Motivasi seorang muslim mendirikan masjid atau mushalla
haruslah untuk mengabdi kepada Allah, karena apapun juga yang dilakukan harus
suci niatnya, sedangkan niat yang suci saja kadangkala bisa berubah dalam
perjalanan apalagi diawali dengan niat yang keliru. Masjid utamanya adalah
untuk melaksanakan ibadah di dalamnya, yang khusus adalah pelaksanaan ibadah
ritual seperti shalat dan khutbah, sedangkan manfaat lain dari masjid dapat
digunakan sebagai sentral kegiatan ummat islam sebagaimana fungsi masjid di
zaman Rasulullah dan masa khulafaurrasyidin. Pembangunan masjid harus bersih dari segala motivasi negatif,
harus berdasarkan taqwa kepada Allah.
"Rasulullah
Saw menyuruhkitamembangun masjid-masjid di daerah-daerahdan agar masjid-masjid
itudipeliharakebersihandankeharumannya. (HR. Abu DawuddanTirmidzi)
"Akutidakmenyuruhkamumembangun
masjid untukkemewahan (keindahan) sebagaimana yang
dilakukankaumYahudidanNasrani. (HR. IbnuHibbandan Abu Dawud)
Dalam sebuah
surat Al Taubah ayat 109 Allah swt berfirman;"Maka apakah orang-orang
yang mendirikan mesjidnya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya)
itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang
yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka
jahannam. dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang- orang yang
zalim"
Ubay bin Ka'ab bertanya kepada Umar bin Khattab tentang
taqwa, Umar menjawab,"Apakah anda pernah melewati jalan berduri?",
Ubay menjawab,"Ya pernah", Umar bertanya,"Apakah yang anda
lakukan?". Kata
Ubay,"Sayakesampingkanduriitudanberusahamajukedepandanberhati-hati",
kata Umar, "Itulahtaqwa". Rasulullahmenyatakanbahwataqwaituada di
hatibukandiucapan, sedangkan orang yang bertaqwajugadikatakanadalah orang yang
mengerjakansegalaperintah Allah danmenjauhilarangan-Nya.
Yang
lebihpentingdaridaripemanfaatan
masjidadalahmemakmurkannyakarenabangunanmegahsebuah masjid
tidakadaartinyabiladibiarkankosongdariaktivitas. Memakmurkan masjid
merupakankewajibanseorangmuslimsebagairealisasidaritaqwa, Allah berfirmandalamsurat
At Taubah 9;18" Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah
orang-orang yang berimankepada Allah danhariKemudian,
sertatetapmendirikanshalat, menunaikan zakat dantidaktakut (kepadasiapapun)
selainkepada Allah, Makamerekalah orang-orang yang diharapkantermasukgolongan
orang-orang yang mendapatpetunjuk.".
Ternyata yang dinyatakanpemakmur masjid
bukanlah orang yang mendirikannyawalaupunmendirikan masjid itumendapatpahala
yang layakdari Allah, pemakmur masjid bukan pula orang-orang yang
tercatatsebagaipengurus masjid tersebut, tapimerekalah orang-orang yang
maudanmampumengaplikasikantaqwadalamaktivitas yang lebihbanyakterfokus di
masjid.Rasulullahbersabda,"Beritakanlahkabargembirakepada orang-orang
yang berjalan kaki di malamgelap-gulitamenuju masjid bahwabagimerekacahaya yang
terang-benderang di harikiamat. (HR. Al Hakim danTirmidzi)
Pemakmur masjid adalah orang yang
berimankepada Allah danhariakhir, dengankeimanan yang
diujudkanmelaluiaplikasiamaliyyahsehari-hari, merekalah orang-orang yang
dipastikanmasuksyurgasebagaimana yang difirmankan Allah dalamsurat Al Baqarah
2;25"Dan sampaikanlahberitagembirakepadamereka yang
berimandanberbuatbaik, bahwabagimerekadisediakansurga-surga yang
mengalirsungai-sungai di dalamnya.
setiapmerekadiberirezkibuah-buahandalamsurga-surgaitu, merekamengatakan :
"Inilah yang pernahdiberikankepada kami dahulu."
merekadiberibuah-buahan yang serupadanuntukmereka di dalamnyaadaisteri-isteri
yang Sucidanmerekakekal di dalamnya".
Pemakmur masjid ituadalah
orang-orang yang senantiasamelaksanakanshalat,
baikshalatsunnahataupunshalatwajibdengancaraberjamaah. Kewajibanshalatfardhu
yang diteladankanNabidilakukandenganberjamaahkecualishalatsunnah,
karenapentingnyashalatberjamaahinihinggabanyakhadits yang
menyatakanhaldemikianselainmengutamakankeutamaan, keistimewaandanpahala yang
diperoleh. Ibadah shalat khususnya
sebaiknya dilakukan dengan jama'ah dan dimasjid karena hasil pahalanya jauh
berbeda bila dikerjakan sendiri di rumah saja, itulah makanya Rasulullah
mewajibkan lelaki untuk shalat berjamaah di masjid. Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah
s.a.w. bersabda ((Shalat berjama`ah lebih utama daripada shalat sendirian dua
puluh tujuhderajat.)) Muttafaqun `Alaihi.
Pemakmur masjid ituadalah orang-orang
yang menunaikan zakat, Allah berfirmandalamSurat Al Baqarah 2;261”Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan harta mereka
pada jalan Allah, adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir,
pada tiap-tiap bulir seratus biji. dan Allah melipatgandakan kepada siapa yang
dikehendaki-Nya, dan Allah itu luas pemberian-Nya dan Dia amat Mengetahui”.
Yang
dikatakan pemakmur masjid itu adalah orang-orang yang hidup bebas merdeka untuk
melaksanakan pengabdian kepada Allah, dia menggantungkan segala harapan dan
rasa takut hanya kepada Allah, laa khuaf wala
raja' illallah. Tidak ada yang ditakuti kecuali Allah.
Nabi Saw bertanyakepadamalaikatJibril
As, "WahaiJibril, tempatmanakah yang paling disenangi
Allah?"Jibril As menjawab, "Masjid-masjid dan yang paling
disenangiialah orang yang pertamamasukdan yang
terakhirkeluarmeninggalkannya."Nabi Saw bertanyalagi," Tempatmanakah
yang paling tidakdisukaioleh Allah Ta'ala?"Jibrilmenjawab, "Pasar-pasardan
orang-orang yang paling dahulumemasukinyadan paling akhirmeninggalkannya."
(HR. Muslim)
Kita memang mengharapkan masjid yang indah, megah lagi
mewah, bahkan rumah Allah tersebut harus lebih indah, megah dan mewah dari
rumah-rumah masyarakat, tapi harus disertai dengan berbagai aktivitas, tepatnya
masjid tersebut dimakmurkan oleh
jamaahnya, bila tidak terujud masih lebih baik langgar/ mushalla/ surau buruk
di ujung desa yang digunakan untuk berbagai aktivitas terutama membentuk
kader-kader bangsa yang bertaqwa kepada Allah Swt. wallahu a'lam [Cubadak Solok,18
Syawal 1431.H/ 27 September 2010]
1.
1100 HaditsTerpilih (SinarAjaran Muhammad) - Dr. Muhammad FaizAlmath 2.Hadits
Arbain An Nawawi, SofyanEfendi, HaditsWeb 3.0,
3. Al Qur'an dan terjemahannya, Depag RI, 1994/1995
3. Al Qur'an dan terjemahannya, Depag RI, 1994/1995
4.Kumpulan Ceramah Praktis, Drs. Mukhlis
Denros, 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar