Perpecahan ummat islam harus
dihentikan lalu menuju kepada kesatuan ummat yang mantap, karena dengan
kesatuanlah ummat ini akan selamat dan
jaya sehingga tidak mampu dihadapi oleh ummat lain. Al Hujurat 49;10
"Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah
(perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah,
supaya kamu mendapat rahmat".
Yang
berukhuwahbukanhanyamuslimdanmukminsajatapiukhuwahitumemiliki level
masing-masingyaitu; UkhuwahBasyariyah; Persaudaraanantarmanusia.
Yaitupersaudaraanlintas agama, sukudanras.UkhuwahWathaniyah;
Persaudaraanantarbangsa, adalahpersaudaraankarenasebangsadan se tanah air
tanpamemandang agama, sukudanras.UkhuwahIslamiyahPersaudaraansesamamuslim,
adalahpersaudaraankarenasama-samaberagamaislamtanpamemandangbangsa,
golongandanras. UkhuwahImaniyahPersaudaraansesamaiman,
adalahpersaudaraan yang
terbangunkarenasama-samamenjalankannilai-nilaiimansesamamuslim yang
terikatdengankekuataankomitmendalamimandanda'wah.
Ukhuwah Islamiyyah merupakan sikap pribadi yang diajarkan
Muhammad Saw kepada ummatnya dalam rangka menjaga kehidupan yang harmonis antar
sesama muslim, ukhuwah islamiyyah sebaiknya tidak hanya sebatas hiasan. Banyak
ayat yang menganjurkan hal itu diantaranya surat Ali Imran 3;103 ''Dan
berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu
bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu
(masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu
menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu
Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya.
Demikianlah
Allah menerangkanayat-ayat-Nyakepadamu, agar kamumendapatpetunjuk'
Ayatdiatasmengandungbeberapahalyaitu;
a.Berpegangteguhpada
agama Allah, artinyamenjagakesucian Islam, danmenjauhkandiridarifaham yang
menyesatkan.
b.Janganberceraiberai,
maksudnyakitabolehberbedasuku, golongandanpartaitapiukhuwahtetapdijaga.
c.Persaudaraanadalahnikmat
Allah selainnikmat lain
sepertikehidupan, kesehatan, kemerdekaandandankeimanan.
d.Permusuhandilaknat
Allah,
sebagaipenyulutpermusuhanitudiantaranyatidakmenjalankanukhuwahsesuaidenganrukunnya.
Rukunukhuwahituadalah; ta'waruf;
salingmengenal, tafahum; salingmemahami, ta''awun; salingmembantudantakaful;
salingmendukungdalamkebenaran. Allah
menjelaskandalamsurat Ali Imran 3;105 agar
ummatinitidakberceraiberaidanberselisih yang dapatmenghancurkanukhuwah; ''Dan
janganlahkamumenyerupai orang-orang yang bercerai-beraidanberselisihsesudahdatangketerangan
yang jelaskepadamereka. merekaItulah orang-orang yang mendapatsiksa yang
berat''
Dalam
Al Hujurat
49;10dengantegasmenyebutkanbahwapersaudaraanmukminitusudahdipastikansehinggaharusdijagasebaik-baiknya;
"Orang-orang berimanituSesungguhnyabersaudara. sebabitudamaikanlah
(perbaikilahhubungan) antarakeduasaudaramuitudantakutlahterhadap Allah,
supayakamumendapatrahmat".
Karenaukhuwahtidaksebatasretorikadandekorasi,
diaharusdijagadengansikap-sikapmuslimmelaluikepribadiannyayaitu;
1.'Adamus sukriyah; tidakmengolok-olok
Agar
ukhuwahterjagadenganbaikmakamasing-masingmuslimtidakmengolok-oloksebagaimanafirman
Allah memperingatkan; ''Hai orang-orang yang beriman, janganlahsekumpulan
orang laki-lakimerendahkankumpulan yang lain, bolehjadi yang
ditertawakanitulebihbaikdarimereka. danjangan pula
sekumpulanperempuanmerendahkankumpulanlainnya, bolehjadi yang
direndahkanitulebihbaik.
danjanganlahsukamenceladirimusendiridanjanganmemanggildengangelaran yang
mengandungejekan. seburuk-burukpanggilanadalah (panggilan) yang
buruksesudahimandanbarangsiapa yang tidakbertobat, MakamerekaItulah orang-orang
yang zalim''[Al Hujurat 49;11]
2.'Adamul Lamz; tidakmencela
Perbuatansukamenceladapatmemicukerusakanukhuwah,
untukitulahseorangmuslimdenganmuslimlainnyatidakmencelasaudaranya yang
intinyamenceladirisendiri. "danjanganlahsukamenceladirimusendiri"
3.TarkutTanabutz ; meninggalkanpanggilanburuk
Nabi Muhammad memberikannamapanggilan
yang baikkepadasahabatnyasepertikepada
Abu Bakardenganpanggilan Ash Shiddiqartinya orang yang dapatdipercaya, kepada
Khalid bin WalidbeliaumenyebutnyaSaifullahartinyapedang Allah karena Khalid
sangatjagomemainkanpedangnyadalampeperangan,
untukitulahmakakitaharusmeninggalkanpanggilanburukkepadasaudarakita. "danjanganmemanggildengangelaran
yang mengandungejekan. seburuk-burukpanggilanadalah (panggilan) yang
buruksesudahiman"
4.Husnudzon; berbaiksangka
Menjadi orang
yang berbaiksangkaadalahsalahsatusikapuntukmemeliharaukhuwah,
bilasikapburuksangka yang tertanamdalamhatimakaakanmencurigaisemua orang."Hai
orang-orang yang beriman, jauhilahkebanyakanpurba-sangka (kecurigaan),
Karenasebagiandaripurba-sangkaitudosa. [Al Hujurat 49;12]
5.'Adamut Tajasus; tidakmencarikesalahan
Kita punya lima
jaripadatangan, dikalakitamenunjuk orang
dengansatutelunjukmakaempatjariberikutnyamenunjukdirikitasendiri,
demikiansebuahungkapan yang disampaikan agar kitatidakmudahmenunjukkesalahan
orang lain. "danjanganlahmencari-carikeburukan orang"
6.Ijtinalulghibah; meninggalkangunjingan
Rasulullahmenyatakanbahwaseorangmuslimharusmeninggalkangunjingan,
sahabatbertanya,"Kalaubenarapa yang
digunjingkanbagaimanayaRasulullah?",beliaumenjawab,"itulahgunjing,
kalausalahmakaitulahfitnah". "danjanganlahmenggunjingkansatusama
lain. Adakahseorangdiantarakamu yang sukamemakandagingsaudaranya yang
sudahmati?Makatentulahkamumerasajijikkepadanya.
Sesama manusia saja
kita dituntut untuk menegakkan ukhuwah basyariyyah apalagi sesama muslim kita
harus merajut tali ukhuwah yaitu ukhuwah islamiyyah dan ukhuwah imaniyyah karena
ikatan berdasarkan iman akan mampu merajut ukhuwah itu, adapun langkah-langkah
yang harus dilakukan oleh seorang muslim agar ukhuwah tidak hanya tinggal
konsep diantaranya;
1.At Tasrih/ berterus terang
Berterus
terang dengan saudara seiman sangat dianjurkan dalam rangka memupuk ukhuwah
islamiyyah apalagi yang berkaitan dengan isi hati tentang kecintaan kepada
saudara kita, sebagaimana Rasulullah bersabda, "Apabila seorang mencintai
saudaranya, maka hendaklah ia memberitahukan kepada saudaranya bahwa ia
mencintainya".[HR. Abu Daud].
Satu ketika Umar bin Khattab berkata
kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah aku mencintaimu sebagaimana aku
mencintai diriku sendiri?", nabi bersabda,"Belum lagi sempurna
keimananmu ya Umar, seharusnya kau mencintaiku lebih dari mencintai dirimu dan
keluargamu sendiri", lansung Umar menjawab,"Aku mencintaimu lebih
dari mencintai diriku sendiri dan keluargaku".
2.Al Mushafahah/ berjabat tangan
Ukhuwah
islamiyyah juga dirajut melalui pertemuan yang hangat antara sesamanya dan
saling berjabat tangan antara satu dengan lainnya, sebagaimana sabda Rasulullah,"Tidalah dua orang muslim bertemu, kemudian keduanya berjabatan
tangan, kecuali Allah akan mengampuni dosa keduanya sebelum keduanya
berpisah" [HR. Abu Daud]
Bahkan jabat tangan juga dianjurkan
dalam islam setiap pertemuan, andaikata dalam perjalanan kita berpisah dengan
teman karena dipisahkan oleh sebatang pohon apalagi bukit maka sebaiknya ketika
bertemu lagi juga berjabat tangan.
3.Basyasyatul wajh/ menampakkan wajah yang cerah
Dalam berinteraksi dengan ikhwah fillah yaitu saudara
seiman kita harus menyiapkan hati yang
bersih dengan jalan memuliakannya sesuai dengan kapasitasnya apalagi sahabat
yang datang mengunjungi kita tentu sikap memuliakan perlu dilakukan Rasulullah
bersabda, ”Janganlah kamu menganggap hina
sedikitpun dari suatu kebaikan, meskipun hanya dengan menjumpai saudaramu
dengan muka manis” [HR. Muslim].
4.Attazawur/ saling berziarah
Berziarah dalam rangka bersilaturrahim, mengunjungi
tetangga dan kerabat dalam rangka memupuk dan merajut ukhuwah islamiyyah
merupakan sunnah Rasulullah bahkan diberikan kabar gembira bagi yang
melakukannya sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad SAW "Siapa yang
ingin rezekinya dipanjangkan Allah atau ingin usahanya dipanjangkan, maka
hendaklah ia menghubungkan silaturrahim".[HR. Muslim]
DalamhaditsQudsidinyatakan,"Wajibmendapatkecintaan-Ku
orang yang salingmencintaikarenaAku, orang yang dudukberkumpulkarenaAku, dan
orang yang salingmembantukarenaaku".
5.Saling mendoakan atau minta dido'akan
Kedekatan
persaudaraan sesama muslim nampak dalam saling mendoakan atau minta didoakan
dalam waktu-waktu tertentu apalagi ketika mendapat kesulitan atau mendapat musibah.
Ketika Umar bin Khattab permisi kepada Rasulullah hendak melakukan umarh, pesan
Rasul adalah, "Jangan lupa engkau mendo'akan aku ketika
engkau berdoa ya saudarakau".
Dalam surat Ibrahim 14;41 untaian
doa tergambar, "Ya Tuhan kami, beri ampunlah Aku dan kedua
ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari
kiamat)".
6.Tahni'ah dan ta'ziyyah
Berilah
ucapan tahni'ah yaitu ucapan selama ketika melangsungkan pernikahan, ketika
dikaruniai anak, ketika berpakaian baru, saat pulang dari berjihad, ketika
pulang dari menunaikan ibadah haji, kepulangan dari bepergian yang cukup jauh
dan lama. Demikian pula tunjukkan sikap
dengan ucapan kata belasungkawa ketika dia sakit atau ketika ditimpa musibah apapun.
7.Membantu keperluannya
Ujud ukhuwah
itu bila kita ringan tangan memberikan
bantuan kepada siapa saja yang layak dibantu apalagi ketika ada musibah di
daerah tersebut, berupa banjir, kebakaran, kelaparan yang menyusahkan
masyarakat apalagai saudara kita seiman yang mengalami kemalangan itu. ”Dan
tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa, dan janganlah bertolong
menolong dalam dosa dan permusuhan, dan bertaqwalah kepada Allah” [5;2]
”Barangsiapa yang melepaskan kesulitan untuk seorang
mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya di hari kiamat,
barangsiapa memudahkan kesukaran seseorang maka Allah akan memudahkan baginya
di dunia dan di akherat. Allah selalu menolong hamba-Nya yang selalu menolong
saudaranya” [HR. Muslim].
8.Saling memberi hadiah
Benang-benang
ukhuwah akan terajut kembali bila ada upaya untuk merajutnya diantaranya
melalui saling memberi hadiah, tidaklah diukur harga dan bentuknya tapi ada
oleh-oleh atau buah tangan yang dibawa ke rumah saudara ketika berkunjung
kepadanya dan ini merupakan sunnah Rasulullah,"Saling memberi hadiahlah
kalian, niscaya kalian akan saling mencintai, saling memberi hadiahlah kalian, karena sesungguhnya hal itu akan
menghilangkan kebencian".
9.Saling berkomunikasi
Untuk
merekat ukhuwah islamiyyah kepada saudara kita yang jauh dapat dilakukan dengan
telefon atau surat menyurat, apalagi pada zaman sekarang tidak ada daerah yang
tidak bisa diakses komunikasi dalam waktu yang relatif singkat.
Ukhuwah islamiyyah hingga menjadi
ukhuwah imaniyyah tidaklah datang dengan sendirinya tapi harus diupayakan
dengan sikap-sikap terpuji diatas, semuanya berlansung kalau kedua belah pihak
melakukan hal yang sama yaitu saling merajut benang-benang ukhuwah, selain
untuk meningkatkan kualitas iman juga meningkatkan jalinan silaturahim yang
semakin erat.
Ummat islam dituntut untuk
bersatu dalam bingkai ukhuwah islamiyyah, banyak hal yang mendukung kearah itu, adapun pendukung
kesatuan ummat adalah;
1.Wihdatul 'Aqidah;
kesatuan aqidah
Kesatuan aqidah adalah yang utama untuk bisa
bersatunya ummat ini karena memang orang yang aqidah dan imannya yang baik,
bersih dan kuatlah yang dapat berinteraksi dalam kehidupan ukhuwah islamiyyah,
kita tidak dipaksa untuk masuk ke dalam agama islam ini tapi dikala kita telah
masuk ke dalam islam maka wajib mengikuti segala aturan yang terdapat di
dalamnya; "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam);
Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu
barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka
Sesungguhnya ia Telah berpegang kepada buhul tali yang amat Kuat yang tidak
akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui"[Al Baqarah
2;256]
2.Wihdatul 'Ibadah
; kesatuan ibadah
Dimanapun kita berada maka umat islam disatukan
dengan ibadah yang sama seperti shalat, walaupun dalam negara semisal Indonesia
maka dalam shalat kita sama-sama membaca do'a dalam bahasa arab. Lebih jauh
lagi kita beribadah sama-sama berniat ikhlas, tatacara sesuai yang dituntunkan
nabi dan mengharapkan ridha Allah semata' "Padahal mereka tidak disuruh
kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam
(menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan
menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus''[Al Bayyinah
98;5]
3.Wihdatus Suluk
wal 'adat; kesatuan prilaku dan adat
Prilaku seorang muslim dimanapun dia berada
tidaklah berbeda karena meneladani kehidupan Rasulullah, tak satupun prilaku
dan kebiasaan yang ada pada para nabi, semuanya berdasarkan bimbingan dan wahyu
Allah yang intinya mengharapkan rahmat-Nya,
sebagaimana firman Allah; "Sesungguhnya Telah ada pada (diri)
Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap
(rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.''[Al
Ahzab 33;21]
4.Wihdatus Syirah; kesatuan sejarah
Ummat islam memiliki sejarah yang sama yang diawali dari
kehidupan Nabi Muhammad, para khulafaurrasyidin hingga khilafah pada sebuah
negara, bagaimana kejayaan ummat ini dimasa lalu, disaat kehancuran ummatpun
dirasakan bersama, karena kesatuan sejarah itulah maka mendorong ummat ini
untuk sama-sama bersatu untuk bangkit kembali meraih kejayaan dimasa yang akan
datang. Umar bin Khattab menyatakan bahwa dikala kita ingin merasakan kejayaan
ummat ini maka harus meneladani bagaimana Nabi membina ummatnya, artinya kita
tidak akan meraih kejayaan islam dimasa yang akan datang bila kita mengabaikan
dan tidak mau meniru bagaimana pembinaan
yang dilakukan rasul pada masa lalu. “Muhammad itu
adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras
terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat
mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda
mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka
dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil,”. [Al Fath 48;29]
5.Wihdatul Lughah;
kesatuan bahasa
Bahasa Arab merupakan salah satu kesatuan ummat
tapi yang lebih abadi adalah bahasa Al Qur'an dimanapun tidak berbeda karena Al
Qur'an memakai bahasa Arab yang tinggi nilai sastranya; "Sesungguhnya
kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu
memahaminya" [Yusuf 12;2]
6.Wihdatut Thariq;
kesatuan jalan
Islam adalah jalan yang lurus yang menjadi acuan
dalam kehidupan muslim, karena islamlah kesatuan hidup dapat bertahan lama, bersatu karena
bisnis, bersatu karena bangsa dan bersatu
karena keturunan bisa terujud tapi tidak akan bertahan lama, rapuh dan mudah
bercerai berai. Karena jalan islam inilah Bilal bin Rabah yang budak hitam dari
Afrika dapat hidup bersama komunitas muslim bersama Rasulullah, Mushaib ar Rumy
yang berasal dari Romawi dengan kulit merahnya bergandengan tangan bersama
sahabat Mushaib bin Umair;"Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku,
Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah
yang nyata, Maha Suci Allah, dan Aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".[Yusuf
12;108]
7.Wihdatu Dustur;
kesatuan undang-undang
Islam adalah agama yang bukan hanya membicarakan
kehidupan akherat atau dunia saja, tapi membicarakan seluruh asfek kehidupan.
Tak satupun asfek kehidupan manusia yang luput dari Islam, semuanya tercakup di
dalamnya hingga menjalankan kehidupan bermasyarakat hingga bernegara tidak
lepas dari undang-undang yang diwahyukan Allah, kesatuan undang-undang inilah
yang mengikat seseorang menjadi muslim dan mukmin, jikalau muslim tidak mau
menegakkan undang-undang yang diturunkan
Allah maka kualitasnya tidak beda dengan kafir, zhalim dan fasiq;"...........barangsiapa
yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah
orang-orang yang kafir."[Al Maidah 5;44]"...............barangsiapa
tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu
adalah orang-orang yang zalim" [Al Maidah
5;45]"............barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang
diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik" [Al
Maidah 5;47]
8.Wihdatul Qiyadah;
kesatuan kepemimpinan
Dahulu dikala Kekhalifahan masih berdiri kokoh,
ada seorang ibu yang dilecehkan pribadinya oleh seorang kafir, maka satu
batalyon didatangkan untuk membelanya, tapi ketika kekhalifahan hancur di Turki
tahun 1924, siapa yang bisa membela penjajahan Israel di Palestina, Afghanistan
dipermainkan oleh musuh-musuh islam tidak ada yang bisa membelanya karena kita terpecah
berdasarkan negara yang punya idiologi sempit sebatas wilayah teritorial saja.
Itulah
perlunya kesatuan kepemimpinan dibawah kekhalifahan islamiyah bahkan
kekhalifahan islamiyah 'alamiyyah. Kesatuan inilah yang membuat ummat islam
masih berupaya untuk bangkit dari kehancurannya untuk meraih kembali kejayaan
masa lalu;"Dan dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa
di bumi dan dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain)
beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.
Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya dia Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang" [Al An'am 6;165]
Berdasarkan
argumentasi diatas, tidak ada alasan bagi muslim untuk hidup menyendiri,
bercerai-berai dan saling bermusuhan. Biarlah kita beda suku bangsa, beda
negara, beda partai dan faham tapi ukhuwah tetap dijagadalam bingkai persatuan
ummat dan bangsa. wallahu a'lam. [CubadakSolok, 15 Ramadhan 1431.H/ 25
Agustus 2010]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar