Rabu, 02 Desember 2015

117. Andai aku tahu Ukhuwah Islamiyah Berpahala



Perpecahan ummat islam harus dihentikan lalu menuju kepada kesatuan ummat yang mantap, karena dengan kesatuanlah ummat ini akan  selamat dan jaya sehingga tidak mampu dihadapi oleh ummat lain.  Al Hujurat 49;10 "Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat".

Yang berukhuwahbukanhanyamuslimdanmukminsajatapiukhuwahitumemiliki level masing-masingyaitu; UkhuwahBasyariyah; Persaudaraanantarmanusia. Yaitupersaudaraanlintas agama, sukudanras.UkhuwahWathaniyah; Persaudaraanantarbangsa, adalahpersaudaraankarenasebangsadan se tanah air tanpamemandang agama, sukudanras.UkhuwahIslamiyahPersaudaraansesamamuslim, adalahpersaudaraankarenasama-samaberagamaislamtanpamemandangbangsa, golongandanras. UkhuwahImaniyahPersaudaraansesamaiman, adalahpersaudaraan yang terbangunkarenasama-samamenjalankannilai-nilaiimansesamamuslim yang terikatdengankekuataankomitmendalamimandanda'wah.

Ukhuwah Islamiyyah merupakan sikap pribadi yang diajarkan Muhammad Saw kepada ummatnya dalam rangka menjaga kehidupan yang harmonis antar sesama muslim, ukhuwah islamiyyah sebaiknya tidak hanya sebatas hiasan. Banyak ayat yang menganjurkan hal itu diantaranya surat Ali Imran 3;103 ''Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkanayat-ayat-Nyakepadamu, agar kamumendapatpetunjuk'

Ayatdiatasmengandungbeberapahalyaitu;
a.Berpegangteguhpada agama Allah, artinyamenjagakesucian Islam, danmenjauhkandiridarifaham yang menyesatkan.

b.Janganberceraiberai, maksudnyakitabolehberbedasuku, golongandanpartaitapiukhuwahtetapdijaga.

c.Persaudaraanadalahnikmat Allah selainnikmat  lain sepertikehidupan, kesehatan, kemerdekaandandankeimanan.

d.Permusuhandilaknat Allah, sebagaipenyulutpermusuhanitudiantaranyatidakmenjalankanukhuwahsesuaidenganrukunnya.

Rukunukhuwahituadalah; ta'waruf; salingmengenal, tafahum; salingmemahami, ta''awun; salingmembantudantakaful; salingmendukungdalamkebenaran.  Allah menjelaskandalamsurat Ali Imran 3;105 agar ummatinitidakberceraiberaidanberselisih yang dapatmenghancurkanukhuwah; ''Dan janganlahkamumenyerupai orang-orang yang bercerai-beraidanberselisihsesudahdatangketerangan yang jelaskepadamereka. merekaItulah orang-orang yang mendapatsiksa yang berat''

Dalam Al Hujurat 49;10dengantegasmenyebutkanbahwapersaudaraanmukminitusudahdipastikansehinggaharusdijagasebaik-baiknya; "Orang-orang berimanituSesungguhnyabersaudara. sebabitudamaikanlah (perbaikilahhubungan) antarakeduasaudaramuitudantakutlahterhadap Allah, supayakamumendapatrahmat".

            Karenaukhuwahtidaksebatasretorikadandekorasi, diaharusdijagadengansikap-sikapmuslimmelaluikepribadiannyayaitu;

1.'Adamus sukriyah; tidakmengolok-olok
Agar ukhuwahterjagadenganbaikmakamasing-masingmuslimtidakmengolok-oloksebagaimanafirman Allah memperingatkan; ''Hai orang-orang yang beriman, janganlahsekumpulan orang laki-lakimerendahkankumpulan yang lain, bolehjadi yang ditertawakanitulebihbaikdarimereka. danjangan pula sekumpulanperempuanmerendahkankumpulanlainnya, bolehjadi yang direndahkanitulebihbaik. danjanganlahsukamenceladirimusendiridanjanganmemanggildengangelaran yang mengandungejekan. seburuk-burukpanggilanadalah (panggilan) yang buruksesudahimandanbarangsiapa yang tidakbertobat, MakamerekaItulah orang-orang yang zalim''[Al Hujurat 49;11]

2.'Adamul Lamz; tidakmencela
Perbuatansukamenceladapatmemicukerusakanukhuwah, untukitulahseorangmuslimdenganmuslimlainnyatidakmencelasaudaranya yang intinyamenceladirisendiri. "danjanganlahsukamenceladirimusendiri"

3.TarkutTanabutz ; meninggalkanpanggilanburuk
Nabi Muhammad memberikannamapanggilan yang  baikkepadasahabatnyasepertikepada Abu Bakardenganpanggilan Ash Shiddiqartinya orang yang dapatdipercaya, kepada Khalid bin WalidbeliaumenyebutnyaSaifullahartinyapedang Allah karena Khalid sangatjagomemainkanpedangnyadalampeperangan, untukitulahmakakitaharusmeninggalkanpanggilanburukkepadasaudarakita. "danjanganmemanggildengangelaran yang mengandungejekan. seburuk-burukpanggilanadalah (panggilan) yang buruksesudahiman"

4.Husnudzon; berbaiksangka
            Menjadi orang yang berbaiksangkaadalahsalahsatusikapuntukmemeliharaukhuwah, bilasikapburuksangka yang tertanamdalamhatimakaakanmencurigaisemua orang."Hai orang-orang yang beriman, jauhilahkebanyakanpurba-sangka (kecurigaan), Karenasebagiandaripurba-sangkaitudosa. [Al Hujurat 49;12]

5.'Adamut Tajasus; tidakmencarikesalahan
            Kita punya lima jaripadatangan, dikalakitamenunjuk orang dengansatutelunjukmakaempatjariberikutnyamenunjukdirikitasendiri, demikiansebuahungkapan yang disampaikan agar kitatidakmudahmenunjukkesalahan orang lain. "danjanganlahmencari-carikeburukan orang"

6.Ijtinalulghibah; meninggalkangunjingan
            Rasulullahmenyatakanbahwaseorangmuslimharusmeninggalkangunjingan, sahabatbertanya,"Kalaubenarapa yang digunjingkanbagaimanayaRasulullah?",beliaumenjawab,"itulahgunjing, kalausalahmakaitulahfitnah". "danjanganlahmenggunjingkansatusama lain. Adakahseorangdiantarakamu yang sukamemakandagingsaudaranya yang sudahmati?Makatentulahkamumerasajijikkepadanya.

            Sesama manusia saja kita dituntut untuk menegakkan ukhuwah basyariyyah apalagi sesama muslim kita harus merajut tali ukhuwah yaitu ukhuwah islamiyyah dan ukhuwah imaniyyah karena ikatan berdasarkan iman akan mampu merajut ukhuwah itu, adapun langkah-langkah yang harus dilakukan oleh seorang muslim agar ukhuwah tidak hanya tinggal konsep diantaranya;

1.At Tasrih/ berterus terang
            Berterus terang dengan saudara seiman sangat dianjurkan dalam rangka memupuk ukhuwah islamiyyah apalagi yang berkaitan dengan isi hati tentang kecintaan kepada saudara kita, sebagaimana Rasulullah bersabda, "Apabila seorang mencintai saudaranya, maka hendaklah ia memberitahukan kepada saudaranya bahwa ia mencintainya".[HR. Abu Daud].

            Satu ketika Umar bin Khattab berkata kepada Rasulullah, "Ya Rasulullah aku mencintaimu sebagaimana aku mencintai diriku sendiri?", nabi bersabda,"Belum lagi sempurna keimananmu ya Umar, seharusnya kau mencintaiku lebih dari mencintai dirimu dan keluargamu sendiri", lansung Umar menjawab,"Aku mencintaimu lebih dari mencintai diriku sendiri dan keluargaku".
           
2.Al Mushafahah/ berjabat tangan
            Ukhuwah islamiyyah juga dirajut melalui pertemuan yang hangat antara sesamanya dan saling berjabat tangan antara satu dengan lainnya, sebagaimana sabda Rasulullah,"Tidalah dua orang muslim bertemu, kemudian keduanya berjabatan tangan, kecuali Allah akan mengampuni dosa keduanya sebelum keduanya berpisah" [HR. Abu Daud]

            Bahkan jabat tangan juga dianjurkan dalam islam setiap pertemuan, andaikata dalam perjalanan kita berpisah dengan teman karena dipisahkan oleh sebatang pohon apalagi bukit maka sebaiknya ketika bertemu lagi juga berjabat tangan.

3.Basyasyatul wajh/ menampakkan wajah yang cerah
Dalam berinteraksi dengan ikhwah fillah yaitu saudara seiman kita harus  menyiapkan hati yang bersih dengan jalan memuliakannya sesuai dengan kapasitasnya apalagi sahabat yang datang mengunjungi kita tentu sikap memuliakan perlu dilakukan Rasulullah bersabda, ”Janganlah kamu menganggap hina sedikitpun dari suatu kebaikan, meskipun hanya dengan menjumpai saudaramu dengan muka manis” [HR. Muslim].

4.Attazawur/ saling berziarah
Berziarah dalam rangka bersilaturrahim, mengunjungi tetangga dan kerabat dalam rangka memupuk dan merajut ukhuwah islamiyyah merupakan sunnah Rasulullah bahkan diberikan kabar gembira bagi yang melakukannya sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad SAW "Siapa yang ingin rezekinya dipanjangkan Allah atau ingin usahanya dipanjangkan, maka hendaklah ia menghubungkan silaturrahim".[HR. Muslim]

DalamhaditsQudsidinyatakan,"Wajibmendapatkecintaan-Ku orang yang salingmencintaikarenaAku, orang yang dudukberkumpulkarenaAku, dan orang yang salingmembantukarenaaku".

5.Saling mendoakan atau minta dido'akan
            Kedekatan persaudaraan sesama muslim nampak dalam saling mendoakan atau minta didoakan dalam waktu-waktu tertentu apalagi ketika mendapat kesulitan atau mendapat musibah. Ketika Umar bin Khattab permisi kepada Rasulullah hendak melakukan umarh, pesan Rasul adalah, "Jangan lupa engkau mendo'akan aku ketika engkau berdoa ya saudarakau".

            Dalam surat Ibrahim 14;41 untaian doa tergambar, "Ya Tuhan kami, beri ampunlah Aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)".

6.Tahni'ah dan ta'ziyyah
            Berilah ucapan tahni'ah yaitu ucapan selama ketika melangsungkan pernikahan, ketika dikaruniai anak, ketika berpakaian baru, saat pulang dari berjihad, ketika pulang dari menunaikan ibadah haji, kepulangan dari bepergian yang cukup jauh dan lama.  Demikian pula tunjukkan sikap dengan ucapan kata belasungkawa ketika dia sakit atau  ketika ditimpa musibah apapun.

7.Membantu keperluannya
Ujud ukhuwah itu bila kita  ringan tangan memberikan bantuan kepada siapa saja yang layak dibantu apalagi ketika ada musibah di daerah tersebut, berupa banjir, kebakaran, kelaparan yang menyusahkan masyarakat apalagai saudara kita seiman yang mengalami kemalangan itu.  ”Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa, dan janganlah bertolong menolong dalam dosa dan permusuhan, dan bertaqwalah kepada Allah” [5;2]

”Barangsiapa yang melepaskan kesulitan untuk seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan kesulitannya di hari kiamat, barangsiapa memudahkan kesukaran seseorang maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan di akherat. Allah selalu menolong hamba-Nya yang selalu menolong saudaranya” [HR. Muslim].

8.Saling memberi hadiah
            Benang-benang ukhuwah akan terajut kembali bila ada upaya untuk merajutnya diantaranya melalui saling memberi hadiah, tidaklah diukur harga dan bentuknya tapi ada oleh-oleh atau buah tangan yang dibawa ke rumah saudara ketika berkunjung kepadanya dan ini merupakan sunnah Rasulullah,"Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai, saling memberi hadiahlah  kalian, karena sesungguhnya hal itu akan menghilangkan kebencian".

9.Saling berkomunikasi
            Untuk merekat ukhuwah islamiyyah kepada saudara kita yang jauh dapat dilakukan dengan telefon atau surat menyurat, apalagi pada zaman sekarang tidak ada daerah yang tidak bisa diakses komunikasi dalam waktu yang relatif singkat.

            Ukhuwah islamiyyah hingga menjadi ukhuwah imaniyyah tidaklah datang dengan sendirinya tapi harus diupayakan dengan sikap-sikap terpuji diatas, semuanya berlansung kalau kedua belah pihak melakukan hal yang sama yaitu saling merajut benang-benang ukhuwah, selain untuk meningkatkan kualitas iman juga meningkatkan jalinan silaturahim yang semakin erat.

Ummat islam dituntut untuk bersatu dalam bingkai ukhuwah islamiyyah, banyak hal  yang mendukung kearah itu, adapun pendukung kesatuan ummat adalah;

1.Wihdatul 'Aqidah; kesatuan aqidah
            Kesatuan aqidah adalah yang utama untuk bisa bersatunya ummat ini karena memang orang yang aqidah dan imannya yang baik, bersih dan kuatlah yang dapat berinteraksi dalam kehidupan ukhuwah islamiyyah, kita tidak dipaksa untuk masuk ke dalam agama islam ini tapi dikala kita telah masuk ke dalam islam maka wajib mengikuti segala aturan yang terdapat di dalamnya; "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah berpegang kepada buhul tali yang amat Kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui"[Al Baqarah 2;256]

2.Wihdatul 'Ibadah ; kesatuan ibadah
            Dimanapun kita berada maka umat islam disatukan dengan ibadah yang sama seperti shalat, walaupun dalam negara semisal Indonesia maka dalam shalat kita sama-sama membaca do'a dalam bahasa arab. Lebih jauh lagi kita beribadah sama-sama berniat ikhlas, tatacara sesuai yang dituntunkan nabi dan mengharapkan ridha Allah semata' "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus''[Al Bayyinah 98;5]

3.Wihdatus Suluk wal 'adat; kesatuan prilaku dan adat
            Prilaku seorang muslim dimanapun dia berada tidaklah berbeda karena meneladani kehidupan Rasulullah, tak satupun prilaku dan kebiasaan yang ada pada para nabi, semuanya berdasarkan bimbingan dan wahyu Allah yang intinya mengharapkan rahmat-Nya,  sebagaimana firman Allah; "Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.''[Al Ahzab 33;21]

4.Wihdatus Syirah; kesatuan sejarah
            Ummat islam memiliki sejarah yang sama yang diawali dari kehidupan Nabi Muhammad, para khulafaurrasyidin hingga khilafah pada sebuah negara, bagaimana kejayaan ummat ini dimasa lalu, disaat kehancuran ummatpun dirasakan bersama, karena kesatuan sejarah itulah maka mendorong ummat ini untuk sama-sama bersatu untuk bangkit kembali meraih kejayaan dimasa yang akan datang. Umar bin Khattab menyatakan bahwa dikala kita ingin merasakan kejayaan ummat ini maka harus meneladani bagaimana Nabi membina ummatnya, artinya kita tidak akan meraih kejayaan islam dimasa yang akan datang bila kita mengabaikan dan tidak mau meniru bagaimana  pembinaan yang dilakukan rasul pada masa lalu.  “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil,”. [Al Fath 48;29]

5.Wihdatul Lughah; kesatuan bahasa
            Bahasa Arab merupakan salah satu kesatuan ummat tapi yang lebih abadi adalah bahasa Al Qur'an dimanapun tidak berbeda karena Al Qur'an memakai bahasa Arab yang tinggi nilai sastranya; "Sesungguhnya kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya" [Yusuf 12;2]

6.Wihdatut Thariq; kesatuan jalan
            Islam adalah jalan yang lurus yang menjadi acuan dalam kehidupan muslim, karena islamlah kesatuan hidup  dapat bertahan lama, bersatu karena bisnis,  bersatu karena bangsa dan bersatu karena keturunan bisa terujud tapi tidak akan bertahan lama, rapuh dan mudah bercerai berai. Karena jalan islam inilah Bilal bin Rabah yang budak hitam dari Afrika dapat hidup bersama komunitas muslim bersama Rasulullah, Mushaib ar Rumy yang berasal dari Romawi dengan kulit merahnya bergandengan tangan bersama sahabat Mushaib bin Umair;"Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan Aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".[Yusuf 12;108]

7.Wihdatu Dustur; kesatuan  undang-undang
            Islam adalah agama yang bukan hanya membicarakan kehidupan akherat atau dunia saja, tapi membicarakan seluruh asfek kehidupan. Tak satupun asfek kehidupan manusia yang luput dari Islam, semuanya tercakup di dalamnya hingga menjalankan kehidupan bermasyarakat hingga bernegara tidak lepas dari undang-undang yang diwahyukan Allah, kesatuan undang-undang inilah yang mengikat seseorang menjadi muslim dan mukmin, jikalau muslim tidak mau menegakkan undang-undang  yang diturunkan Allah maka kualitasnya tidak beda dengan kafir, zhalim  dan fasiq;"...........barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir."[Al Maidah 5;44]"...............barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim" [Al Maidah 5;45]"............barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik" [Al Maidah 5;47]

8.Wihdatul Qiyadah; kesatuan kepemimpinan
            Dahulu dikala Kekhalifahan masih berdiri kokoh, ada seorang ibu yang dilecehkan pribadinya oleh seorang kafir, maka satu batalyon didatangkan untuk membelanya, tapi ketika kekhalifahan hancur di Turki tahun 1924, siapa yang bisa membela penjajahan Israel di Palestina, Afghanistan dipermainkan oleh musuh-musuh islam tidak ada yang  bisa membelanya karena kita terpecah berdasarkan negara yang punya idiologi sempit sebatas wilayah teritorial saja.

            Itulah perlunya kesatuan kepemimpinan dibawah kekhalifahan islamiyah bahkan kekhalifahan islamiyah 'alamiyyah. Kesatuan inilah yang membuat ummat islam masih berupaya untuk bangkit dari kehancurannya untuk meraih kembali kejayaan masa lalu;"Dan dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" [Al An'am 6;165]

Berdasarkan argumentasi diatas, tidak ada alasan bagi muslim untuk hidup menyendiri, bercerai-berai dan saling bermusuhan. Biarlah kita beda suku bangsa, beda negara, beda partai dan faham tapi ukhuwah tetap dijagadalam bingkai persatuan ummat dan bangsa. wallahu a'lam. [CubadakSolok, 15 Ramadhan 1431.H/ 25 Agustus 2010]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar