warisan Al Qur'an yang harus
meletakkan warisan itu sesuai dengan
keinginan sipemberi waris agar warisan itu dapat terjaga dengan baik, wallahu
a'lam. [Cubadak Solok, 19 Ramadhan 1431.H/ 28 Agustus 2010].
Tidak ada komentar:
Posting Komentar